Friday, March 29, 2013

Hadits 73 Golongan

Dari Mu’awiah Radhiallahu 'anhu, ia berkata:

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam berdiri diantara kami lalu bersabda :

“Ketahuilah bahwa umat sebelum kalian dari golongan ahli kitab berpecah-pecah menjadi 72 firqoh / golongan, dan sesungguhnya umatku sampai dengan hari kiamat nanti akan terpecah menjadi 73 firqoh / golongan, dimana dari 73 golongan ini, yang 72 golongan terancam neraka dan hanya satu golongan yang menjadi ahli surga. Ketika para sahabat bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang siapa golongan yang hanya satu itu, Rasulullah menjawab: “Al jama’ah, yang aku dan para sahabatku ada diatasnya / berpijak pada sunnahku”.
(SHAHIH, Riwayat Ahmad, Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albani)

Hadits Berpegang Teguh Pada Sunnah Rasulullah

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, patuh dan taat walaupun dipimpin budak Habasyi, karena siapa yang masih hidup dari kalian maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah pada Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dia dengan GIGI GERAHAM kalian. Dan waspadalah terhadap perkara-perkara yang baru (yang diada-adakan) kepada hal-hal yang baru itu adalah kebid'ahan dan setiap kebid'ahan adalah kesesatan".

[SHAHIH. HR.Abu Dawud (4608), At-Tirmidziy (2676) dan Ibnu Majah (44,43),Al-Hakim (1/97)]


Salafi

*fb Evi Hamzah Ummu Hizmi*
http://www.facebook.com/evi.nurafiah/posts/10201071923067065

Sekapur sirih di pagi hari...

Mereka mengatakan Salafi pemecah belah umat, padahal salafi tdk ajarkan makar, caci maki pemerintah, tdk mengkritik pemerintah di hadapan khalayak ramai...

Mereka mengatakan Salafi. Pemecah belah umat, padahal salafi ajarkan untuk kembali pada sunnah. Perbuatan bid'ah itu lah sebagai biang pemecah belah.

Ingatlah wahai saudaraku...
Pemersatu negara ini adalah Pemimpin Negara. Bukan pemimpin kelompok anda, dan bukan ketua Pengajian saya. Tak pantas seorg pemimpin di olok2 di hadapan org banyak. Islam tdk mengajarkan itu, dan jangan memecah belah dengan menjatuhkan wibawa pemerintah. Tidak demikian akhlak seorg terpelajar dan org2 yg mengaku dari kalangan. Elit. Justru itu memperlihatkan kerendahan akhlak seseorg.

Seorang anak kecil saja tidak suka di permalukan dengan cara memarahinya atau menegurnya di hadapan org banyak... Apalagi seorg pemimpin negara, atau org yg punya jabatan dalam pemerintahan. Hindari akhlak yg rendah, dan gapailah akhlak mulia...

Dakwah Nabi bukan dakwah untuk merebut kepemimpinan. Dakwah Nabi bukan untuk mengagungkan Kekhalifahan....

Dakwah Nabi adalah. Dakwah Tauhid. Dakwah memperbaiki akhlak umat untuk kembali kepada agama yg lurus.. Dakwah untuk memperbaiki diri kita sendiri terlebih dahulu untuk berakhlak mulia, bukan menggembar-gemborkan Kekhalifahan sementara mereka tidak mengerti bagaimana cara sholat Nabi صلى اَللّهُ عليه وسلم , bagaimana cara wudhu Nabi صلى اَللّهُ عليه وسلم , Apa itu Laa. Ilaaha illallahu, dlsb

Berdakwahlah yg benar.. Hindari caci maki, untuk mencari simpati... Tidak akan tercapai apa yg kita ingini. .

Menuntut ilmu... Yah... Menuntut ilmu adalah cara bagaimana kita mengenal Tauhid. Hadiri majelis2 ilmu... Biasakan kita menyebut pengajian itu adalah menghadiri Majelis Ilmu yg membahas Qur'an dan Sunnah, dan kitab2 para Ulama Kibar...

Hindari Majelis2 yg suka meng olok2 pemerintah. Hindari Majelis2 yg suka melakukan peribadatan secara bersama2 seperti. Doa bersama, Salawatan bersama, baca Qur'an bersama2, Dzikir bersama2.. Tidak ada manfaat ilmu di dalamnya, dan tidak seperti yg Allah dan RasulNya inginkan....

والله أعلم

Tuesday, March 26, 2013

Pak Tua dan Kereta Api

http://www.facebook.com/Queenrana/posts/171846016301081


.::.Pak Tua dan Kereta Api.::.
(Inspiring story series)

Pernahkah Anda mendengar cerita Pak Tua dan kereta api? Makna yang dikandung cerita ini demikian lekat dengan kehidupan kita sehari-hari, akan tetapi sering kali kita lalaikan begitu saja. Jika Anda belum pernah mendengarnya, maka inilah ceritanya…


Suatu ketika, seorang kakek dengan penampilan yang cukup berwibawa masuk ke gerbong sebuah kereta api. Kakek tersebut terlihat cukup tua dan berwibawa hingga siapa saja yang melihatnya pasti menaruh hormat kepadanya. Seperti penumpang lainnya, Si Kakek tentu mencari tempat duduk yang cocok untuknya karena kereta api akan jalan sebentar lagi. Ia telusuri deretan bangku demi bangku untuk mencari tempat duduk yang kosong. Pertama kali ia melalui bangku berisi anak-anak yang lagi asyik bermain; “Assalaamu’alaikum…”, sapanya.

“Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang Kek…”, jawab mereka.

“Maaf anak-anak, adakah tempat duduk yang kosong untukku?” tanya si Kakek.

“Oh… sayang sekali Kek, sebenarnya kami siap membantu Kakek dengan senang hati karena Kakek adalah orang yang demikian kami hormati. Akan tetapi kami masih anak-anak yang gemar bermain, kami khawatir jika Kakek akan terganggu dengan kegaduhan kami selama di perjalanan, Kakek cari tempat duduk lainnya saja”, jawab mereka.

Maka Si Kakek pindah ke deretan bangku berikutnya… di situ ia mendapati muda-mudi yang sedang asyik berpacaran. Mereka duduk berduaan dengan mesra sambil sesekali melantunkan bait-bait puisi yang romantis;

“Assalaamu’alaikum…”, sapanya.

“Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh, selamat datang Kek, ada yang bisa kami bantu?” kata mereka.

“Hmm… maaf adik-adik, adakah tempat kosong untukku?” tanya Si Kakek.

“Oh Kek, tentu ada… akan tetapi sebagaimana yang Kakek lihat, kami adalah anak-anak muda yang sedang asyik berbulan madu… kami khawatir Kakek akan merasa risih melihat kami bermesraan selama di perjalanan. Karenanya, lebih baik Kakek mencari tempat duduk lainnya” jawab mereka.

Sang Kakek kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri gerbong kereta tersebut hingga ia sampai di deretan kursi yang ditempati oleh para pengusaha. Mereka sedang asyik membicarakan proyek-proyek besar yang sedang atau akan mereka garap. Sambil membentangkan peta usaha mereka terlibat dalam pembicaraan serius hingga salam hangat yang penuh wibawa tersebut terdengar…

“Assalaamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh!” kata Sang Kakek.

“Oh.. Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wa barakaatuh… Ada apa Pak?” jawab mereka.

“Maaf, bisakah bapak-bapak geser sedikit untuk memberiku tempat duduk?” pinta Si Kakek.

“Kakek yang terhormat, sebenarnya Kami senang hati menerima Kakek di sini… akan tetapi Kakek lihat sendiri bahwa kami sibuk membicarakan bisnis dan usaha kami. Kami khawatir Kakek akan terganggu dengan kesibukan kami selama di perjalanan nanti… jadi, sebaiknya Kakek cari tempat lain saja”, jawab mereka.

Demikianlah, lagi-lagi Si Kakek harus kembali berjalan terhuyun-huyun di tengah gerbong kereta api untuk mencari tempat duduk. Demikian seterusnya, tiap kali ia melewati sederetan tempat duduk selalu ada saja alasan mereka untuk menolaknya. Mereka memang menghargai Si Kakek mengingat usianya yang telah lanjut dan pancaran wibawanya, akan tetapi ujung-ujungnya mereka tidak juga memberinya tempat. Akhirnya, setelah menyusuri gerbong dari ujung, tibalah Sang Kakek di deretan kursi terakhir… Nampak di situ sebuah keluarga duduk bersama. Seorang ayah dengan baju takwa dan pecinya, lalu ibu dengan jilbab dan busana muslimahnya dan dua orang anak mereka yang masih kecil namun sopan-sopan.

Melihat Kakek yang nampak kecapaian tadi, kontan si Ayah berkata: “Assalaamu’alaikum Kek, ada yang bisa kami bantu?”

“Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wa barakaatuh, oh terima kasih banyak…”, sahut Si Kakek.

(Belum lagi si Kakek mengutarakan hajatnya, lelaki tersebut segera menimpali):

“Muhammad, ayo kamu duduk sama Abi di sini; dan Ahmad, kamu geser ke sebelah sana… biar Kakek duduk di sampingmu”, kata Sang Ayah kepada kedua anaknya. Mereka pun segera menuruti perintah ayahnya dan memberikan tempat duduk bagi Si Kakek.

Alangkah bahagianya Si Kakek mendapat perlakuan baik seperti itu. Bukan saja senang mendapat tempat duduk, akan tetapi ia lebih bahagia karena merasa dihormati dan dihargai oleh mereka. Kepenatannya mencari tempat duduk selama ini sirna seketika begitu ia mendapat tempat yang cocok tersebut.

Priiiit!!! Bunyi peluit tanda kereta segera berangkat terdengar, dan perjalanan pun dimulai. Seperti biasa, dalam perjalanan kereta tersebut singgah di beberapa stasiun sebelum berhenti di kota tujuan. Dan tiap kali kereta tersebut berhenti, selalu ada penjaja makanan yang menawarkan dagangannya kepada para penumpang. Nah, ketika berhenti di stasiun pertama, terdengar suara seorang pedagang asongan yang menawarkan berbagai makanan ringan, maka Si Kakek memanggilnya. Ketika orang tersebut datang, Si Kakek berkata kepada keluarga yang duduk bersamanya: “Ayo, ambil apa saja yang kalian inginkan… jangan malu-malu”.

Maka mereka pun memesan semua makanan yang mereka suka…lalu Si Kakek mengeluarkan dompetnya dan membayar semuanya. Kontan seluruh penumpang bengong melihat kejadian tersebut. Mereka berbisik: “Wah, kaya juga ternyata Kakek itu… enak ya, ditraktir makan sesukanya…”

Tak lama lagi, bagian restorasi pun lewat… seperti biasa, mereka menawarkan menu-menu spesial seperti nasi rames, nasi goreng, ayam goreng dan sebagainya. Si Kakek kembali memanggilnya dan menawarkan kepada keluarga tadi untuk memesan apa saja yang mereka inginkan… lalu membayar seluruhnya. Maka para penumpang lainnya makin heran dengan pemandangan tersebut, dan mereka mulai menyesali perbuatan mereka yang menolak Si Kakek untuk duduk bersama mereka sebelumnya.

Beberapa jam kemudian, kereta api tadi singgah di stasiun berikutnya. Maka terdengarlah suara penjaja permen cokelat yang menawarkan dagangannya. Maka ia pun dipanggil oleh Si Kakek dan untuk ketiga kalinya ia menawarkan kepada keluarga tersebut untuk memilih cokelat apa yang mereka inginkan. Setelah masing-masing mengambil sesukanya, Si Kakek kembali mengeluarkan dompetnya dan membayar seluruhnya. Lagi-lagi para penumpang dibikin heran dengan pemandangan tersebut dan makin menyesal.

Akhirnya, setelah menempuh beberapa jam perjalanan, tibalah kereta api di stasiun tujuan… namun, ada suatu hal yang tidak biasanya terjadi di sana. Para penumpang menyaksikan ada konvoi besar yang menyambut kedatangan kereta tersebut. Mereka melihat para pejabat dan sejumlah pasukan siap siaga di kanan-kiri gerbong kereta. Lalu begitu kereta berhenti, masuklah seorang laki-laki dengan pakaian kebesaran dengan dikawal oleh beberapa orang memeriksa bangku kereta satu persatu. Betapa kagetnya para penumpang ketika mendapati bahwa orang ini adalah Bapak Presiden yang khusus datang untuk menjemput tamu kehormatannya.

Namun, mereka lebih kaget lagi ketika tahu bahwa tamu kehormatan tersebut adalah si Kakek tua yang duduk di akhir gerbong, yang awalnya mereka tolak untuk duduk bersama mereka.

Begitu menghampiri Si Kakek, Bapak Presiden langsung memeluknya erat-erat dan menyalaminya dengan hangat. Ia pun menawarkan agar Si Kakek dijemput dengan mobil pribadinya untuk diantar ke istana dan mendapat jamuan spesial… ya, bahkan sangat spesial!!

Sang Kakek menerimanya dengan senang hati, namun dengan syarat bila keluarga yang duduk bersamanya juga mendapat perlakuan sama. Presiden pun menerima permintaannya dengan senang hati, dan saat itulah para penumpang yang ada di gerbong tadi menyesal luar biasa atas penolakan mereka… mereka berharap andai saja mereka membiarkan Kakek tersebut duduk bersama mereka dan menghentikan sejenak kesibukan mereka untuk memberinya perhatian, atau meluangkan sedikit waktu dan tempat agar Kakek tadi dapat duduk bersama mereka… atau… tapi sayang, semuanya telah terlambat dan perjalanan telah berakhir… yang tersisa hanyalah penyesalan demi penyesalan.

Nah, saudara pasti bisa menebak siapakah Kakek tersebut?

Benar… dialah ‘agama’ yang selama ini kita hargai dan kita hormati akan tetapi sering kali kita kesampingkan dalam hidup ini. Ketika nilai-nilai agama hendak ditanamkan ke anak-anak, kita menolaknya dengan alasan: “Khan mereka masih kecil… biarlah mereka bebas bermain, bebas berpakaian, dan lain-lain… belum saatnya mereka disuruh menjadi orang ‘alim”. Dan akhirnya masa kanak-kanak terlewatkan begitu saja.

Kemudian ketika mereka beranjak dewasa kita pun menolaknya dengan alasan: “Kasihan kalau remaja harus dikekang dengan aturan agama, tidak boleh bebas bergaul dan berteman dengan lawan jenis… atau, kasihan kalau mereka harus mengisi bulan madu dengan acara-acara keagamaan, biarlah mereka menikmatinya terlebih dahulu… dan semisalnya”, maka masa itu pun terlewatkan juga.

Kemudian ketika mereka telah beranjak dewasa dan mulai tersibukkan dengan berbagai pekerjaan, lalu datang ‘tawaran’ untuk menerapkan agama dalam kehidupan mereka, suara sumbang tersebut kembali terdengar…. “Wah, kita sekarang lagi sibuk-sibuknya mengurus perusahaan, proyek, bisnis dan lain sebagainya… kita tidak ada waktu untuk mempelajari Islam dan menerapkannya sedemikian rupa”.

Akhirnya umurpun berlalu demikian cepat tanpa mereka sadari dan tibalah masing-masing di stasiun akhirnya… tempat mereka menuai hasil dari yang selama ini mereka usahakan… ajal mereka telah habis dan kesempatan itu telah berlalu. Mereka hanya bisa bengong dan menyesal menyaksikan orang-orang yang selama ini mereka anggap ‘kolot’, ‘sok alim’ dan lain sebagainya karena demikian menerapkan ajaran agama; mereka iri luar biasa menyaksikan besarnya penghargaan yang diberikan atas kesediaan mereka untuk bersama Si Kakek (baca: Islam) ketika orang-orang menolaknya… ternyata itu semua membuahkan hasil yang tak diduga: Kenikmatan selama perjalanan (baca: dunia) dan kebahagiaan di stasiun tujuan (baca: akhirat)…

Demikianlah, semoga pembaca terinspirasi dengan kisah ini…


http://basweidan.wordpress.com/2009/05/13/kakek-dan-kereta-api/

Saturday, March 23, 2013

Info Perjalanan Manusia

*SBY*

INFO PERJALANAN MANUSIA.

I.JENIS KENDARAAN:
  Jenis kendaraan adalah :Maut
  Qs.29:57,21:35,3:185

II.IDENTITAS PENUMPANG
1.Nama:Manusia.
   Qs.39:30
2.Tempat Asal : Tanah.
    Qs.32:7
3.Alamat : Planet Bumi.
    Qs.2:30, 7:10

III.KETERANGAN PERJALAN
1.Terminal Keberangkatan:
   Dimana saja di dunia.
   Qs.62:8,4:78
2.Jam Keberangkatan : Tiba tiba/
   Surprise.Qs.31:34,39:42.
3.Transit:Alam Qubur atau Alam.
   Barazah.Qs.23:99-100,22:7
4.Terminal Kedatangan :
   Padang  Mashsyar.Qs.64:7,9.
5.Tujuan Akhir : Surga atau.
   Neraka.Qs.42:7,3:185,
6.Chek Inn : Oleh Malaikat
   Maut Saat Sakaratul Maut.
   Qs.6:61,50:19,
7.Pengantar : Hanya sampai di
   Pekuburan.(HR.Bukhari
   Muslim dari 'Aisyah)

IV.BARANG BAWAAN/BAGASI
1.Barang bawaan yg diizinkan:
a.Kain Kafan.
b.Iman
c.Amal Shalih
   Dasar Hukum.Qs.34:37,18:46,
   16:96-97,4:124
d.Polis Asuransi :Taqwa
   Dasar Hukum.Qs.47:36,6:32,
   19:71-72.
2.Barang yg boleh menyusul
a.Shadaqah jariah
b.Ilmu yg bermanfaat
c.Doa anak yg Shalih.
   Dasar Hukum.(HSR Bukhari
   Muslim)

Hadits Shahih Seputar Sya'ban

*SBY*

*HADITS SHAHIH SEPUTAR SYA'BAN*

1. Dari 'Aisyah ra: "Bulan yg paling disenangi oleh Rasulullah utk berpuasa adalah bulan Sya'ban".(HR. An Nasa'I 4/199.
Ibnu Khuzaimah dlm ash Shahih III no 2077. Al Hakim 1/434).
2. Dari 'Aisyah ra: "Tdklah Nabi berpuasa dlm sebulan yg lbh banyak daripada bulan Sya'ban". (HR. Bukhari 1969, 1970, Muslim 1156, Abu Dawud 2434, Ibnu Majah 1710, Tirmidzi 737 dll)
3. "Dari Usamah Bin Zaid dia berkata : Aku berkata : Wahai Rasulullah, aku tdk melihat engkau berpuasa di suatu bulan spt engkau berpuasa pada bulan Sya'ban? Beliau menjawab: "Itulah bulan dimana org2 lalai trrhadapnya, yaitu antara bln Rajab & Ramadhan, dialah bulan dimana semua amal diangkat kpd Rabb alam semesta, maka aku ingin jika amalku diangkat ketika aku sdang puasa". (HR. Abu Dawud 2431, An Nasa'i 4/201. Al Albani Menghasankan dlm Irwa' al Ghalil4/103).

Catatan:
1. Amal diangkat di bln Sya'ban, tanpa ada keterangan khusus malam Nishfu Sya'ban. Ttp bulan Sya'ban secara mutlak.
2. Amalan yg dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Hanyalah Puasa hampir sebulan. Tdk ada amalan selain itu yg shahih.

*HADITS PALSU SEPUTAR NISHFU SYA'BAN*

1. Dari Ali Bin Abu Thaalib: Nabi Bersabda: "Bila malam prtengahan bulan Sya'ban tiba maka shalatlah di malam harinya & puasalah di siang harinya, krn sesungguhnya Allah turun pada malam itu saat mata hari tenggelam ke langit dunia, lalu Dia berfirman: "Adakah org yg meminta ampun, maka Aku pasti mengampuninya? Adakah org yg meminta rizki maka Aku pasti m'berinya? Adakah org yg trtimpa musibah maka pasti Aku mnyelamatkannya? Adakah ini, adakah itu.....hingga fajar terbit" (HR. Ibnu Majah 1388). Al Mubarakfuri dlm Tuhfat al Ahwadzi 3/444 BELIAU MENGATAKAN:
HADITS INI SANGAT LEMAH/PALSU.
2. Dari Ali: "bila pada hari itu (Nishfu Sya'ban) seseorangg berpuasa maka ia seperti berpuasa selama 60 tahun yg akn datang".
Imam Ibnul Jauzi dlm kitabnya Al Maudhu'at(Hadits2 Palsu), beliau mngatakan: HADITS INI PALSU.
SANADNYA GELAP.

Waktu Mustajab Untuk Berdo'a

*SBY*

"Waktu Waktu Mustajab
             Untuk Berdoa"
1.Sepertiga Malam Terakhitr.
   Qs.3:17,51:18,
   Dari Amr Ibnu 'Abasah dia
   mendengar Nabi bersabda,
   bahwa Allah berfirman:"Saat yg
   paling dekat antara Aku dan
   hamba-Ku adalah pada waktu
   sujud dan apabila dia mendirikn
   shalat pada sepertiga malam
   terakhir dan jika dia mampu utk
   berdzikir pada saat itu maka
   lakukanlah".(HSR.Tirmidzi 3579,
   Ahmad 4/112,al Hakim 1/309,dia
   Shahihkan berdsar syarat Muslim
   dan disepakati Adz Dzahabi.Al
   Bani dlm al Misykat 1/388,sanad
   Shahih).
2.Diantara adzan dan Iqamah.
   Dari Anas bin Malik,Nabi
   bersabda:"Doa yg tdk pernah
   ditolak adalah doa seorg hamba
   antara Adzan dan Iqamah,maka
   berdoalah pada saat itu".(HSR.
   Ahmad 3/155,Ibnu Hibban al
   Mawarid 296,al Arnauth berkata
   sanadnya shahih dlm Kitab Jami'
   Al Ushul 4/142).
   Dari Abdullah bin Amr bin Ash,
   Seorg berkata:"Ya Rasulullah,
   Sesungguhnya para muadzin
   lbh utama dari kami.Maka beliau
   berkata:"Ucapkanlah spt apa yg
   muadzin ucapkan dan jika tlh
   selesai maka berdoalah,niscaya
   doamu akan dikabulkan".(HSR.
   Abu Dawud 524,Ibnu Hibban al
   Maurid 295,Arnauth berkata
   sanadnya hasan.Al Bani,hasan
   dlm shahih Targhib wat Tarhib
   1/105).
3.Pada Saat Sujud.
   Dari Abu Hurairah,Nabi berkata:
   "Saat yg paling dekat antara
   seorg hamba dg Tuhannya adalh
   ketika dia sujud,maka perbanyak
   lah berdo pada saat saat tsb".
   (HSR.Muslim 482,215).
4.Selesai Shalat Fardhu.
    Qs.50:40.
    Dari Umamah al Bahili,bahwa
    Nabi ditanya:“Kapan waktu
    berdoa yg maqbul?.Beliau
    menjawab:"Pada akhir malam
    dan tiap2 selesai shalat fardhu".
    (HSR.Tirmidzi 3499.Al Bani dlm
    Al Misykat 1/388).
5.Pada Saat Tertentu Tiap Malam.
   Dari Jabir dia mendengar Nabi
   berkata:"Sesungguhnya pada
   malam hari ada satu waktu yg
   apabila seorg Muslim yg
   meminta kpd-Nya suatu kebiakan
   uruas dunia dan akhirat pasti
   Allah mengabulkannya.Dan hal
   itu berlaku setiap malam".(HSR.
   Muslim 757,166).
6.Setiap Hari Jum'at.
   Dari Abu Hurairah,bahwasanya
   Nabi menyebut hari Jum'at,lalu
   beliau berkata:"Padanya ada
   satu waktu bagi seorg hamba
   muslim yg mendirikan shalat dan
   memohon kpd Allah sesuatu
   pasti Allah mengabulkannya.
   Kemudian beliau memberi isyarat
   dg tangannya yg menandakan
   waktunya yg sangat singkat".
   (HSR.Bukhari kitab Jum'ah 935,
   Kiatb Thalaq 5294,Muslim 13/
   852).
7.Pada Keadaan Keadaan Khusus.
a.Saat Bencana dan Peperangan.
   Dari Sahal bin Sa'ad,Nabi ber
   kata:"Dua hal atau keadaan yg
   tdk pernah ditolak doa seorg
   hamba,yaitu ketika adzan dan
   bencana pada saat berkecamuk
   nya peperangan".(HSR.Abu
   Dawud 2540,ad Darimi 1/272,
   Al Bani Shahih dlm takhrij
   Kalimatut Thayyib 75).
b.Ketika akan berbuka,Imam yg
   adil dan org yg dianiaya.
   Dari Abu Hurairah:"Tiga org yg
   doanya mustajabah:`org yg
   berpuasa ketika akan buka,
   Imam yg adil,dan org yg dizalimi"
   (HSR.Tirmidzi 2526,3598,Ibnu
   Majah 1752,Ibnu Hibban 2407)
c.Pada riwayat lain:Org yg di
   zalimi,Musafir,dan Orang Tua
   kpd anaknya."Tiga doa yg
   Mustajabah yg senantiasa
   dikabulkan adalh doa org yg di
   zalimi,doaseorg musafir dan doa
   org tua kpd anaknya".(HSR.
   Abu Dawud 1536,Tirmidzi 1905,
   Ibnu Majah 3862,Ibnu Hibban
   2406.Al Bani Ash Shahihah 596,
   Al Arnauth Jami' al ushul 4/145)
   "Selamat memperbanyak doa".
   (Jkt 25 Rajab 1433/15-6-2012.
                 SBY Qibas)

Shalat Gerhana

*SBY*

"SHALAT GERHANA"

(1).Gerhana adalah salah satu
 ayat Allah
 a.Utk menakut2i manusia.
 Qs.17:59.
 b.Agar kita meyakini kebenaran
Al Qur'an.Qs.41:53.
(2).Bila terjadi Gerhana(matahari atau bulan) kita diperintahkan utk Shalat dua rakaat.Hadits dari Aisyah:Nabi bersabda:
"Matahari dan bulan adalah tanda
kebesaran Allah Ta'ala.keduanya
tdk gerhana krn meninggal atau lahirnya seseorang.Jika kalian melihat keduanya,bersegeralah melaksanakan shalat".(Muttafaq 'alaih.Bukhari 999,Muslim 904).
(3).Memperbanyak doa.
"Jika kalian melihat keduanya(gerhana),maka berdoalah kpd Allah dan shalatlah sampai gerhana selesai".(Muttafaq 'alaih.
Bukhari 1011,Muslim 904 & 911).
(4).Shalat Gerhana dilaksankan dg berjamaah.Terdiri dari dua rakaat.Masing2 rakaat,dua kali Ruku' dan dua kali sujud.
Dari Aisyah:
"Matahari gerhana pada masa Nabi.Maka beliau menyuruh prg mengumandangkan:Ashshalaatu
Jaami'ah = (Mari Shalat jama'ah).
Lalu beliau berdiri dan shalat empat ruku' dan empat sujud dalam dua Raka'at".(Muttafaq Alaih,Bukhari 999,9016.Muslim 904).
Caranya:
I.Rakaat Pertama:Takbir+Baca Iftitah+baca Al fatihah+Baca surat+Ruku'+I'tidal+Baca Alfatihah+Baca Surat+Ruku'+I'tidal+Sujud+duduk antara dua sujud+Sujud+Berdiri ke Rakaat ke dua.
II.Rakaat yg Kedua sama spt pada Rakaat pertama,dan setelah sujud yg kedua,maka duduk dan baca tasyahhud/tahiyat+Salam.
(5).Sesudah Shalat,Diikuti dg Khuthbah.Hadits dari Abu Musa Al
Asy'ari,bahawa:setelah selesai shalat gerhana,Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan berkhutbah:"Tanda2 yg dikirim oleh Allah utk membuat hamaba
hambaNya Takut....(HR.Bukhari 1010,Muslim 912).
(6).Bebaskan budak2 bila punya budak.atau bersasaqah.Hadits dari Asma' bintu Abu Bakar Rasdhiyallahu 'anhuma,ia berkata:"Nabi memerintahkan utk membebaskan budak budak ketika Gerhana Matahari".(HR.Bukhari 1006).
Catatan:Harap
(1).BBM ini disimpan agar tdk usah tanya tanya lagi.


Resep Galatine Daging Keju

*SBY*

HALALAN THAYYIBAN
Hidangan gaya Belanda ini bisa dibikin buat sajian spesial hari-hari libur ini. Daging yang gurih berisi potongan keju disiram saus BBQ. Hmm.. dijamin bakal lahap memakannya.
 " GALATINE DAGING KEJU"
BAHAN :
250 g daging sapi cincang
1 lembar roti tawar, potong-potong
1 butir telur ayam
½ sdt merica bubuk
½ sdt pala bubuk
1 sdt garam
150 g keju cheddar, potong memanjang
SAUS :
1 sdm margarin
30 g bawang bombay, cincang
2 sdm saus BBQ
3 sdm saus tomat
½ sdt gula pasir
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
300 ml kaldu
1 sdt tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
PELENGKAP :
Setup sayuran

CARA MEMBUAT :
Masukkan semua bahan ke dalam foodprocessor, proses hingga lembut.
Ratakan adonan daging di atas selembar plastik.
Beri potongan keju di tengahnya.
Gulung hingga rapi. Bungkus hingga rapat.
Kukus dalam kukusan panas selama 30 menit hingga matang.
Angkat dan dinginkan.
Goreng dalam minyak panas hingga kecokelatan warnanya.
Potong-potong melintang.
Sajikan dengan Saus dan Pelengkapnya.
Saus : Tumis bawang bombay hingga layu.
Masukkan bahan lainnya.
Tuangi larutan maizena.
Didihkan hingga kental. Angkat.

Untuk 6 Porsi

Puasa Mengada-ada Di Awal Rajab

*SBY*

Puasa yang Mengada-ngada di Awal Rajab

Ada yang dapat broadcast semacam ini:
"Besok tanggal 22 mei 2012 kita masuk awal bulan Rajab & barang siapa puasa 2 hari diawal Rajab seakan ibadah 2 tahun dan barang siapa mengingatkan orang lain tentang ini seakan ibadah 80 tahun..."

Sayyid Sabiq berkata, “Adapun puasa Rajab, maka ia tidak memiliki keutamaan dari bulan haram yang lain. Tidak ada hadits shahih yang menyebutkan keutamaan puasa Rajab secara khusus. Jika pun ada, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan dalil pendukung.” (Fiqh Sunnah, 1: 401).

Baca mengenai artikel puasa Rajab sebagai berikut:
1. Derajat hadits puasa rajab: http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3450-puasa-khusus-di-bulan-rajab-berdasarkan-hadits-dhoif-dan-palsu.html
2. Puasa khusus di bulan Rajab: http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3800-puasa-khusus-di-bulan-rajab.html
3. Adakah anjuran puasa di bulan Rajab: http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/2608-adakah-anjuran-puasa-di-bulan-rajab.html

Mohonlah selalu berilmu sebelum beramal. Tidak boleh seorang muslim beramal berdasarkan hadits dho'if bahkan palsu. Namun beramal-lah sesuai yang Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam ajarkan dalam hadits yang shahih. Jika punya kebiasaan puasa sunnah di bulan Rajab, yang monggo silakan. Namun jangan mengada-ngada dengan membuat-buat puasa yang khusus.

Jilbab Menurut JIL

*Mamoadi*

Kata JIL: Jilbab bukan lagi busana untuk menetapkan identitas seseorang

Ibu Profesor Musdah Mulia, salah satu tokoh Gender dan pembela pemahaman kebebasan (Liberal) di negeri kita di suatu diskusi pernah berkata,
“Jika teks-teks tentang jilbab tersebut dibaca dalam konteks sekarang, terlihat bahwa perempuan tidak perlu lagi memakai jilbab hanya sekadar agar mereka dikenali, atau mereka dibedakan dari perempuan yang berstatus budak, atau agar mereka tidak diganggu laki-laki jahat. Di masa sekarang, tidak ada lagi perbudakan, dan busana bukan ukuran untuk menetapkan identitas seseorang,” tandasnya nyleneh.

Sanggahan:

Yang beliau singgung di sini adalah surat Al Ahzab berikut:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Mari kita simak kalam ulama salaf mengenai tafsiran ayat di atas.

As Sudi rahimahullah mengatakan, “Dahulu orang-orang fasik di Madinah biasa keluar di waktu malam ketika malam begitu gelap di jalan-jalan Madinah. Mereka ingin menghadang para wanita. Dahulu orang-orang miskin dari penduduk Madinah mengalami kesusahan. Jika malam tiba para wanita (yang susah tadi) keluar ke jalan-jalan untuk memenuhi hajat mereka. Para orang fasik sangat ingin menggoda para wanita tadi. Ketika mereka melihat para wanita yang mengenakan jilbab, mereka katakan, “Ini adalah wanita merdeka. Jangan sampai menggagunya.” Namun ketika mereka melihat para wanita yang tidak berjilbab, mereka katakan, “Ini adalah budak wanita. Mari kita menghadangnya.”

Mujahid rahimahullah berkata, “Hendaklah para wanita mengenakan jilbab supaya diketahui manakah yang termasuk wanita merdeka. Jika ada wanita yang berjilbab, orang-orang yang fasik ketika bertemu dengannya tidak akan menyakitinya.”

Penjelasan para ulama di atas menerangkan firman Allah mengenai manfaat jilbab,
ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ
“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal.” (QS. Al Ahzab: 59)

Asy Syaukani rahimahullah menerangkan, “Ayat (yang artinya), ” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal”, bukanlah yang dimaksud supaya salah satu di antara mereka dikenal, yaitu siapa wanita itu. Namun yang dimaksudkan adalah supaya mereka dikenal, manakah yang sudah merdeka, manakah yang masih budak. Karena jika mereka mengenakan jilbab, itu berarti mereka mengenakan pakaian orang merdeka.”
Inilah yang membedakan manakah budak dan wanita merdeka dahulu. Hal ini menunjukkan bahwa wanita yang tidak berjilbab berarti masih menginginkan status dirinya sebagai budak.

Coba bandingkan, manakah yang lebih paham Qur’an, As Sudi yang terkenal dengan keahliannya dalam ilmu tafsir dan juga Asy Syaukani yang tidak perlu lagi diragukan ilmunya, ataukah professor kemarin sore yang biasa memplintir ayat? Tentu saja yang kita ikuti adalah yang lebih salaf dari Bu Musdah Mulia. Seorang sahabat yang mulia, ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Siapa saja di antara kalian yang ingin mengikuti petunjuk, maka ambillah petunjuk dari orang-orang yang sudah mati. Karena orang yang masih hidup tidaklah aman dari fitnah.”  Benarlah kata Ibnu Mas’ud, lebih terfitnah lagi atau lebih rusak jika yang diambil perkataan adalah orang JIL yang muara logikanya tidak jelas dan tanpa pernah mau merujuk pada dalil atau perkataan ulama, maunya mengandalkan logikanya saja. Jadi, ambillah perkataan salaf yang lebih selamat.

- Ustadz M Abduh Tuasikal

Memaafkan atau Menghukum?

*Mamoadi*

Materi Tazkiyatun Nufus

MEMAAFKAN atau MENGHUKUM?

Yang pertama adalah kemuliaan dan keutamaan, dan yang kedua adalah keadilan bila yg dihukum berhak utk dihukum, dan bila tdk maka ia adalah kezhaliman.

Kesalahan memaafkan lbh baik daripada kesalahan ktk menghukum. Sebagaimana firman Allah Ta'ala, artinya, "memaafkan itu lebih dekat dg ketaqwaan." (QS. Al-Baqarah: 237)

Dalam ayat yg lain Allah berfirman, artinya, "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah org mengerjakan yg makruf serta berpalinglah daripada orang2 yg bodoh." (QS. Al-A'raf: 199); dan lihat QS.al-Fushilat:34-35).

Rasulullah pernah bersabda, "Allah tdk menambahkan kepada seorang hamba dengan maafnya kecuali kemuliaan." (HR. Muslim)

Seorang penyair mengatakan,

Jika org bodoh berbicara, maka jangan dijawab.
Dan sebaik-baik jawabannya adalah diam.

Al-Ahnaf bin Qais, seorang Tabi'in berkata," Aku org bukan org santun, tetapi aku berusa utk santun."

Mu'awiyah berkata, "Aku malu bila ada kesalahan yg lbh besar dari maafku atau tindakan bodoh lbh besar dari kesantunanku."

Mu'awiyah bertanya kpd Khalid bin Marwan, "Mengapa kamu menyintai Ali..? Dia menjawab, "Karena tiga perkara: Santun saat marah, jujur saat berkata dan memegang janji saat berjanji."

Suatu saat diceritakan, Umar bin Abdul Aziz masuk masjid menjelang Shubuh, kakinya terantuk org yg masih tertidur. Orang itu bangun dan berkata, "Apakah kamu gila?" Umar menjawab, "Tidak". Tetapi sepasang pengawalnya hendak memberi pelajaran kpd laki2 itu, lalu Umar berkata kpd keduanya, "Tahan, dia hanya bertanya kpdku apakah aku gila, dan aku sdh menjawab tidak. Selesai."

Subhaanallaahi, jika karakter dan pembawaan stiap muslim dapat mensuritauladi hal2 tsbt di atas, maka alangkah indahnya jalinan interaksi sesama muslim akan terwujud.

Semoga dapat menjadi motifasi dan pelajaran berharga bagi setiap kita. Amin. Wallaahu a'lam.

Sumber: www.alsofwa.com.

Penyimpangan Aqidah

*Mamoadi*

Materi Aqidah - Dari grup majlis fiqh

Penyimpangan AQIDAH:

Sebab-2 penyimpangan dari aqidah shahihah (aqidah yg benar) adalah:

1. KEBODOHAN terhadap aqidah shahihah (yg benar), karena tdk mau (enggan) mempelajari dan mengajarkannya atau krn krg perhatian terhadapnya. Akibatnya sesuatu yg hak diyakini sbg sesuatu yg bathil dan yg bathil dianggap sebagai yg haq.

2. TA'ASHSHUB (fanatik) kpd sesuatu yg diwarisi dr Bpk dan nenek moyang, skalipun hal itu bathil dan mencapakkan apa yg menyalahinya, skalipun hal itu benar. (Lihat, QS. Al-Baqarah: 170)

3. TAQLID BUTA, dgn mengambil pendapat manusia dlm masalah aqidah tanpa mengetahui dalilnya dan tanpa menyelidiki seberapa jauh kebenarannya. Sehingga tersesat dari aqidah shahihah.

4. GHULUW (beebihan), dalam menyintai para wali dan org2 shalih, serta mengangkat mereka di atas derajat yg semestinya, shg meyakini pada diri mereka sesuatu yg tdk mampu dilakukan kecuali oleh Allah, baik berupa mendatangkan kemanfaatan maupun menolak kemudharatan. Juga menjadikan wali sbg perantara antara Allah&makhlukNya, shg sampai pd tingkat penyembahan para wali tsbt dan bkn menyembah Allah. (Lihat, QS. Nuh: 23)

5. GHAFLAH (lalai) terhadap perenungan ayat2 Allah. Disamping itu terbuai dg hasil2 tekhnologi dan kebudayaan, sampai2 mengira bhw itu semua adalah hasil kreasi manusia semata. Shg manusia diagungkan dan menisbatkan seluruh kemajuan ini kpd jerih payah dan penemuan manusia semata. (Lihat, QS. Al-QAshash: 78; az-Zumar: 49; ash-Shaffat: 96; al-A'raf: 185 dan Ibrahim: 32-34)

6. Kosongnya rumah tangga dari pendidikan&pengarahan yg benar menurut Islam. Jadi org tua punya peranan besar dlm meluruskan jalan hidup anak2nya.

7. Enggannya media pendidikan dan media informasi melaksanakan tugasnya dg benar. Kurikulum pendidikan tdk memberikan porsi yg cukup trhadap pendidikan agama Islam, bahkan ada yg tdk peduli sama sekali.

Semoga bisa bahan renungan dan bermanfaat.

Sumber: Kitab Tauhid, jilid 1, pent. Yayasan Al-Sofwa Jakarta.

Konser Lady Gaga (L)

*Mamoadi*

. Konser Lady GAGA (L)

LIBERAL : "Ustadz apa perlunya umat Islam melarang Lady Gaga konser?"

USTADZ : "Lalu, apa kepentingan ente ngotot Lady Gaga harus konser?"

LIBERAL : "Kan, negara ini bukan milik orang Islam doang. Milik saya juga yg setuju."

USTADZ : "Iya. Kan negara ini bukan milik ente doang. Milik ana juga yang engga setuju. Bikin rusak moral saja."

LIBERAL : "???" "Kalo mau jujur. Konser dangdut juga banyak yg heboh dari Lady Gaga. Lebih seronok. Bikin rusak moral juga."

USTADZ : :|

LIBERAL : "Itu tandanya kita munafik dong. Lady Gaga ditolak. Dangdut seronok tidak diusik. Tidak adil."

USTADZ : "Kalo mobil ente penyok karena ketiban pohon, apa yg ente lakukan?"

LIBERAL : "Ya sy benerin supaya jangan penyok."

USTADZ : "Kalo ente bikin tambah penyok dgn menyuruh temen ente nimpahin mobil ente dgn tiang listrik, bener engga?"

LIBERAL : "Ya bloon namanya."

USTADZ : "Ya itu."

LIBERAL : "Ya itu apa?"

USTADZ : "Ente bloon."

LIBERAL : "Kok saya yg bloon?"

USTADZ : "Udah dangdut seronok bikin rusak moral, ditambah ngundang Lady Gaga. Apa engga tambah penyok tuh moral bangsa ente?!"

LIBERAL : ??????... :s

Malam Pesta Seorang Pengantin Wanita (Kisah Nyata)

*Mamoadi*

KISAH NYATA: MALAM PESTA SEORANG PENGANTIN WANITA

Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.

“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.

Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.”
Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.” Lalu ibunya menambahkan : “Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu”
Anaknya menjawab : “Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat. Ibu, ibu harus tahu “bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta”!!

Ibunya berkata : “ Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang mu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up?? Kamu tidak akan terlihat cantik dimata mereka! dan mereka akan mengolok-olok dirimu!

Anak nya berkata dengan tersenyum : “Apakah ibu takut karena saya tidak akan terrlihat cantik di mata makhluk? Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantik dimata-Nya”.

Lalu dia berwudhu, dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi dia tidak merasa bermasalah dengan itu.

Lalu dia memulai shalatnya. Dan pada saat itu dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya.

Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan Pencipta-Nya.

Ya, ia wafat dalam keadaan bersujud. Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya! Banyak orang tersentuh mendengarkan kisah ini. Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama. Subhanallah

Ibadah Praktis

*Mamoadi*

IBADAH PRAKTIS:
(Ust.Husnulyaqin,Lc di Group Majlis Fiqih)

Alhamdulillah,kita telah memasuki tgl 3,hari Kamis,Ahad pertama,bulan Rajab 1433H

Ada sebagian saudara kita kaum Muslimin,utk menyambut nya dengan melakukan shalat Raghaib.Sunnahkah shalat tersebut?

Shalat Raghaib atau dikenal dg shalat Rajab,adalah shalat 12 rakaat yg dilakukan antara shalat Maghrib&shalat Isya' pd malam Jum'at pertama bulan Rajab.Pd siang hari sebelumnya dianjurkan berpuasa sunnah Rajab.Di setiap rakaat dianjurkan membaca surat al-Fatihah 1x,al-Qadar 3x&al-Ikhlash 12x.Setelah shalat dianjurkan membaca shalawat kpd Nabi sebanyak 70x

Di antara keutamaan yg disebutkan,adalah bahwa dosa org yg melakukannya diampuni walaupun sebanyak buih di lautan dan dpt memberi syafaat utk 700 org dr kalangan kerabatnya

Namun sayang,hadits yg menerangkan tata cara shalat Raghaib & keutamaannya adalah hadits maudhu' (palsu)

Al-Imam an-Nawawi berkata,"Shalat yg dikenal org sbg shalat Raghaib,yakni 12 rakaat antara Maghrib dan Isya' pd malam Jum'at pertama di bulan Rajab dan shalat Nisfu Sya'ban 100 rakaat, mk kdua shalat ini adalah bid'ah munkarah lagi buruk."(Majmu' Syarh al-Muhadzdzab,4/56)

Maka pada asalnya tdk ada shalat khusus pd bulan Rajab,apapun istilahnya & tdk ada anjuran shalat Raghaib pd bulan tsbt

Marilah setiap kita merenungkan hadits berikut:

"Barangsiapa yg mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yg bukan berasal darinya (tdk berpedoman pdnya),mk hal itu tertolak."(HR. Al-Bukhari,no.2647&Muslim,no.1718)

Dalam riwayat Muslim,"Barangsiapa yg melakukan suatu amalan (ibadah) yg tidak kami perintahkan,mk hal itu tertolak."

Dengan demikian,stiap amal ibadah yg kita lakukan tdk akan sia-sia&selalu mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam & smga Allah selalu membrikan petunjukNya. Amin

Utk mengetahui hadits2 lemah&palsu yg berbicara ttg keutamaan amalan bulan Rajab silahkan klik link berikut;

www.alsofwa.com/1824/628-annur-ada-apa-dengan-bulan-rajab-edisi-khusus.html

Tinggalkan Yang Meragukan

*Mamoadi*

# Tinggalkan yang meragukan#

Hakikat ragu adalah apabila sisi benar dan salahnya seimbang.

Hadits dhoif termasuk keraguan. Hadits dhoif yang paling ringan adalah apabila sang rowi memiliki hafalan yang buruk. Yaitu, tingkat kebenaran dan kesalahan  dari hafalan rowi yang berimbang.

Taqlid termasuk keraguan, karena taqlid artinya mengikuti seseorang tanpa mengetahui dalilnya.  Bisa jadi orang yang ia ikuti mempunyai dalil, bisa jadi juga tidak. Kemungkinannya masih berimbang.

Menguasai makna dan kandungan hadits ini berarti Anda menguasai satu kaidah fiqih yang agung. Yaitu kaidah keyakinan tidak bisa dikalahkan dengan sesuatu yang meragukan.

Simak penjelasan Ust Abu Yahya Badrusalam,Lc.

Klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/seri-arbain-annawawiyah---hadits-kesebelas.html

6 Syarat Meraih Ilmu

*Mamoadi*

Wahai saudaraku, ilmu tidak akan diraih kecuali dengan enam syarat dan akan aku ceritakan perinciannya dibawah ini:

Cerdik, perhatian tinggi, sungguh-sungguh, bekal, dengan bimbingan guru dan panjangnya masa.

Setiap ilmu selain Al-Qur’an melalaikan diri kecuali ilmu hadits dan fikih dalam beragama.

Ilmu adalah yang berdasarkan riwayat dan sanad maka selain itu hanya was-was setan.

Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru.

Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya.

Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar,

Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya,

Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya.

Demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa. - Kaifa Turabbi Waladan Shalihan

3 Hal Yg Menjauhkan Hati Dari Allah

*mamoadi*

Imam Ibnul Qayyim :

" Ada tiga hal yg dpt menjauhkn hati dr ALLAH :
-Pintu syubhat yg mewariskn keraguan thdp agama ALLAH.
-Pintu syahwat yg berakibat mengutamakn hawa nafsu drpd taat kpd ALLAH dn mmproleh ridha-NYA.
-Pintu marah yg mewariskn permusuhn thdp makhluk ALLAH "
[Al-Fawaaid <hal 58>]

Perumpamaan Kapal

*Annisa*

“Perumpamaan org2 yg menegakkan hukum2 Allah dan org2 yg melanggarnya adalah bagaikan sebuah kaum yg menaiki sebuah kapal dan berbagi tempat di dlmnya.

Sebagian mrk berada di atas kapal dan sebagian berada di bawah. Adapun org yg berada di bawah apabila mrk hendak mengambil air mrk harus naik ke atas terlebih dahulu.

Maka sebagian mrk berkata:'sebaiknya kita melubangi saja bagian bawah kapal ini sehingga kita tdk perlu mengganggu org2 yg berada di atas kapal.'

Apabila mrk membiarkan org2 bagian bawah kapal melakukan rencana tsb, niscya mrk semua akan binasa.

Adapun bila mrk mencegahnya, maka semua penumpangnya akan selamat“.
(HSR.Bukhari 2313.Tirmidzi 2099).

Hai Bani Israil...

*Abu Riyadl*

Hai Bani Israil...

Allah memanggil kaum Yahudi yang dimurkai Allah dengan panggilan yang lembut..
Hai Bani Israil..
Hai anak-anak Israil..
Bagaimana perasaanmu..
Bila dipanggil dengan menyebut ayah kita yang mempunyai kedudukan..
Wahai anak orang shalih..
Wahai anak bangsawan..
Tentu hati kita akan merasa dihormati..
Allah tidak memanggil mereka dengan panggilan yang buruk..
Agar mereka mau ingat dan bersikap seperti ayah mereka dahulu..
Demikianlah..
Allah mengajarkan kita kelembutan dalam berdakwah..
Suatu ketika..
Beberapa Yahudi melewati Rasulullah..
Lalu mereka berkata, "As Saam 'alaika....
Rupanya Aisyah memahami apa yang mereka maksud..
Marahlah ia..
Dan membalas dengan ucapan yang kasar..
Wa'alaikum as saaam wal laknat..
Mendengar itu..
Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda..
Pelan-pelan wahai Aisyah..
Sesungguhnya Allah itu lembut dan suka kelembutan..                      

Ustadz Abu Yahya Badrusalam

Adab Bergaul - Imam Safi'iy

*Annisa*

Berkata imam syafi'y tentang adab bergaul:

إذا رمت أن تحيا سليماً من الردى
ودينك موفور وعرضك صين
فلا ينطقن منك اللسان بسوأةٍ
فكلك سوؤات وللناس السن
وعيناك إن أبدت إليك معايباً      
 فدعها وقل يا عين للناس أعين
وعاشر بمعروفٍ وسامح من اعتدى
ودافع ولكن بالتي هي أحسن

 ديوان الإمام الشافعي / 114
 المخلاة / 130

Jika engkau ingin hidup tanpa kehinaan…

Agama dan kehormatanmu senantiasa terjaga.

Maka janganlah terucap darimu keburukan seseorang...

Karena setiap yg ada padamu adalah aib, sedangkan orang lain juga memiliki lisan...

Jika matamu menampakkan padamu aib-aib orang lain…

Tinggalkanlah… dan katakan padanya mereka juga punya mata...

Bergaullah engkau dengan baik, maafkanlah orang yg dzalim kepadamu….

Bolehlah engkau lawan orang dzalim itu.. namun tentunya dengan cara yg bijak..

By abu riyad..
www.abu-riyadl.blogspot.com

Keutamaan Membaca Qur'an Di Rumah

*Abu Riyadl*

KEUTAMAAN membaca Alqur'an di rumah  kediaman


Ketika anda dirumah,
Luangkan waktu untuk meletakkan   dan ambil mushaf tuk baca qur'an..

Karena bacaan Alqur'an merupakan dzikir yg terindah..

Ingatlah wahai saudaraku bahwa waktu yg habis buat obrolan belaka itu akan merugikan kita diakhirat..

ingatlah tujuan hidup ini.. Kebahagian akhirat adalah hasil akhir yg kita mimpikan..

 yg ditangan sering melalaikan.. Mari kita kendalikan dg bijak..

Umur setiap detik pastilah berkurang.. gunakan sisa waktu yg telah Allah tetapkan ajalnya ini untuk mengejar amalan yg teringgal..

Anda akan rasakan perbedaannya jika sering anda gunakan rumah ini untuk ibadah...
Niscaya gelisah dan rasa penatnya hati serta fikiran dalam urusan dunia akan banyak terobati..

Mari kita simak apa sabda nabi shalallahu'alaihiwasalam tentang rumah idaman ini:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radhiAllahu'anhu , dari Nabi shalallahu'alaihiwasalam  bersabda;
“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” Al-Bukhari (6407).


Rumah yg tak dilantunkan Alqur'an maka ia seperti quburan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiAllahu'anhu bahwa Rasulullah shalallahu'alaihiwasalam bersabda,
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.”
 Shahih, diriwayatkan Muslim (780).

www.abu-riyadl.blogspot.com
By abu riyadl

Lisan

*Abu Riyadl*

Terkadang kita tidak sadar!! bahwa lisan kita ini , atau bahkan jempol untuk pencet  ini yang sekarang masih menjadi karunia dari Allah Ta'ala namun Bisa jadi petaka, ia bersisifat  lebih tajam dari pada pedang samurai.. Karena pemiliknya lupa dan lalai dalam  penggunaannya, mungkin ia sebagai alat gunjingan, celaan, julukan yg tak pantas, atau pula ungkapan dengki dan dendam.. Ingatlah wahai saudara/i ku.. Disaat engkau berbuat ini maka apa yg ada dihatimu? Kepuasan kah? Atau Rasa kesenangan atas penderitaan saudaramu ? Astagfirloh, apa kata nabi kita?

Baginda nabi  shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepada Muadz bin jabal :
Ketika Mu’adz bertanya  kepada nabi  shallallahu’alaihi wasallam:

يَا نَبِّيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَا خَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ

“Wahai Nabi Allah, apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan ?”
Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam  bersabda.
وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
“Bukankah  yang menjerumuskan orang ke dalam neraka itu melainkan  buah lisannya ?” At-Tirmidzi no. 2616

Ingatlah wahai saudara/i ku.. Umur Kita di dunia ini tak lama .. Maka umur yg terbatas ini hendaknya  digunakan untuk kebaikan.. Dan menghindari maksiat sejeli mungkin.. Agar ketika kita wafat akan mudah mengarungi kehidupann akhirat

Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan pengingat kita  ketika lupa dan khilaf..آميـن اللّـهُمَّ آميـــــن ya rob..

Waspada Terhadap Bid'aha

*Abu Ayaz*

WASPADA TERHADAP BID'AH

Bismillah,
Dari Ummu Mukminin,'Aisyah,dia brkata, "Rasulullah brsabda,'Brgsiapa yg mengada-ngada dlm urusan (agama) km ini yg bukan berasal drnya (tdk brpedoman pdanya),mk ia tertolak."(HR.Al-Bukhari,no.2647&Muslim,no.1718)

Dlm riwayat Muslim, disebutkan, "Brgsiapa yg melakukan suatu amalan (ibadah) yg tdk ada padanya perintah (dr) km,mk ia tertolak."

> Faedah Hadits:
1. Membuat sesuatu(ibadah) yg baru dlm agama Islam,hukumnya haram,meskipun dg niat yg mulia,hati merasa cocok &menerimanya,sbb itu trmasuk perbuatan syaitan

2. Diantara syarat ditrimanya ibadah seseorg disamping ikhlash kpd Allah, adlh ittiba'(mengikuti contoh dr Rasulullah).(Lihat,QS.Al-Bayinah:5;Ali Imran:85&al-An'am:153)

3. Dlm masalah ibadah ada 3 hal yg hrs diperhatikn:

    A. Jk diketahui bahwa syariat memerintahkan suatu ibadah,berarti disyariatkan

    B. Jk syariat melarangnya,berarti ibadah tsbt dilarang

    C. Jk sesuatu itu tdk diketahui trmasuk ibadah,mk ibadah tsbt tdk boleh dilakukan

4. Tdk ada bid'ah hasanah,setiap bid'ah adlh kesesatan &stiap kesesatan tempatnya di neraka

5. Kaidah-kaidah seputar ibadah:
(1) Amalan hrs sesuai dg syariat dlm sebabnya.Misal: Shalat dua rakaat stiap kali memasuki masjid

(2) Amalan hrs sesuai dg syariat dlm jenisnya.Misal:Kurban dg kambing/sapi

(3) Amalan hrs sesuai dg syariat dlm hal ukuran.Misal:Zakat emas adalah 2,5 %

(4) Amalan hrs sesuai dg syariat dlm hal tekhnisnya.Misal: Shalat diawali dg takbir&diakhiri dg salam&tdk sebaliknya

(5) Amalan hrs sesuai dg syariat dlm hal waktunya.Misal:Menyembelih kurban setelah shalat Ied

(6) Amalan hrs sesuai dg syariat dlm hal tempat.Misal:I'tikaf tempatnya di masjid

Dg demikian jk suatu amalan tdk sesuai dg syariat dr sisi sebab,jenis,ukuran,tekhnis, waktu&tempat,mk amalan tsbt "TERTOLAK"&termasuk "BID'AH"

[Syarah al-Arba'in an-Nawawiyah,Syaikh Ibnu al-Utsaimin,Pent.Ibnu Katsir]

Semoga bermanfaat.

Ustadz Gaul

*Abu Ayaz*

Bismillah...
"Wahai Ustadz Gaul, Lagi-lagi kau berulah !!"

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu berkata :

اُنْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ هَذَا الْعِلْمَ فَإِنَّمَا هُوَ دِينٌ

“Perhatikanlah dari siapa kamu mengambil ilmu ini (agama), karena sesungguhnya ia adalah agama” [Riwayat al Khaththib al Baghdadi di dalam al Kifayah, hlm. 121. Dinukil dari Mauqif Ahli Sunnah wal Jama’ah min Ahlil Ahwa` wal Bida`, hlm. 686, karya Dr. Ibrahim bin Amir Ruhaili.]

Ustadz Gaul berkata :
"Puasa hari pertama ganjarannya begini, kedua begini, ketiga begitu.... hingga hari ketiga puluh begono ???"

Banyak para da'i atau muballigh yg membawakan riwayat Keutamaan hari-hari dan malam2 Ramadhan yang diambil dari kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah" halaman 81-86 . Kitab yang berisi tentang keutamaan bulan Rajab, Sya'ban dan Ramadhan. Penulisnya adalah Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi --> bahkan Allameh al-Hilli telah memanggilnya Syekh, dan mengatakan "bahwa dia adalah ahli fiqih kami kaum Syiah, kehormatan kami, dan karakter yang terang dan nyata dari kaum Syiah". Hadisnya telah ditahqiq (diteliti) oleh ulama syi'ah, Mirza Ar-Ridha Irfaniyan. Tentang keutamaan bulan Ramadhan secara detail dari hari ke hari.

Hadis ini katanya diriwayatkan dari Muhammad bin Ibrahim, dari Ahmad bin Matuwiyah Al-Jurjani, dari Ahmad bin Abdullah, dari sofyan bin 'Ayniyah, dari Muawiyah bin Abi Said, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas. (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 81-86)

PERHATIAN !
Hadits ini tidak akan pernah anda temui di dalam kitab-kitab hadits Ahlussunnah Wal Jama'ah (Sunni) yang mu'tabar, sehingga dapat dipastikan hadits ini adalah hadits palsu. Keterangan yang hampir mirip dengan redaksi yang berbeda dan (katanya ) berasal dari riwayat Ali bin Abi Thalib (sumber: Al Majaalis), terdapat dalam kitab Durratun Nasihin pada Bab. Keutamaan Bulan Ramadhan, juz 1 hal. 74-79 versi terjemahan Penerbit Al Munawar Semarang.

Dengan tegas Al Lajnah ad Daimah menyebutkan bahwa hadits tersebut tidak memiliki landasan dan termasuk dalam hadits-hadits dusta terhadap Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam. (al Lajnah ad Daimah Li al Buhuts al Ilmiyah wa al Ifta’ No. 8050),

Hadits palsu tersebut dengan gamblang dan penuh percaya diri disebarkan luaskan salah satunya oleh Ustadz M. Nur Maulana dalam salah satu acara TV Swasta yang dipandu oleh Tukul Arwana,

Walhasil karena kebodohannya, seluruh yang hadir disana bertepuk tangan...

Na'udzubillah !!!

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ.

“Barangsiapa berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya dari Neraka.”

عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَكْذِبُوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ يَكْذِبُ عَلَيَّ فَلْيَلِجِ النَّارَ.

"Dari ‘Ali, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah j, ‘Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku, karena se-sungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka pasti ia masuk Neraka.’” [HSR. Ahmad (I/83), al-Bukhari (no. 106), Muslim (I/9) dan at-Tirmidzi (no. 2660)]

عَنْ الْمُغِيْرَةِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ كَذِباً عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ.

"Dari Mughirah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Se-sungguhnya berdusta atas (nama)ku tidaklah sama seperti berdusta atas nama orang lain. Barangsiapa berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, maka hendak-lah ia mengambil tempat duduknya dari Neraka.” [ HSR. Al-Bukhari (no. 1291) dan Muslim (I/10), diri-wayatkan pula semakna dengan hadits ini oleh Abu Ya’la (I/414 no. 962), cet. Darul Kutub al-‘Ilmiyyah dari Sa’id bin Zaid.

Semoga bermanfaat.

Untukmu Wahai Pemakan Riba

*Abu Ayaz*

UNTUKMU WAHAI PEMAKAN RIBA

*Antara lain bagi yang suka membungakan uang pinjaman

Tahukah anda..
Satu dirham riba lebih berat dari 36 kali berzina..
Demikian yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam musnadnya..
Dishahihkan oleh Muhaddits zaman ini..
Syaikh Al Bani rahimahullah..
Dalam shahih targhib no 1855..
Padahal zina termasuk dosa besar..
Subhanallah..

Tahukah anda..
Riba merusak harta dan menjadikannya sedikit..
Dengarkan sabda Nabi..
"Tidak ada seorangpun yang memperbanyak riba, kecuali akibat akhirnya menjadi sedikit."
Riwayat ibnu Majah dari Abdullah bin Mas'ud dengan sanad yang shahih..

Tahukah anda..
Bahwa riba mempunyai 73 pintu..
Yang paling ringan seperti seseorang yang menyetubuhi ibunya..
Demikian Al Hakim meriwayatkan dalam mustadraknya..
Beliau berkata, "Shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim."

Tahukah anda..
Rasulullah melaknat pemakan riba, yang bertransaksi dengan riba, penulis dan saksinya semua terkena laknat..
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya..
*Maka para pegawai bank konvensional yg jelas2 ada praktek riba  didalamnya(membungakan uang kredit)  akan terkena ancaman hadits ini

Tahukah anda..
Bila telah muncul zina dan riba di suatu desa..
Berarti mereka telah menghalalkan adzab Allah kepada dirinya..
Di riwayatkan oleh Abu Ya'la..
Di hasankan oleh Syaikh Al Bani..

Tidakkah kita merasa takut ya akhi??
Tidakkah anda yakin bahwa Allah yang memberikan rizki ??
Tidakkah anda yakin bahwa ketaqwaan membuka pintu rizki ??
Sedikit namun halal bukankah lebih baik dari pada banyaknya riba..
Ya..
Seorang mukmin pasti mendambakan surga..
Namun surga dikelilingi dengan perkara yang berat..
Ya Rabb..
Beri kami kekuatan..

[Ust. Badrusalam LC]

Semoga bermanfaat

Allah Memerintahkan Kita Untuk Berbuat Adil

*Abu Ayaz*

Allah Memerintahkan Kita untuk Berbuat Adil

Allah ta'ala berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang2 yg beriman, hendaklah kamu menjadi orang2 yg selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dgn adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan.” (QS. Al Maa’idah : 8)

Ketika mengomentari ayat tsb diatas, Syaikh Abu Bakar Al Jazaa’iri hafizhahullah mengatakan, “Allah memerintahkan utk menegakkan keadilan dlm hal hukum dan persaksian…” (Nidaa’atur Rahman, hal. 86)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatakan, “…Setiap kali kalian bersemangat menegakkan keadilan dan bersungguh2 utk menerapkannya maka hal itu akan membuat kalian semakin dekat kpd ketakwaan hati. Apabila keadilan diterapkan dgn sempurna maka ketakwaan pun menjadi sempurna.” (Taisir Karimir Rahman, hal. 224)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan tentang hakikat keadilan. Beliau menerangkan bhw makna adil adalah menunaikan hak kepada setiap pemiliknya. Atau bisa juga diartikan dgn mendudukkan setiap pemilik kedudukan pada tempat yg semestinya [lihat Huquuq Da’at Ilaihal Fithrah wa Qararat Haa Asy Syari’ah, hal. 9]

Dgn demikian inti pengertian adil ialah masalah hak dan kedudukan. Segala sesuatu memiliki hak dan kedudukan. Sampai orang kafir yg tdk memerangi kaum muslimin pun memiliki hak keamanan di dalam Islam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membunuh orang kafir mu’ahad maka tdk akan bisa mencium aroma surga.” (HR. Bukhari)

Sumber : muslim.or.id

Semoga bermanfaat.

Keutamaan Berdo'a Dengan Lirih

*Abu Ayaz*

KEUTAMAAN BERDO'A DENGAN LIRIH

Bismillah,
Dalam kitab "Bada-i'ul Fawa'id", Ibnul Qayyim menyebutkan beberapa keutamaan jika kita berdoa dengan lirih (suara pelan), yaitu :

1. Lebih menunjukkan keimanan, karena yang berdoa lirih mengetahui bahwa Allah Maha Mendengar doanya

2. Lebih menunjukkan sopan santun dan pengagungan, karena seorang hamba atau budak tidaklah berbicara dan meminta kepada tuannya dengan suara yang keras

3. Dengan suara yang lirih lebih memungkinkan seorang untuk merasakan ketundukan dan kekhusyuan yang merupakan ruh, intisari, dan maksud doa dipanjatkan itu sendiri

4. Dengan suara lirih lebih memudahkan untuk ikhlas

5. Dengan suara lirih lebih memudahkan hati untuk berkonsentrasi dalam doa

6. Doa dengan lirih menunjukkan bahwa orang yang berdoa merasa lebih dekat dengan Allah, renungkan “Ketika Zakariya berdoa kepada Tuhannya dengan doa yang lemah lembut” (QS. Maryam: 3)

7. Doa dengan lirih menyebabkan seseorang konsisten berdoa dan meminta kepadaNya

8. Doa dengan lirih, lebih menjauhkan orang yang berdoa dari hal-hal yang memutuskan dan melemahkan doanya

9. Bahwa kenikmatan yang paling nikmat adalah kita menghadap Allah, menyembahNya dan senantiasa berhubungan denganNya, namun sembari menjaga kerahasiaan hubungan dan ibadah kita tersebut (dan itu lebih mudah didapatkan dengan doa yang lirih -pent)

10. Bahwa hakikat doa adalah berzikir kepadaNya sembari meminta dariNya dan memujiNya dengan nama-nama dan sifat-sifatNya, maka doa adalah zikir plus tambahan.

Syaikh Dr. Muhammad Al Qahthani

[Diringkas dari Bada-I’ul Fawa-id hal 842-848]

Semoga bermanfaat

Sahabat Yg Banyak Riwayatkan Hadits

*fb Fathul Baari*


5

Di Balik Merdunya Nyanyian dan Indahnya Lukisan

Di Balik Merdunya Nyanyian dan Indahnya Lukisan
http://muslimah.or.id/manhaj/di-balik-merdunya-nyanyian-dan-indahnya-lukisan.html

Penulis: Ummu Asma’
Siapa yang suka menyanyi atau menggambar? Atau siapa yang suka mendengarkan musik? Mungkin ada banyak orang akan menjawab “Saya!” Ketiga kegiatan tersebut menurut sebagian besar orang bagaikan garam dalam masakan. Banyak orang mengatakan dengan mendengarkan musik atau menggambar akan menjadikan hati yang sedih menjadi terhibur. Namun maukah kalian, wahai saudariku, melihat apa yang AllahTa’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perbuat terhadapnya? Jika memang kita mengaku sebagai hamba Allah serta pengikut Rasulullah yang setia, hendaknya kita memperhatikan masalah ini dengan sungguh-sungguh.

Dibalik Merdunya Nyanyian dan Musik
Mungkin ada di antara kita yang pernah mendengar bahwa Islam melarang adanya musik dan gambar. Padahal telah kita ketahui bahwa sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya pasti memiliki banyak keburukan bagi manusia.
Allah Ta’ala berfirman, “Dan di antara manusia ada yang mempergunakan perkataan (suara) yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.” (QS. Luqman: 6)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata tentang ayat ini, “Al-Lahwu (suara) di sini adalah lagu (ghina‘).” Pendapat yang sama juga dikeluarkan oleh Ikrimah, Mujahid, al-Hasan, Sa’id bin Zubair, Qatadah dan Ibrahim rahimakumullah yang menyatakan bahwa yang dimaksud al-lahwu adalah lagu. Hasan Al-Basri berkata bahwa ayat tersebut turun untuk menjelaskan tentang nyanyian dan seruling.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Nanti pasti ada beberapa kelompok dari umatku yang menganggap bahwa zina, sutra, arak dan musik hukumnya halal, (padahal itu semua hukumnya haram).” (HR. Imam Bukhari dan Abu Dawud)
Saudariku, sebenarnya mengapa Allah dan Rasul-Nya membenci musik dan nyanyian? Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan beberapa di antara bahayanya:
  • Musik bagi jiwa seperti arak karena banyak orang yang melakukan berbagai kekejian seperti zina dan penganiayaan dikarenakan mabuknya musik dan penyanyi yang membawakannya. Al-Fadhil bin ‘Iyadh berkata, “Nyanyian adalah tangga menuju zina.”
  • Musik dapat menyebabkan pecandunya lebih mencintai penyanyi atau pemain musik lebih daripada cintanya kepada Allah sehingga cintanya tersebut dapat menjatuhkannya ke dalam kesyirikan tanpa dia sadari.
  • Musik melalaikan manusia dari ketaatan kepada Allah. Berapa banyak orang yang lebih menyukai musik daripada mendengarkan Al-Qur’an? Berapa banyak orang yang melalaikan sholat karena hatinya tertambat pada lagu atau musik? Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, “Tidak seorang pun yang mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia sendiri tidak merasa. Andaikata ia mengerti hakikat kemunafikan pasti ia akan melihat kemunafikan itu di dalam hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati seseorang antara ” cinta nyanyian” dan “cinta Al-Qur’an”, kecuali yang satu mengusir yang lain.” Juga perkataan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, “Nyanyian menimbulkan kemunafikan dalam hati seperti air menumbuhkan sayuran, sedang dzikir menumbuhkan iman dalam hati seperti air menumbuhkan tanaman.” Serta Imam Ahmad rahimahullah, “Nyanyian itu dapat menumbuhkan kemunafikan di dalam hati.”Kemudian ketika ditanya tentang syair-syair Arab yang dinyanyikan, beliau berkata,“Aku tidak menyukainya, ia adalah amalan baru, tidak boleh duduk bersama untuk mendengarkannya.”
Jumhur ulama berpendapat bahwa musik dan nyanyian adalah sesuatu yang terlarang, seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Asy-Syafi’i yang berpendapat bahwa nyanyian itu tidak disukai (baca = haram) karena menyerupai kebatilan, adapun mendengarkan lagu adalah termasuk dosa.
Nyanyian yang Diperbolehkan
Namun benarkah, dalam Islam semua bentuk nyanyian terlarang? Perlu kita ketahui bahwa ada beberapa nyanyian tanpa musik yang diperbolehkan dalam Islam, yaitu:
1. Nyanyian di hari raya yang dilakukan oleh wanita. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.
“Rasulullah masuk menemui ‘Aisyah. Di dekatnya ada dua anak perempuan yang sedang memainkan rebana. Lalu Abu Bakar membentak mereka, maka Rasulullah bersabda: biarkanlah mereka, karena setiap kaum mempunyai hari raya dan hari raya kita adalah hari ini.” (HR. Bukhari)
2. Nyanyian yang diiringi terbang (rebana) pada waktu pernikahan dengan maksud memeriahkan atau mengumumkan akad nikah dan mendorong orang untuk menikah tanpa berisi pujian akan kecantikan seseorang atau pelanggaran terhadap syari’at. Namun nyanyian ini dinyanyikan oleh wanita dan diperdengarkan di kalangan wanita pula.
Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata, “Pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke tempatku ketika saya menikah. Beliau duduk di atas kasurku dan jarak beliau dengan saya seperti jarak tempat dudukku dengan tempat dudukmu. Untuk memeriahkan pernikahan kami, beberapa orang gadis tetangga kami menabuh rebana dan menyanyikan lagu-lagu yang mengisahkan para pahlawan Perang Badar. Ketika mereka asyik bernyanyi, ada salah seorang di antara mereka yang mendendangkan, ‘Di tengah-tengah kita ada Nabi yang mengetahui apa yang akan terjadi besok.’ Mendengar syair seperti itu Nabi berkata kepadanya, ‘Tinggalkan ucapan seperti itu! Bernyanyilah seperti nyanyian-nyanyian sebelumnya saja!’” (HR. Bukhari)
3. Nyanyian pada waktu kerja yang mendorong untuk giat dan rajin bekerja terutama bila mengandung do’a atau nyanyian yang berisi tauhid atau cinta kepada Rasulullah yang menyebut akhlaknya atau berisi ajakan jihad, memperbaiki budi pekerti, mengajak persatuan, tolong-menolong sesama umat atau menyebut dasar-dasar Islam.
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan rahimahullah berkata bahwa syair-syair yang diperdengarkan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah dilantunkan dengan paduan suara semacam nyanyian-nyanyian, dan tidak pula dinamakan nasyid-nasyid Islami, namun ia hanyalah syair-syair Arab yang mencakup hukum-hukum dan tamtsil(permisalan), penunjukan sifat keperwiraan dan kedermawanan. Selain itu, para sahabat melantunkannya secara sendirian dikarenakan makna yang terdapat di dalamnya. Mereka melantunkan sebagai syair ketika bekerja yang melelahkan, seperti membangun (masjid) serta berjalan di waktu malam saat safar (jihad). Maka perbuatan mereka ini menunjukkan atas diperbolehkannya lantunan (syair) ini, dalam keadaan khusus (seperti) ini. Selain itu, mereka tidak pernah menjadikan nyanyian sebagai kebiasaan yang dilakukan terus-menerus, karena para shahabat adalah generasi yang selalu mengisi hari-harinya dengan Al-Qur’an dan tidak pernah tersibukkan dengan selain Al-Qur’an.
4. Adapun terbang (rebana) hanya boleh dimainkan pada waktu hari raya serta pernikahan dan tidak boleh dipakai ketika berdzikir seperti yang biasa dilakukan oleh kaum sufi, karena Rasulullah dan para shahabatnya tidak pernah melakukannya.
Obat Bagi Hati
Jika setiap penyakit ada obatnya, maka bagaimana cara untuk mengobati kecanduan akan musik dan nyanyian? Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah menyebutkan 3 cara menghindari nyanyian dan musik:
1. Menjauhkan diri dari mendengarkan nyanyian dan musik melalui televisi, radio, dan lain-lain, terutama lagu-lagu yang seronok.
2. Membaca Al-Qur’an, terutama surat Al-Baqarah.
Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)
3. Mempelajari riwayat hidup Rasulullah sebagai seorang yang berakhlak mulia serta para shahabatnya.
Untuk pertama kali, mungkin masih ada yang merasa sulit untuk menghilangkan kebiasaan mendengarkan musik. Namun saudariku, kita harus yakin bahwa dalam setiap larangan-Nya selalu ada hikmah yang besar bagi kita.
Hakikat Dibalik Keindahan Lukisan, Gambar dan Patung
Hakikat diutusnya para nabi dan rasul adalah untuk mendakwahkan kepada manusia agar menyembah pada Allah semata, yaitu memurnikan aqidah dari kesyirikan. “Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (yang berseru) sembahlah Allah dan tinggalkan thaghut itu. ” (QS. An-Nahl: 36)
Pada zaman dahulu, banyak orang menjadi kafir karena menyembah patung di samping menyembah Allah ‘Azza wa Jalla sebagaimana orang-orang Quraisy yang kafir karena menyembah berhala. Awal mula penyembahan patung adalah karena sikap orang-orang pada zaman Nuh ‘alahissalam berlebihan dalam mengagungkan orang shalih. Setelah orang-orang shalih itu meninggal, mereka kemudian membuat patung orang-orang shalih tersebut yang lama-kelamaan menjadikannya sebagai sesembahan. Inilah salah satu sebab mengapa Islam melarang memajang patung maupun membuat gambar makhluk bernyawa karena hal itu dapat menjadi sarana terjadinya kesyirikan.
Banyak orang yang berkata bahwa sekarang ini sudah tidak ada orang yang menyembah patung lagi. Namun hal tersebut adalah sebuah kekeliruan besar. Berapa banyak orang-orang yang kufur (Nasrani, Hindu, Budha, dll) karena mereka lebih memilih menyembah patung yang tidak memiliki kekuasaan sedikitpun daripada menyembah Allah ‘Azza wa Jalla? Apakah patung-patung tersebut mampu melindungi pemujanya ketika mereka dalam kesusahan? Jangankan membela pemujanya, membela diri mereka saja mereka tidak akan bisa. Yang ada justru pemujanya yang melindungi mereka, karena bagaimanapun patung-patung itu adalah benda mati yang dibuat oleh manusia.
Benarkah Islam telah melarang adanya patung dan membuat gambar-gambar makhluk bernyawa? Lalu apa buktinya? Allah Ta’ala berfirman, “Dan mereka berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwad, Yaghuts, Ya’uq dan Nashr. Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia).’” (QS. Nuh: 23-24)
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangiku. waktu itu tirai penutup bilik saya berupa kain tipis yang penuh dengan gambar (dalam riwayat lain disebutkan: terdapat gambar kuda-kuda bersayap.) Melihat tirai tersebut, beliau merobeknya dan wajahnya terlihat merah padam. Beliau kemudian bersabda, ‘Wahai ‘Aisyah, manusia yang disiksa dengan siksaan yang paling keras pada hari kiamat kelak adalah orang-orang yang membuat sesuatu yang menyerupai ciptaan Allah’ (Dalam riwayat lain: ‘Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini kelak akan disiksa dan dikatakan kepadanya, ‘Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan ini!” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar tidak akan dimasuki malaikat.”) ‘Aisyah berkata, ‘Saya kemudian memotong kain tersebut dan menjadikan sebuah bantal atau dua bantal. (Saya kemudian melihat beliau duduk di atas salah satu dari dua bantal itu meskipun bantal tersebut masih bergambar.)’” (HR. Bukhari, Muslim, Al-Baihaqi, Al-Baghawi, Ats-Tsaqafi, ‘Abdurrazaq dan Ahmad)
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta’ala mengomentari hadist tersebut dengan adanya dua petunjuk:
Pertama, haramnya menggantung gambar atau sesuatu yang mengandung gambar.
Kedua, larangan membuat gambar, baik berupa patung maupun gambar biasa. Dengan kata lain menurut mayoritas ulama, baik yang memiliki bayangan (3 dimensi) atau tidak.
Hadist di atas dikuatkan dengan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang mengisahkan bahwa Jibril ‘alaihissalam mendatangi rumah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata kepada beliau, “Sesungguhnya di dalam rumah tersebut terdapat korden yang bergambar. Oleh karena itu, hendaklah kalian memotong kepala gambar-gambar tersebut, lalu jadikanlah sebagai hamparan atau bantal, lalu gunakanlah untuk bersandar, karena kami tidak mau memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah memerintahkan Ali bin Abi Thalibradhiyallahu ‘anhu, “Jangan kau biarkan patung-patung itu sebelum kau jadikan tidak berbentuk dan jangan pula kau tinggal kuburan yang menggunduk tinggi sebelum kau ratakan.” (HR. Muslim)
Adapun gambar bagian-bagian tubuh kecuali muka adalah diperbolehkan menurut sebagian ulama semisal gambar tangan, kaki, dan lain-lain. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah, “Di dalam rumah itu terdapat tirai dari kain tipis yang bergambar patung dan di dalam rumah itu terdapat seekor anjing. Perintahkan agar gambar kepala patung yang berada di pintu rumah itu dipotong sehingga bentuknya menyerupai pohon, dan perintahkan agar tirai itu dipotong dan dijadikan dua buah bantal untuk bersandar dan perintahkan agar anjing itu dikeluarkan dari rumah.” (HR. At-Tirmidzi dalam Al-Adab 2806)
Bahaya Patung dan Gambar
Islam tidak mengharamkan sesuatu kecuali adanya bahaya yang mengancam agama, akhlak dan harta manusia. Islam melarang patung dan gambar makhluk bernyawa karena banyak mendatangkan bahaya:
1. Patung dan gambar dapat menjadi sarana kesyirikan, karena awal mula dari kesyirikan dan kekufuran adalah adanya pemujaan terhadap patung dan berhala.
2. Pada masa sekarang ini banyak dipasang gambar-gambar wanita yang terbuka auratnya di sepanjang jalan dengan ukuran sangat besar. Hal ini seakan-akan sudah dianggap sebagai sesuatu yang biasa, padahal Islam sangat memuliakan wanita. Namun justru wanita sendiri yang rela dirinya dieksploitasi dengan dalih seni dan keindahan.
3. Manusia yang paling pedih siksanya adalah pelukis dan pembuat gambar karena mereka meniru ciptaan Allah.
Orang yang paling mendapat siksa pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (pelukis)” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sesungguhnya pemilik gambar ini akan diadzab dan akan dikatakan kepada mereka. Hidupkanlah apa yang telah engkau ciptakan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Membuat patung dan gambar adalah merupakan pemborosan karena biaya yang dihabiskan untuk membuat maupun membelinya kadang sampai mencapai jutaan rupiah.
5. Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar atau lukisan makhluk yang bernyawa. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah, “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan lukisan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Gambar dan Patung yang Diperbolehkan
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menyebutkan bahwa terdapat beberapa gambar dan patung yang diperbolehkan, yaitu:
1. Gambar dan patung selain makhluk bernyawa.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Apabila anda harus membuat gambar, gambarlah pohon atau sesuatu yang tidak ada nyawanya.” (HR.Bukhari)
2. Gambar-gambar yang dipasang di kartu pengenal seperti paspor, SIM dan lain-lain yang diperbolehkan karena keperluan darurat.
3. Foto penjahat agar mereka dapat ditangkap untuk dihukum.
4. Barang mainan anak perempuan yang dibuat dari kain seperti boneka berupa anak kecil yang dipakaikan baju dengan maksud untuk mendidik rasa kasih sayang pada anak perempuan. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Saya bermain-main dengan boneka berbentuk anak perempuan di depan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari)
5. Diperbolehkan gambar yang dipotong kepalanya sehingga tidak menggambarkan makhluk bernyawa lagi. Hal ini berdasarkan perintah malaikat Jibril ‘alaihissalam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memotong kepala gambar seperti pada hadist yang telah disebutkan sebelumnya.
Demikianlah bagaimana agama yang hanif (lurus) ini telah menggariskan yang terbaik bagi manusia. Hanya orang-orang yang beriman yang akan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya dengan bersegera dan penuh keikhlasan. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Allahu Ta’ala a’lam.
Maraji’:
Adab Az-Zifaf (edisi terjemah) karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Bimbingan UntukPribadi dan Masyarakat (Taujihaat Islamiyyah) karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Al-Amru bil Ittiba’ wan Nahyu ‘anil Ibtida’ (edisi terjemah) karya Imam As-Suyuthi