Showing posts with label abu riyadl. Show all posts
Showing posts with label abu riyadl. Show all posts

Saturday, March 23, 2013

Hai Bani Israil...

*Abu Riyadl*

Hai Bani Israil...

Allah memanggil kaum Yahudi yang dimurkai Allah dengan panggilan yang lembut..
Hai Bani Israil..
Hai anak-anak Israil..
Bagaimana perasaanmu..
Bila dipanggil dengan menyebut ayah kita yang mempunyai kedudukan..
Wahai anak orang shalih..
Wahai anak bangsawan..
Tentu hati kita akan merasa dihormati..
Allah tidak memanggil mereka dengan panggilan yang buruk..
Agar mereka mau ingat dan bersikap seperti ayah mereka dahulu..
Demikianlah..
Allah mengajarkan kita kelembutan dalam berdakwah..
Suatu ketika..
Beberapa Yahudi melewati Rasulullah..
Lalu mereka berkata, "As Saam 'alaika....
Rupanya Aisyah memahami apa yang mereka maksud..
Marahlah ia..
Dan membalas dengan ucapan yang kasar..
Wa'alaikum as saaam wal laknat..
Mendengar itu..
Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda..
Pelan-pelan wahai Aisyah..
Sesungguhnya Allah itu lembut dan suka kelembutan..                      

Ustadz Abu Yahya Badrusalam

Adab Bergaul - Imam Safi'iy

*Annisa*

Berkata imam syafi'y tentang adab bergaul:

إذا رمت أن تحيا سليماً من الردى
ودينك موفور وعرضك صين
فلا ينطقن منك اللسان بسوأةٍ
فكلك سوؤات وللناس السن
وعيناك إن أبدت إليك معايباً      
 فدعها وقل يا عين للناس أعين
وعاشر بمعروفٍ وسامح من اعتدى
ودافع ولكن بالتي هي أحسن

 ديوان الإمام الشافعي / 114
 المخلاة / 130

Jika engkau ingin hidup tanpa kehinaan…

Agama dan kehormatanmu senantiasa terjaga.

Maka janganlah terucap darimu keburukan seseorang...

Karena setiap yg ada padamu adalah aib, sedangkan orang lain juga memiliki lisan...

Jika matamu menampakkan padamu aib-aib orang lain…

Tinggalkanlah… dan katakan padanya mereka juga punya mata...

Bergaullah engkau dengan baik, maafkanlah orang yg dzalim kepadamu….

Bolehlah engkau lawan orang dzalim itu.. namun tentunya dengan cara yg bijak..

By abu riyad..
www.abu-riyadl.blogspot.com

Keutamaan Membaca Qur'an Di Rumah

*Abu Riyadl*

KEUTAMAAN membaca Alqur'an di rumah  kediaman


Ketika anda dirumah,
Luangkan waktu untuk meletakkan   dan ambil mushaf tuk baca qur'an..

Karena bacaan Alqur'an merupakan dzikir yg terindah..

Ingatlah wahai saudaraku bahwa waktu yg habis buat obrolan belaka itu akan merugikan kita diakhirat..

ingatlah tujuan hidup ini.. Kebahagian akhirat adalah hasil akhir yg kita mimpikan..

 yg ditangan sering melalaikan.. Mari kita kendalikan dg bijak..

Umur setiap detik pastilah berkurang.. gunakan sisa waktu yg telah Allah tetapkan ajalnya ini untuk mengejar amalan yg teringgal..

Anda akan rasakan perbedaannya jika sering anda gunakan rumah ini untuk ibadah...
Niscaya gelisah dan rasa penatnya hati serta fikiran dalam urusan dunia akan banyak terobati..

Mari kita simak apa sabda nabi shalallahu'alaihiwasalam tentang rumah idaman ini:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radhiAllahu'anhu , dari Nabi shalallahu'alaihiwasalam  bersabda;
“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” Al-Bukhari (6407).


Rumah yg tak dilantunkan Alqur'an maka ia seperti quburan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiAllahu'anhu bahwa Rasulullah shalallahu'alaihiwasalam bersabda,
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.”
 Shahih, diriwayatkan Muslim (780).

www.abu-riyadl.blogspot.com
By abu riyadl

Lisan

*Abu Riyadl*

Terkadang kita tidak sadar!! bahwa lisan kita ini , atau bahkan jempol untuk pencet  ini yang sekarang masih menjadi karunia dari Allah Ta'ala namun Bisa jadi petaka, ia bersisifat  lebih tajam dari pada pedang samurai.. Karena pemiliknya lupa dan lalai dalam  penggunaannya, mungkin ia sebagai alat gunjingan, celaan, julukan yg tak pantas, atau pula ungkapan dengki dan dendam.. Ingatlah wahai saudara/i ku.. Disaat engkau berbuat ini maka apa yg ada dihatimu? Kepuasan kah? Atau Rasa kesenangan atas penderitaan saudaramu ? Astagfirloh, apa kata nabi kita?

Baginda nabi  shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepada Muadz bin jabal :
Ketika Mu’adz bertanya  kepada nabi  shallallahu’alaihi wasallam:

يَا نَبِّيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَا خَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ

“Wahai Nabi Allah, apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan ?”
Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam  bersabda.
وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
“Bukankah  yang menjerumuskan orang ke dalam neraka itu melainkan  buah lisannya ?” At-Tirmidzi no. 2616

Ingatlah wahai saudara/i ku.. Umur Kita di dunia ini tak lama .. Maka umur yg terbatas ini hendaknya  digunakan untuk kebaikan.. Dan menghindari maksiat sejeli mungkin.. Agar ketika kita wafat akan mudah mengarungi kehidupann akhirat

Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan pengingat kita  ketika lupa dan khilaf..آميـن اللّـهُمَّ آميـــــن ya rob..

Wednesday, January 9, 2013

Pendidikan Anak Usia Dini

*Kholid Syamhudi*

Pendidikan Anak Usia Dini (PA 1)

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan pendidikan anak. Salah satu bukti perhatian Islam terhadap anak adalah perintah Rasulullah kepada kaum muslimin agar memerintahkan anak-anak mereka untuk melaksanakan shalat. Beliau bersabda,

“Perintahkan anak-anak kalian agar melaksanakan shalat saat mereka berusia 7 tahun, dan pukullah mereka (bila mereka enggan) saat mereka telah berusia 10 tahun. Dan, pisahkanlah tempat tidur mereka.”(Diriwayatkan oleh Abu dawud dengan sanad yang hasan).
Islam mengajarkan kepada pengikutnya agar mendidik anak-anak mereka beribadah kepada Rabbnya melalui shalat. Hal ini merupakan perhatian yang sangat mendasar, yaitu mentauhidkan Allah ta’ala. Bahkan, ia merupakan muara dari perhatian Islam terhadap pemeluknya. Berikut ini, contoh lain yang merupakan gambaran sederhana bahwa Islam sangat memperhatikan pendidikan anak.

Pendidikan Anak Usia Dini (PA 2 - Masa Mencari Pasangan)

Islam telah memperhatikan pendidikan anak sebelum keberadaannya di dunia ini, yaitu Islam memberikan rambu-rambu dalam memilih lahan yang baik untuk menanam benih, Islam memberikan arahan untuk memilih seorang istri yang baik agamanya tanpa menafikan harta, kedudukan, dan kecantikan. Islam menganjurkan ummatnya agar lebih memprioritaskan calon pasangan hidup yang baik agamanya. Bahkan, memberikan jaminan keberuntungan bagi orang yang benar-benar memprioritaskan pilihannya tersebut. Rasulullah bersabda,
“Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi” (HR.al-Bukhari dan Muslim)
Begitu pula dengan wanita, hendaknya memilih suami yang sepadan. Mendahulukan laki-laki yang bagus agamanya dan berakhlak. Rasulullah memberikan pengarahan kepada para wali dengan bersabda,
“Bila datang kepadamu orang yang kamu sukai agama dan akhlaknya (untuk melamar anakmu), maka kawinkanlah. Jika tidak kamu lakukan, niscaya terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar” (HR. at-Tirmidzi)
Demikian pula Islam memberikan petunjuk saat pasangan suami istri melakukan hubungan intim.
Hendaknya seorang suami menyebut nama Allah dan berdoa, mohon perlindungan dari ulah setan. Dan, bahkan memberikan jaminan keamanan bagi anak yang dihasilkan dari hubungan tersebut bila Allah menakdirkan. Beliau bersada,
“Jika seseorang di antara kamu hendak menggauli istrinya, membaca,
بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
“Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami”. Maka andaikata ditakdirkan keduanya mempunyai anak, niscaya tidak ada syaitan yang dapat mencelakakannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Pendidikan Anak Usia Dini (PA 3 - Masa Dalam Kandungan)

Islam memperbolehkan ibu hamil tidak berpuasa pada bulan Ramadhan demi janin yang dikandungnya.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah membebaskan separuh shalat bagi orang yang bepergian, dan (membebaskan) puasa bagi orang yang bepergian, wanita menyusui dan wanita hamil” (HR. Abu Dawud)
Masa Pasca Kelahiran
Islam memberikan petunjuk tentang apa yang hendaknya dilakukan setelah bayi terlahir di antaranya adalah:
1. Menyampaikan kabar gembira dan ucapan selamat atas kelahiran.
2. Mentahnik anak (mengunyahkan kurma ke mulut bayi yang baru lahir)
3. Memberi nama yang baik.
4. Mengaqiqahkan.
5. Mencukur rambutnya, ditimbang dan bersedekah seberat timbangannya yang senilai dengan harga perak.
6. Khitan.



Pendidikan Anak Usia Dini (PA 4 - Masa anak-anak)

Periode usia dini dalam kehidupan anak merupakan periode yang amat kritis dan paling penting. Periode ini mempunyai pengaruh yang sangat mendalam dalam pembentukan pribadinya. Apapun yang terekam dalam benak anak, akan tampak pengaruh-pengaruhnya dengan nyata pada kepribadiannya ketika dewasa.
Karena itu, Islam -agama yang mulia ini- memberikan perhatian kepada mereka, di antaranya;
1. Menganjurkan kepada para orangtua/pendidik agar memberikan kasih sayang yang cukup pada anak-anak.
Abu Hurairah memberitakan bahwa al-Aqra’ bin Habis pernah melihat Rasulullah mencium al-Hasan, lalu ia mengatakan, sungguh aku mempunyai 10 anak, aku tak pernah mencium seorang anak pun di antara mereka. Mendengar hal itu beliau kemudian bersabda,
إِنَّهُ مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ
“Sungguh barangsiapa yang tidak menyayangi, niscaya ia tak akan disayangi” (HR. Muslim, no. 6170)
Bahkan, beliau menegaskan,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orang tua dan tidak menyayangi anak-anak kecil di kalangan kami” (HR. Ahmad, no. 6937 )a

2. Menganjurkan kepada orangtua dan para pendidik agar mengajari mereka adab yang baik.
Nabi kita yang mulia Muhammad beliau mengajarkan adab yang baik kepada si kecil Umar bin Abi Salamah. Umar menceritakan masa kecilnya seraya mengatakan, “Tatkala aku dalam asuhan Rasulullah (saat makan) tanganku kesana kemari di nampan. Lalu, beliau mengatakan kepadaku,
يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Wahai anak kecil, ucapkanlah bismillah terlebih dahulu, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang berada di dekatmu terlebih dahulu’” (HR. Muslim, no. 5388 ).
Demikian contoh pengajaran Islam yang terkait dengan anak. Masih banyak adab-adab yang lain, seperti mengajari kalimat-kalimat yang baik, mengucap alhamdulillah saat bersin, melatih mengucapkan salam dan menjawabnya bila ada orang yang memberi salam kepadanya, mengenakan pakaian dimulai dari bagian kanan, demikian pula saat mengenakan sandal atau sepatu, menahan mulut dan menutupnya jika menguap, dan jangan sampai bersuara. dll

3. Menganjurkan kepada orangtua/pendidik agar mengajari anak-anak aqidah yang benar.
Ibnu Abbas pernah bercerita tentang masa kecilnya, ia menuturkan; “Aku pernah berada di belakang Nabi (maksudnya: membonceng –ed), (tiba-tiba) beliau mengatakan, “Wahai anak kecil, jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau minta, mintalah kepada Allah. Jika engkau minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah” (HR. at-Tirmidzi, ia mengatakan, “hasan shahih“)
4. Menganjurkan orangtua/pendidik agar mendidik anak-anak supaya berbakti kepada kedua orangtua sepanjang hidupnya baik selagi orangtua masih hidup maupun telah meninggal dunia.
Allah berfirman, artinya, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Luqman: 14)

Allahu a’lam
               ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊
Pembangunan Ponpes ibnu Abbas, Sragen info www.binabbas.org/donasi
-------------------------------


Keutamaan Shalat Isyraq

*Abu Riyadl*

Keutamaan Shalat Isyraq

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ ».
Dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang shalat subuh berjama'ah, kemudian duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala haji dan umrah." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menambahkan: "Sempurna..sempurna..sempurna..." (HR. At Turmudzi 589 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

Syaikh Mukhtar As Sinqithi memberikan penjelasan hadis ini, bahwa keutamaan ini hanya dapat diraih jika terpenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:
Pertama, Shalat subuh secara berjama'ah. Sehingga tidak tercakup di dalamnya orang yang shalat sendirian. Dlahir kalimat jama'ah di hadis ini, mencakup jama'ah di masjid, jama'ah di perjalanan, atau di rumah bagi yang tidak wajib jama'ah di masjid karena udzur.
Kedua, duduk berdzikir. Jika duduk tertidur, atau ngantuk maka tidak mendapatkan fadlilah ini. Termasuk berdzikir adalah membaca Al Qur'an, beristighfar, membaca buku-buku agama, memebrikan nasehat, diskusi masalah agama, atau amar ma'ruf nahi mungkar.
Ketiga, duduk di tempat shalatnya sampai terbit matahari. Tidak boleh pindah dari tempat shalatnya. Sehingga, jika dia pindah untuk mengambil mushaf Al Qur'an atau untuk kepentingan lainnya maka tidak mendapatkan keutamaan ini. Karena keutamaan (untuk amalan ini) sangat besar, pahala haji dan umrah sempurna..sempurna. sedangkan maksud (duduk di tempat shalatnya di sini) adalah dalam rangka Ar Ribath (menjaga ikatan satu amal dengan amal yang lain), dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kemudian duduk di tempat shalatnya." Kalimat ini menunjukkan bahwa dia tidak boleh meninggalkan tempat shalatnya. Dan sekali lagi, untuk mendapatkan fadlilah yang besar ini, orang harus memberikan banyak perhatian dan usaha yang keras, sehingga seorang hamba harus memaksakan dirinya untuk sebisa mungkin menyesuaikan amal ini sebagaimana teks hadis.
Keempat, shalat dua rakaat. Shalat ini dikenal dengan shalat isyraq. Shalat ini dikerjakan setelah terbitnya matahari setinggi tombak.
(lih. Syarh Zaadul Mustaqni' oleh Syaikh Syinqithi 3/68).

Tp perlu diingat, kitajuga mempertimbangkan hal hal yg lebih wajib dari itu, dari mengurus keluarga.dll. Karena amalan sunah tidak kita menangkan diatas kwajiaban sebagai kepala rumah tangga.
Maka menunggu suruq ini hendaknya dilakukan jika ada waktu. Smg sunah ini tetap hidup.

Pahala Berdzikir Setelah Subuh Hingga Matahari Terbit

*Abu Riyadl*

PAHALA ORANG YANG DUDUK DITEMPAT SHALATNYA SETELAH SHALAT SUBUH, BERDZIKIR KEPADA ALLAH HINGGA MATAHARI TERBIT.

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : مَنْ صَلَّى اْلفَجْرَ فِيْ جَماَعَةٍ ثُمَّ تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ  قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : تَامَّةً تَامَّةً تَامَّةً.( حسن بشواهده : رواه الترمذي ( 586).
عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَسْنَاءَ  (صحيح: رواه مسلم ( 670)، ورواية الطبراني (2/150)، ضعفها الألباني في (( ضعيف الترغيب)) .(371).
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  ع لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً ( حسن: رواه أبو داود (3667)، وخرجه الألباني في (( الصحيحة)) 2916).س

Artinya:
Dari Anas bin malik berkata: Rasulullah telah bersabda: Barangsiapa shalat subuh berjaah kemudian dia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit lalu dia shalat dua rakaat maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan umrah, Rasulullah sholallahu alaihi wasalam bersabda ” sempurna, sempurna, sempurna,” (Hadits Hasan: HR at-Tirmidzi:586 )

Dari Jabir bin Samrah telah berkata: Dahulu Nabi sholallahu alaihi wasalam  apabila shalat shubuh duduk (dalam keadaaan menyilang) sampai matahari terbit dengan sangat baik.” (HR. Muslim (670), Thabrani(II/150), Imam al-Bani mendhai`fkannya di “ Dha`if at-Tarhib” (371)).

Dari Anas bin Malik telah berkata; Rasulullah telah bersabda: “Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat shubuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat budak dari keturunan bani Israil, dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat ashar hingga terbenamnya matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat budak” (Hasan, diriwayatkan Abu Dawud (3667), dan Imam al-Bani mengeluarkannya di “as-Shahihah” (2916).)Pa

Hati-hati Menyebarkan Info Agama

*Abu Riyadl*

HATI HATILAH DALAM MENYEBARKAN INFO AGAMA

Jangan terburu buru kita menyebutnya sebagai amalan yang berpahala
Bisa jadi apa yang kita sebutkan itu hanyalah karangan manusia belaka, bukan dari wahyu dari Allah Ta’ala
Padahal agama ini adalah HA
K milik Allah, bagaimana bisa  manusia mengarangnya tanpa  wahyu!
Sering kita dapat broadchast yang demikian:
amalan ini dapat ini, amalan ini dan itu jika dibaca sekian ribu akan mendapat ini dan itu....

subhanallah begitu mudahnya kita menjanjikan sesuatu. Padahal itu adalah HAK ALLAH Ta’ala

Allah Ta’ala berfirman:
وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ
“Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta atas nama Allah, wajah-wajah mereka menjadi hitam.” (QS. Az-Zumar: 60)

Dalam hadits mutawatir disebutkan:
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 107 dan Muslim no. 3)

Dalam hadits lain Al-Mughirah radhiallahu anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta atas nama orang lain. Karena barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 1209 dan Muslim no. 4)

Mari kita berhati hati dalam bertindak..
Niat yang baik perlu diluruskan teori amalannya begitu juga perbuatan baik perlu diluruskan teori niatnya..

Mari kita beramal dg dasar yg tepat.

www.abu-riyadl.blogspot.com
Semoga bermanfa’at..

Hak Saudara Seiman

*Abu Riyadl*

Hak Saudara kita seiman.

Di antara hak muslim atas muslim yang lainnya adalah tidak mengganggu mereka. Karena mengganggu kaum muslimin adalah dosa besar. Allah Ta'ala  berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
“Dan orang-orang yang mengganggu kaum mukminin dan mukminat tanpa adanya sebab yang mereka kerjakan maka sungguh dia telah memikul kedustaan dan dosa yang nyata.”  (QS. Al Ahzab : 58)

Dan biasanya, orang yang mengganggu saudaranya maka Allah Ta'ala akan membalas perbuatan tersebut langsung di dunia sebelum balasan di akherat. Naudzubillah...

Demikian pula, Rasulullah sholallahu alaihi wasalam telah bersabda:
لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
 “Janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling membelakangi(BUANG MUKA), dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak boleh menghina dan merendahkannya. Cukup bagi seseorang dikatakan sebagai orang jahat jika merendahkan saudaranya sesama muslim. Seluruh muslim atas muslim yang lain adalah haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”  (HR. Muslim)

Hak saudara kita muslim sebenarnya sangatlah banyak, namun barangkali makna itu telah terangkum  dalam sabda nabi :
 الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ
“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain.”

Maka konsekuensi persaudaraan tersebut, adalah kita akan mengusahakan segala kebaikan, dan menjauhkan segala hal yang membahayakan dari saudara.
Dan kemudian tiada  lagi permusuhan diantara kita.

Semoga Allah ta'ala melunakkan hati kita untuk selalu berbuat baik kpd sesama dan saling berlapang dada.

آميـن اللّـهُمَّ آميـــــن
Semoga bermanfaat.

Nifaq

*Abu Riyadl*

Nifaq ada dua macam: nifaq i’tiqadi dan nifaq ‘amali.

1. Nifaq i’tiqadi(keyakinan):
Telah disebutkan di dalam Al Qur’an di beberapa tempat. Dan Allah Ta'ala akan memasukkan pelakunya dengan sebab nifaq ini ke dasar neraka yang paling bawah.

2.Nifaq ‘amali(perbuatan):
sebagaimana yang telah disebutkan di dalam sabda Nabi shalallahu alaihi wasalam:
((  أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا , وَمَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ , وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ ))   (رواه البخاري ومسلم)
“Empat hal apabila terdapat pada diri seseorang maka dia menjadi seorang munafiq tulen, dan jika terdapat padanya satu di antara empat hal tersebut, maka pada dirinya terdapat satu tanda  kemunafikan hingga dia meninggalkannya: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji mengingkari, jika berselisih dia berbuat curang, dan jika dipercaya  berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sebagaimana sabda beliau:
((  آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ ))  (رواه البخاري)

“Tanda seorang munafik ada tiga: jika berbicara maka dia berdusta, jika berjanji maka dia mengingkari, dan jika dipercaya maka dia berkhianat.”   (HR Bukhari.

By. www.abu-riyadl.blogspot.com

Adapun nifaq I'tiqodi maka ia telah dikeluarkan dari agama islam.

Namun nifaq 'amali ia merupakan dosa besar, yg mana orang yg terjangkitinya akan lemah imannya. Dan urusannya diakhirat kelak ditangan Allah ta'ala, jika Allah mengampuninya maka ia langsung masuk surga namun jika Allah berkehendak mengadzabnya maka Allah akan memasukkannya ke neraka. Naudzubillah min dzalik

Wudhu Dengan Air Dingin

*Abu Riyadl*

PAHALA MENYEMPURNAKAN WUDHU
DENGAN AIR YANG DINGIN
عَنْ جابر بن عبد الله قال : قال رسول الله : أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا  ويكفر الذنوب؟ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكروهاتِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاة)) < رواه ابن حبان في (( صحيحه)) (1036), وأصله عند مسلم ( 152)

Dari Jabir bin `Abdillah telah berkata: Rasulullah shalallhu alaihi wasalam telah bersabda: “Tidakkah kalian mau aku tunjukkan apa-apa yang Allah menghilangkan dengannya kesalahan-kesalahan dan menghapuskan dosa-dosa?, Mereka menjawab: Tentu wahai Rasulullah, Rasulullah shalallhu alaihi wasalam menjawab: Menyempurnakan wudhu atas hal yang makruhat (yang dibenci), memperbanyak jalan menuju masjid, menunggu shalat setelah shalat”.  (HR Ibnu Hibban: 1036 dan Muslim :251)

Semoga dapat menambah kekuatan kita dalam mendekatkan diri kpd Allah.

Menyempurnakan wudhu atas hal yang makruhat (yang dibenci),

Masudnya : tetap kita menyempurnakan wudhu kita walaupun air dingin itu kita benci memakainnya di cuaca dingin. Selama tidak membayakan diri kita temtunya.

Pahala Shalat Isya dan Subuh Berjama'ah

*Abu Riyadl*

Allah ta'ala  berfirman yang artinya :
وَقُرْءَانَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْءَانَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا {78}
“Dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. al-Isra` :78)
Ahli tafsir berkata maksudnya adalah shalat shubuh yang disaksikan oleh malaikat malam hari dan siang hari.

 عن عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ  قال سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ. رواه مسلم و أبو داود و الترمذي و لفظهما مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ  كقيام نصف ليلة ، ومن صل العشاء والفجر في جماعة كان كقيام ليلة
Dari Utsman bin `Affan telah berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: “ Barang siapa yang menegakkan shalat isya secara berjamaah maka seakan-akan dia mengerjakan shalat semalam penuh. (HR Muslim dan Abu Dawud dan Tirmidzi, dan lafadz dari keduanya adalah: Barang siapa yang mengerjakan shalat isya secara berjamaah seakan-akan dia menegakkan shalat separuh malam, dan barangsiapa yang mengerjakan shalat isya dan shalat subuh secara berjamaah seakan-akan dia mengerjakan shalat malam semalam suntuk ( HR Muslim : 656, Abu Dawud :555, Tirmidzi :221).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوا......... ( رواه البخاري (657), و مسلم (651))
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah besabda: Shalat yang memberatkan bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat shubuh, seandainya mereka mengetahui pahala pada keduanya pasti akan mendatanginya walaupun harus merangkak...HR. Bukhori&Muslim.

Subhanallah.. Wahai saudaraku.. Jangan engkau lewatkan kesempatan emas ini.

Oleh:
www. abu-riyadl.blogspot.com

Hutang

*Abu Riyadl*

Hutang hukumnya mubah..
namun jika kita mampu untuk segera melunasinya, maka bergegaslah,  apalagi jika hutang tersebut telah jatuh tempo

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  : "مَطْل الغنيِّ ظلم. وإذا أُتْبع أحدكم على مَلِئٍ فليَتْبع" متفق عليه.

Penundaan pembayaran hutang oleh orang-orang yang mampu adalah suatu kezhaliman. Dan jika salah seorang diantara kalian diikutkan kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya" [Al-Bukhari III/55, 85 Muslim III/1197 nomor 1564,]

Ketahuilah jika salah seorang diantara kita meninggal dunia dalam kondisi berhutang, bisa jadi hutang tersebut disepelekan oleh pewaris kita, dan nantinya ia akan menjadi beban kita dihari akhirat.

Ketahuilah wahai saudaraku, jika engkau menyepelekan  hutang  maka ia merupkan kehinaan disiang hari dan fikiran dimalam hari, kemudian beban di akhirat nanti


DOA AGAR BISA MELUNASI UTANG
اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
 “Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karuniaMu (hingga aku tidak minta) kepada selainMu.” HR. At-Tirmidzi 5/560, dan lihat kitab Shahihut Tirmidzi 3/180
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
 “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” HR. Al-Bukhari 7/158.

By. Abu riyadl
www.abu-riyadl.blogspot.com

Do'a Penawar Hati Yang Duka

*Abu Riyadl*

DOA PENAWAR HATI YANG DUKA

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.
 “Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” [137] HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
 “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” HR. Al-Bukhari 7/158. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam senantiasa membaca doa ini, lihat kitab Fathul Baari 11/173.


لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ.
 “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Pengampun. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai arasy, yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi. Tuhan Yang menguasai arasy, lagi Maha Mulia.” HR. Al-Bukhari 7/154, Muslim 4/2092.

اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.
 “Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42. Menurut pendapat Al-Albani, hadits di atas adalah hasan dalam Shahih Abu Dawud 3/959

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.
 “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku tergolong orang-orang yang zhalim.” HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim. Menurut pendapatnya yang disetujui oleh Adz-Dzahabi: Hadits tersebut adalah shahih 1/505, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/168

Hukum Meratakan Gigi

*Abu Riyadl*

Hukum Meratakan Gigi

سئل الشيخ صالح الفوزان عن تقويم الأسنان فقال : إذا احتيج إلى هذا كأن يكون في الأسنان تشويه واحتيج إلى إصلاحها فهذا لا بأس به ،
Syeikh Shalih al Fauzan pernah ditanya tentang hukum meratakan gigi. Jawaban beliau, “Jika ada kebutuhan untuk meratakan gigi semisal susunan gigi nampak jelek sehingga perlu diratakan maka hukumnya tidak mengapa (baca:mubah).
أما إذا لم يُحتج إلى هذا فهو لا يجوز ، بل جاء النهي عن وشر الأسنان وتفليجها للحسن وجاء الوعيد على ذلك لأن هذا من العبث ومن تغيير خلق الله .
Namun jika tidak ada kebutuhan untuk mengotak-atik gigi maka mengotak-atik gigi hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan meruncingkan dan mengikir gigi agar nampak indah. Terdapat ancaman keras atas tindakan ini karena hal ini adalah suatu yang sia-sia dan termasuk mengubah ciptaan Allah.
أما إذا كان هذا لعلاج مثلاً أو لإزالة تشويه أو لحاجة لذلك كأن لا يتمكن الإنسان من الأكل إلا بإصلاح الأسنان وتعديلها فلا بأس بذلك .
Jadi mengotak-atik gigi dengan tujuan pengobatan, menghilangkan penampilan gigi yang jelek atau ada kebutuhan yang lain semisal seorang itu tidak bisa makan dengan baik kecuali jika susunan gigi diperbaiki dan ditata ulang maka hal tersebut hukumnya tidak mengapa.
أما إزالة الأسنان الزائدة فقال الشيخ ابن جبرين : لا بأس بخلع السن الزائد لأنه يشوه المنظر ويضيق منه الإنسان … ، ولا يجوز التفليج ولا الوشر للنهي عنه .
Tentang menghilangkan gigi yang ‘berlebih’ Syeikh Ibnu Jibrin mengatakan, “Tidaklah mengapa mencopot gigi yang ‘berlebih’ karena keberadaan gigi tersebut merusak penampilan sehingga orang yang mengalami tidak merasa PD. Namun tidak diperbolehkan mengikir dan meruncingkan gigi karena hal tersebut terlarang”.
انظر كتاب فتاوى المرأة المسلمة ج/1 ص/477 .
Baca buku Fatawa al Mar’ah al Muslimah jilid 1 hal 477.

www.abu-riyadl.blogspot.com


Merubah tampilan yg cacat itu boleh. Namun tidak diperbolehkan merubah ciptaan Allah yg ada  pada diri kita jika telah normal dan wajar dg memodifikasi yg tidak sesuai tabiatnya.

Penghalang Do'a Mustajab

*Abu Riyadl*

Salah satu penghalang doa’ mustajab adalah
Meninggalkan  amar ma’ruf & nahi munkar

Dari Huzaifah bin Al-Yaman dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- beliau bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ
“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaknya kalian beramar ma’ruf dan nahi munkar. Jika tidak maka niscaya Allah akan mengirimkan siksa-Nya dari sisi-Nya kepada kalian seluruhnya, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun do’a kalian tidak lagi dikabulkan.” (HR. At-Tirmizi no. 2169 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7070)

amar ma’ruf & nahi munkar tidak boleh  dilakukan dg sembrono...
harus dengan ilmu,,, dan ilmu tidak akan diperoleh kecuali dg mencarinya...

www.abu-riyadl.blogspot.com

Monday, July 9, 2012

Pahala Shalat Isya dan Subuh Berjama'ah

*Abu Riyadl*

PAHALA ORANG YANG SHALAT ISYA DAN SUBUH
SECARA BERJAMAAH

Allah ta'ala  berfirman yang artinya :
وَقُرْءَانَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْءَانَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا {78}
“Dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. al-Isra` :78)
Ahli tafsir berkata maksudnya adalah shalat shubuh yang disaksikan oleh malaikat malam hari dan siang hari.

 عن عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ  قال سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ. رواه مسلم و أبو داود و الترمذي و لفظهما مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ  كقيام نصف ليلة ، ومن صل العشاء والفجر في جماعة كان كقيام ليلة
Dari Utsman bin `Affan telah berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: “ Barang siapa yang menegakkan shalat isya secara berjamaah maka seakan-akan dia mengerjakan shalat semalam penuh. (HR Muslim dan Abu Dawud dan Tirmidzi, dan lafadz dari keduanya adalah: Barang siapa yang mengerjakan shalat isya secara berjamaah seakan-akan dia menegakkan shalat separuh malam, dan barangsiapa yang mengerjakan shalat isya dan shalat subuh secara berjamaah seakan-akan dia mengerjakan shalat malam semalam suntuk ( HR Muslim : 656, Abu Dawud :555, Tirmidzi :221).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوا......... ( رواه البخاري (657), و مسلم (651))
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah besabda: Shalat yang memberatkan bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat shubuh, seandainya mereka mengetahui pahala pada keduanya pasti akan mendatanginya walaupun harus merangkak...HR. Bukhori&Muslim.

Subhanallah.. Wahai saudaraku.. Jangan engkau lewatkan kesempatan emas ini.

Oleh:
www. abu-riyadl.blogspot.com

Hutang Hukumnya Mubah

*Abu Riyadl*

Hutang hukumnya mubah..
namun jika kita mampu untuk segera melunasinya, maka bergegaslah,  apalagi jika hutang tersebut telah jatuh tempo

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  : "مَطْل الغنيِّ ظلم. وإذا أُتْبع أحدكم على مَلِئٍ فليَتْبع" متفق عليه.

Penundaan pembayaran hutang oleh orang-orang yang mampu adalah suatu kezhaliman. Dan jika salah seorang diantara kalian diikutkan kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya" [Al-Bukhari III/55, 85 Muslim III/1197 nomor 1564,]

Ketahuilah jika salah seorang diantara kita meninggal dunia dalam kondisi berhutang, bisa jadi hutang tersebut disepelekan oleh pewaris kita, dan nantinya ia akan menjadi beban kita dihari akhirat.

Ketahuilah wahai saudaraku, jika engkau menyepelekan  hutang  maka ia merupkan kehinaan disiang hari dan fikiran dimalam hari, kemudian beban di akhirat nanti


DOA AGAR BISA MELUNASI UTANG
اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
 “Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karuniaMu (hingga aku tidak minta) kepada selainMu.” HR. At-Tirmidzi 5/560, dan lihat kitab Shahihut Tirmidzi 3/180
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
 “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” HR. Al-Bukhari 7/158.

By. Abu riyadl
www.abu-riyadl.blogspot.com

Orang Yg Plg Baik Akhlaknya

*Abu Riyadl*

Rasulullah shalallhu alaihi wasalam bersabda:

اِنَّ مِنْ اَحَبِّكُمْ اِلَىَّ وَاَقْرَ بِكُمْ مِنِّى مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَحْسَنُكُمْ اَخْلاَقًا.

“ Sesungguhnya, orang yang paling aku senangi dan paling dekat kepadaku tempat duduknya pada hari kiamat, adalah orang yang paling baik akhlaknya”. ( HR. Bukhari).

Akhlak Baik menurut Kaum Salaf sebagaimana dikatakan;
Al-Hasan berkata: ”Berakhlak baik itu adalah bermuka cerah, ramah, dan tidak menyakiti orang lain.”
Abdullah Ibn Al-Mubarak berkata: . ”Berakhlak baik itu terdapat dalam tiga hal, yaitu menjauhi yang haram, mencari yang halal, dan lapang dada terhadap keluarga.”

Sedangkan definisi ahlaq mulia adalah mereka yg memiliki sifat berikut:
Pemalu, banyak berbuat baik, jujur, sedikit bicara banyak bekerja, tidak sombong, suka memberi, berwibawa,
berwajah ceria dan ramah, sabar, bersyukur, rela dan lemah-lembut, tepat janji, tidak mencela, tidak menyakiti, tidak ghibah, tidak tergesa-gesa, tidak mendendam, tidak dengki, suka menggembirakan orang lain, mencintai karena Allah,
membenci karena Allah, rela karena Allah, dan marah karena Allah.

Semoga Allah Tabaroka wa Ta'ala meringnkan hati kita untuk bersifat ahlaqul karimah.
By. Abu riyadl

Alqur'an adalah Kalamullah dan bukan makhluk

*Abu Riyadl*

Alqur'an adalah kalamullah dan bukan makhluq.

Sampai jin muslim pun marah jika al qur'an dikatakan makhluq


Copas dari catatan al akh rifaq:

Ahmad bin Nashr berkata: “Saya pernah mendapati seorang yang kesurupan jin, lalu saya bacakan ayat di telinganya, tiba-tiba jin wanita berkata kepadaku: Wahai Abu Abdillah, biarkanlah aku mencekiknya, karena dia mengatakan: Al-Qur’an makhluk!!!”.Thabaqat Hanabilah 1/81, Ibnu Abi Ya’la.

Suatu kaum dari Ashbahan pernah berkata kepada Shahib bin Abbad: Seandainya Al-Qur’an itu makhluk, berarti dia bisa mati, lalu kalau mati di akhir bulan Sya’ban, bagaimana kita shalat terawih nanti? Dia menjawab: Seandainya Al-Qur’an mati, maka Ramadhan juga ikut mati, kita tidak perlu shalat terawih, kita istirahat santai saja”. Mu’jam Udaba’ 2/473, Yaqut al-Hamawi.

Aqidah ahli sunnah mengatakan bahwa Al Qur'an adalah kalamullah dari sifat sifat Allah Ta'ala
Namun tinta kertas dan suara adalah dari manusia.