Showing posts with label hati. Show all posts
Showing posts with label hati. Show all posts

Saturday, March 23, 2013

3 Hal Yg Menjauhkan Hati Dari Allah

*mamoadi*

Imam Ibnul Qayyim :

" Ada tiga hal yg dpt menjauhkn hati dr ALLAH :
-Pintu syubhat yg mewariskn keraguan thdp agama ALLAH.
-Pintu syahwat yg berakibat mengutamakn hawa nafsu drpd taat kpd ALLAH dn mmproleh ridha-NYA.
-Pintu marah yg mewariskn permusuhn thdp makhluk ALLAH "
[Al-Fawaaid <hal 58>]

Monday, March 11, 2013

Kiat Hidup Bahaga

*MH*

Masalah 66: KIAT HIDUP BAHAGIA DAN CARA MENGOBATI HATI YANG GELISAH DAN SEMPIT


Tanya:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ust, ad tmn yg tny ap yg kt lakukan klo hati ni srg gelisah,ad tips2 nya ga spy ga gelisah?

Jawab:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Terdapat banyak kiat atau amalan yg dpt mengobati dan mnghilangkan kegelisahan, diantaranya:

1) Bertaubat kpd Allah dan memperbanyak bacaan istighfar (permohonan ampun) atas segala dosa n kesalahan yg kita lakukan. Sebab dosa n maksiat memiliki banyak pengaruh yg sangat buruk, diantaranya, menyebabkan kegelisahan dan kesedihan dan kesempitan di dlm dada.

2) memperbanyak amal-amal ibadah n ketaatan kpd Allah, dengan mendahulukan yg wajib kmdian yg sunnah dengan niat yg ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Sebab amal2 bid'ah justru smkin menambah gelisah n mendatangkan dosa n kemurkaan dr Allah.

3) Banyak membaca Al-Quran Al-Karim dan dzikir2 syar'I yg datang dari Nabi shallallahu alaihi wasallam di dlm hadits2 yg shohih.

4) Giat dlm menghadiri majlis ta'lim yg dibacakan n diajarkan di dlm Al-Quran n as-Sunnah dengan pemahaman yg benar. Hal ini sbgmn yg dikabarkan Nabi ttg keutamaan duduk n berkumpul di rumah Allah utk mpelajari agama-Nya, diantaranya, Allah akan menurunkan ketenangan kpd mereka yg hadir.

5) Bergaul dengan orang2 yg sholih yg selalu mengajarkan kebaikan n memperingatkan dari segala keburukan.

6) mempelajari Aqidah Tauhid dengan benar, karena akan mengenalkan seorang hamba ttg Rabbnya, dan ttg hakikat n tujuan utama keberadaannya dlm kehidupan dunia yg fana ini.

7) memperbanyak doa kpd Allah, agar Dia menganugerahkan kehidupan yg bahagia n menjauhkan dari segala keburukan, kesempitan, dan kesengsaraan di dunia n akhirat.

Demikian bebrapa kiat agar kita dapat hidup bahagia di dunia n akhirat. Semoga dpt dipahami n bermanfaat bagi kita semua. Maaf baru balas karena tertumpuk dengan BM2 yg cukup banyak.

Wednesday, January 9, 2013

Hati Itu Bagaikan Benteng

*Mamoadi*

#HATI ITU BAGAIKAN BENTENG#

Bismillah,
Hati bagaikan benteng  yg disekelilingnya ada pagar dan pagar itu mempunyai beberapa pintu. Sekalipun pintu itu ditutup rapat, namun pagar itu masih memiliki celah2 yg dpt dimasuki.

Bala tentara Iblis trs menerus melancarkan serangan, agar peperangan trs berkecamuk ddlm hati.

Hanya kesempurnaan pikiran dan kejernihan dzikirlah yg dpt mjd benteng.
Selama Iman ttp kokoh, mk anak panah musuh tidak akan smp dkancah peperangan.

Seseorang pernah bertanya kpd Hasan al-Basri,"Apakah Iblis juga tidur?" Beliau mjwb,"Andaikata Iblis tidur, tentu kita bs beristirahat."
(Talbis Iblis, Ibnu Jauzi)

Syaikh As-Sa'di berkata, "Kerasnya hati termasuk hukuman yg paling parah yg menimpa manusia. Ayat2 dan peringatan tidak lagi bermanfaat baginya. Dia tidak merasa takut melakukan kejelekan dan tidak terpacu melakukan kebaikan, shg petunjuk (ilmu) yg smp kpdnya bukan menambah kebaikannya tapi justru menambah buruk keadaannya."
- Wal 'iyadzubillah -

Ibnul Qayyim mengatakan, "Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kpd ALLAH Ta'ala, maka ketahuilah bhw sesungguhnya kekeringan mata itu bersumber dr kerasnya Hati. Dan Hati yang paling keras adalah hati orang2 yg jauh dr ALLAH ."
[Bada'i Al-Fawaid (3/743)]

"Ketahuilah didalam jasad ada segumpal daging. Apabila baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, dia adalah HATI."
(HR. Bukhari dan Muslim)

[Ust. Abu Faiz]

Semoga bermanfaat.

                     ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊

Friday, November 23, 2012

Awas Demam dan Virus Riya

*Elsad*

Rasulullah Shalallohu 'Alaihi Wa Sallam  sangat khawatir dengan penyakit berbahaya ini.

Sebab, ia lebih berbahaya dari demam berdarah atau penyakit hati yang kini menjadi “pembunuh” nomor satu.!

Suatu ketika, di yaumil akhir, berlangsung pengadilan terhadap tiga orang laki-laki.

Yang pertama kali diadili adalah orang yang gugur sebagai syahid. Ia kemudian dipanggil oleh Allah Ta'ala. Kepadanya kemudian diperlihatkan amal perbuatannya. Ia pun mengakui perbuatannya ketika berperang membela agama hingga akhirnya gugur sebagai syahid.  Kemudian Allah Ta'ala bertanya:
“Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkannya (mati syahid).”
“Aku berperang demi (mendapat) ridha-Mu hingga aku gugur di medan jihad,” jawab lelaki itu.
“Kamu berdusta,” sergah Allah Ta'ala.  “Kamu berperang agar dikatakan pemberani dan sungguh kamu telah mendapatkannya,” sambung Allah Ta'ala lagi.

Kemudian Allah Ta'ala  memerintahkan agar orang tersebut diseret dan dilemparkan ke dalam neraka!.

Selanjutnya Allah Ta'ala  memanggil orang yang kedua, yakni seorang lelaki yang tekun menuntut ilmu dan mengajarkannya.
Ia juga rajin membaca Al-Quran. Seperti yang pertama, ia pun diperlihatkan amal perbuatannya. Setelah ia mengenalinya, Allah Ta'ala bertanya:“Apa yang telah kamu perbuat dengannya (menuntut ilmu)?”
 “Saya menuntut ilmu, mengajarkannya kepada yang lain dan membaca Al-Quran demi Engkau, ya Allah,” jawab lelaki itu. “Kamu berdusta!” kata Allah Ta'ala berfirman:
“Kamu menuntut ilmu agar dibilang orang pandai dan kamu membaca Al-Quran agar dikatakan sebagai Qori' yang bagus (bacaannya), dan sungguh kamu telah memperolehnya,” ungkap Allah Ta'ala.
Kemudian Allah Ta'ala memerintahkan agar orang tersebut diseret dan dilemparkan ke neraka!.

» Baca Lanjutannya di Link berikut:
http://lembagastudyarab.blogspot.com/2012/08/awas-demam-dan-virus-riya-rasulullah-n.html

Monday, July 9, 2012

Do'a Penawar Hati yg Duka

*Abu Riyadl*

DOA PENAWAR HATI YANG DUKA

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.
 “Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” [137] HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
 “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” HR. Al-Bukhari 7/158. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam senantiasa membaca doa ini, lihat kitab Fathul Baari 11/173.
-------------------------
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ.
 “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Pengampun. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai arasy, yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi. Tuhan Yang menguasai arasy, lagi Maha Mulia.” HR. Al-Bukhari 7/154, Muslim 4/2092.

اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.
 “Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42. Menurut pendapat Al-Albani, hadits di atas adalah hasan dalam Shahih Abu Dawud 3/959

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.
 “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku tergolong orang-orang yang zhalim.” HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim. Menurut pendapatnya yang disetujui oleh Adz-Dzahabi: Hadits tersebut adalah shahih 1/505, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/168

Selesai..
By abu riyadl