Wednesday, January 18, 2012

Taujihat Dzulhijjah

*Lain2*

TAUJIHAT DZULHIJJAH.

1. Keutamaan 10 Pertama Dzulhijjah.Dari Ibnu Abbas,bhw Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam b'sabda:“Tdk ada amal yg dilakukn pd hari2 lain yg lbh dicintai Allah drpd amal shalih yg dilakukn pd 10 hri Dzulhijjah ini.Para sahabt b'tanya:Tdk jg jihad di jln Allah?Bliau m'jwb:Tdk jg jihad di jln Allah kcuali sorg lk2 yg kluar dg jiwa & hartanya lalu ia tdk kmbli dg m'bwa apapun".H R.Bukhari 969,Abu Dawud 2438,Tiirmidzi 757,Ibnu Majah 1727,Ad Darimi 2/25,Ahmad 4/284).
2. Brpuasa dari 1-9 Para Ulama mngatakan Sunnah dg keumumn hadits tsb.Lihat:An Nawawi: Syarah Muslim 3/251,Al Mawardi:al Inshaf 3/345,Ibnu Hazm:Al Muhalla 7/19,at Thahawi:Musykil al Atsar 7/419 dll.
3. Yg Paling Utama Shaum Arafah 9 Dzulhijjah.
a.Dari Aisyah:"Tdk ada hari dlm 1 thn yg lbh aku sukai utk b'puasa drpda hari Arafah".(HH.at Thabari dlm Tahdzib al Atsar 1/600,691).
b.Dari Abu Qatadah:"B'Puasa pd hari Arafah aku m'harap Allah m'hapus dosa2 sethn yg lalu & dosa2 sthn yg akn dtang".(HSR.Muslim 1162,Abu Dawu 2425,Tirmdzi 749 dll).

Haram Wanita Berhaji Tanpa Mahram

*SBY*

HARAM WANITA BERHAJI TANPA MAHRAM.

-I. Haji = Jihadnya Muslimah. Dari Ummu 'Aisyah beliau pernah b'kata kpd Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam: "Ya Rasullullah, menurut kami jihad adalah amalan yg paling utama, apakah tdk lebih baik kami(wanita2) ikut jihad? Nabi menjawab: Tidak. Justru jihad yg paling utama = haji mabrur" (HR.Bukhari 1448). Pada HR.Ibnu Majah 2901, Ahmad 6/165, Daruquthni 282: Ummu 'Aisyah b'tanya: "Apakah kaum Muslimah wajib b'jihad? Nabi m'jawab: Ya. Atas mereka juga wajib jihad yg tdk terdapat peperangan di didalamnya yaitu: 'Haji & Umrah'.
-II. Haram berhaji tanpa mahram.
1). Dari Abu Hurairah: Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam b'sabda: "Tdk halal bagi seorang wanita yg beriman kepad aAllah & Hari akhir berpergian kecuali bersama mahramnya" (HR. Bukhari 1038. Muslim 2/421).
2). Dari Said al Khudri, Nabi bersabda: "TDK HALAL bagi seorang wanita yg beriman kepada Allah & Hari Akhir berpergian dalam perjalanan sejauh tiga hari atau lebih kecuali disertai bapaknya, or anak laki2nya, or suaminya, or saudara laki2nya atau orang laki2 dari Mahramnya" (HR. Muslim 2/423. Abu Dawud 1728, Tirmidzi 1169).
3). Dari  Ibnu Abbas b'kata: Aku mendengar Nabi berkhutbah: "Janganlah sekali2 seorang laki2 berduaan dengan wanita melaikan dengan mahramnya. Janganlah wanita bepergian melainkan dengan Mahramnya. Lalu seorang laki2 berkata: 'Ya Rasulullah sungguh istriku akan keluar menjalankan haji, sedangkan aku telah diwajibkan berperang (jihad) demikian & demikian. Nabi m'jawab:
Pulanglah & berhajilah bersama istrimu" (HR.Bukhari 2391). (27 Dzul Qa'dah/3/11/10. SBY Qibas).

Sebab2 Musibah Dan Solusinya

*SBY*

SEBAB SEBAB MUSIBAH adalah krn kesalahan2 kita (42:30).
Kesalahan2 itu:
1. Kpd Allah dgn dosa. (29:40). Terutama DOSA SYIRIK. (19:90-91, 30:40;42).
2. Kpd Nabi dg DOSA BID'AH. (24:63).
3. Kpd alam dg merusaknya. (30:41)..

SOLUSINYA::
1. Bertobat / istighfar. (11:90, 39:53-54; 25:68-71, 8:33, 71:10-12).
2. Ikuti & Hidupkan Sunnah Nabi. (8:33, 24:54).
3. Perbaiki alam & Berdoa (7.56).
Jgn salahkan siapa siapa. Ini salah & dosa kita semua. Smg muncul kesadaran kolektif utk bertobat.. Tetapi tobatnya sendiri sendiri. Bukan tobat dinasionalisasikan spt BUMN. Tobat Berjamaah adalah Bid'ah. Itulah salah satu sebab datangnya bencana. (Jkt 29 Dzul Qa'dah / 27 Okt-'10. SBY Qibas).

Cinta Rasul

*Lain2*

Cinta Rasul

Kecintaan pada Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebaiknya diwujudkan dg cara:
1. Mengikuti dan melaksanakan sunah beliau (QS.Ali Imran:31)                                                  
2. Mendahulukan syariat dan perintahnya dari pada perkataan dan hawa nafsu (QS. Al Hujurat: 1)
3. Mencukupkan diri dgn apa yang telah beliau ajarkan dan meninggalkan apa yg beliau larang (QS. Al-Hasyr:7).                            ‎​

Do'a di Al Qur'an

*Lain2 - Mamoadi*

Ada 9 doa di al-Qur'an yang berguna untuk Memohon Ampunan & Rahmat Allah Ta'ala:

1. QS. Huud : 47 | dimulai dari "Robbi innii a'uudzu bika" hingga "minal khoosiriin"
2. QS. Al Mu'minuun : 109 | "Robbanaa aamannaa faghfir lanaa warhamnaa wa-anta khoyrurroohimiin"
3. QS. Al-Mu'minuun: 118 | "Robbighfir warham wa-anta khoyrurroohimiin"
4. QS. Ali 'Imran: 147 | dimulai dari "Robbanaghfirlanaa" hingga "'alaalqowmil kaafiriin"
5. QS. Ali 'Imran: 16 | "Robbanaa innanaa 'aamannaa faghfirlanaa dzunuubanaa waqinaa 'adzaabannar"
6. QS. Al-Qashash: 16 | "Robbi innii zholamtu nafsi faghfir lii"
7. QS. Al-A'raaf: 23 | dimulai dari "Robbanaa zholamnaa anfusanaa" hingga "minal khoosiriin"
8. .... (nggak kecopy)
9. .... (nggak kecopy)

Kiat Agar Dapat Melakukan Shalat Tahajjud

*Lain2*

KIAT AGAR DAPAT MELAKUKAN SHALAT TAHAJJUD
Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ada beberapa kiat yang dapat membantu seseorang untuk bangun di malam hari guna melakukan shalat Tahajjud. Di antaranya adalah.
[1]. Mengetahui keutamaan shalat Tahajjud dan kedudukan orang yang melakukannya di sisi Allah Ta’ala serta segala apa yang disediakan baginya berupa kebahagiaan di dunia dan akhirat, bagi mereka disediakan Surga.
Allah Ta’ala bersaksi terhadap mereka dengan kesempurnaan iman, dan tidak sama antara mereka dengan orang-orang yang tidak mengetahui. Shalat Tahajjud sebagai sebab masuk ke dalam Surga, ditinggikannya derajat di dalamnya, dan shalat Tahajjud merupakan sifat hamba-hamba Allah yang shalih serta kemuliaan bagi seorang Mukmin.
[2]. Mengetahui perangkap syaitan dan usahanya agar manusia tidak melakukan shalat malam.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai seorang laki-laki yang tidur hingga datang waktu fajar,
"Itulah seseorang yang syaitan telah kencing di telinganya -atau beliau bersabda- di kedua telinganya.” [1]
‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma mengatakan, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda
"Wahai ‘Abdullah, jangan kamu menjadi seperti si fulan, dahulu ia biasa melakukan shalat malam, kemudian meninggalkannya” [2]
[3]. Memendekkan angan-angan dan banyak mengingat mati.
Hal ini dapat memberi semangat untuk beramal dan dapat menghilangkan rasa malas, berdasarkan hadits ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
Bersambung.....KIAT AGAR DAPAT MELAKUKAN SHALAT TAHAJJUD
Abdullah bin Mas'ud berkata : Barangsiapa yang mencontoh maka contohlah sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam karena mereka adalah orang-orang dari umat ini yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling tidak macam-macam, paling baik contoh teladannya dan paling bagus keadaannya, mereka adalah suatu kaum yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk menemani NabiNya Shallallahu 'alaihi wa sallam dan untuk menegakkan agamaNya, maka akuilah keutamaan mereka dan ikutilah jejak langkah mereka karena mereka telah berada diatas petunjuk yang lurus. Al-Uzaa'iy Rahimahullah berkata : Sabarkan (tetapkan) dirimu diatas Sunnah, berhentilah dimana kaum (para sahabat) berhenti, katakanlah apa yang mereka katakan dan diamlah terhadap yang telah mereka diamkan serta berjalanlah di jala As-Salaf Ash-Shalih, karena mereka mencukupkan kamu apa yang telah mencukupkan mereka.
Do’a Agar Diteguhkan Hati dalam Ketaatan
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Allahumma mushorrifal quluub shorrif  quluubanaa ‘ala tho’atik”
[Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu!]
Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal:
(1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,
(2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku,
(3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku,
(4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan la haula wala quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah),
(5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit,
(6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan
(7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”

Dishahîhkan oleh Syaikh al-‘Allamah al-Imam al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albâni rahimahullah dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 2166).

Ucapan Iedul Fitr

*Lain2*

Ucapan Iedul Fitr

Mari kita perbaiki cara kita menyambut Iedul Fitr dengan membantu menyebarkan ini kepada rekan muslim yang lain.
Insya Allah besok atau lusa kita akan menyambut Iedul Fitr.
Seiring dengan akan datangnya Iedul Fitr, sering kita dengar tersebar ucapan “Mohon Maaf Lahir dan Batin”, seolah-olah saat Iedul Fitr hanya khusus dengan ucapan semacam itu.
Ini sungguh salah kaprah, sebab Iedul Fitr bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan.
Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku dihari Iedul Fitr.
Selain itu tidak ada satu ayat Quran ataupun Hadits yg menunjukkan keharusan mengucapkan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” disaat Iedul Fitr.
Satu lagi, ucapan yang keliru saat Idul Fitri, yakni ucapan:
“Minal Aidin wal Faizin”
Arti dari ucapan tersebut adalah “Kita kembali dan meraih kemenangan”.
KITA MAU KEMBALI KEMANA?
Apa pada ketaatan atau maksiat?
Meraih kemenangan?
Kemenangan apa? Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat maksiat?
Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yang mengucapkan
“Minal Aidin wal Faizin” lantas diikuti dengan kalimat “Mohon Maaf Lahir dan Batin”, karena mungkin mengira artinya adalah kalimat selanjutnya.
Ini sungguh keliru.
Sekali lagi makna kalimat “Minal Aidin wal Faizin” adalah “Kita kembali dan meraih kemenangan”.
Dan sebagaimana diterangkan diatas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita hindari.
Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung oleh para sahabat nabi, yaitu:
“Taqobbalallaahu Minna Wa Minkum"
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).
Jadi lebih baik, ucapan / SMS / BBM kita :
"Selamat Hari Raya Iedul Fitr
Taqobbalallaahu Minna Wa Minkum"
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)
Semoga risalah ini bermanfaat dan bisa meluruskan kekeliruan yang selama ini terjadi.