Monday, July 9, 2012

Realita Umat Islam

*Kholid Syamhudi*

Faedah berserakan
Syekh Abdurrahman bin Yahya Al-Mu'allimi -hafizhahullahu Ta’ala- seorang ulama Yaman yg wafat di Makkah  menyampaikan bahwa realita umat Islam dewasa ini terjadi karena tiga perkara:

Pertama: Bercampurnya sesuatu yang bukan berasal dari agama (Islam) dengan sesuatu yang berasal dari agama (Islam).

Kedua: Lemahnya keyakinan terhadap sesuatu yang termasuk bagian dari agama (Islam).

Ketiga: Tidak mengamalkan hukum-hukum agama (Islam).

Apabila kesimpulan beliau dicermati, ternyata (akar permasalahan) kembali kepada kebid’ahan yang tercampur di dalam agama ini. Kebid’ahan inilah yang melemahkan keyakinan kaum muslimin terhadap ajaran agamanya. Dari kurang yakinnya kaum muslimin terhadap ajaran Islam, muncullah kecintaan kepada dunia yang mengantarkan mereka untuk meninggalkan hukum-hukum agama yang mulia ini.

Kunci Kembalikan Kemuliaan Islam

*Kholid Syamhudi*

“Kunci mengembalikan kemulian Islam adalah menerapkan ilmu yang manfaat dan melaksanakan amal shalih. Ini adalah perkara besar yang tidak dapat dicapai kaum muslimin kecuali dengan mengamalkan manhaj at-Tashfiyah dan at-Tarbiyah. Kedua hal ini adalah dua kewajiban penting dan besar. Yang saya inginkan dengan yang pertama adalah:
1. Tashfiyah ( Pemurnian) aqidah islam dari ajaran asing, seperti kesyirikan, menolah sifat-sifat Allah dan menta’wilnya, menolak hadits-hadits shahih karena berhubungan dengan aqidah dan sejenisnya.
2. Tashfiyah Fikih islam dari ijtihad-ijtihad salah yang menyelisihi al-Qur’an dan sunnah dan membebaskan akal dari kunkungan taklid dan gelapnya fanatik buta.
3. Tashfiyah buku-buku tafsir, fikih, managemen kalbu, dan selainnya dari hadits-hadits lemah dan palsu, israiliyat dan mungkar.

Sudah tidak diragukan lagi realisasi dua kewajiban ini membutuhkan usaha besar penuh wkeikhlasan antara kaum muslimin seluruhnya baik jamaah amaupun pribadi dari orang-rang yang menginginkan berdirinya masyarakat islam yang jaya sesuai bidang dan keahliannya masing-,masing". (Dari pernyataan syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani).

Menjaga Lisan dan Sikap

*Abu Riyadl*

Berkata imam syafi'-i
Tentang menjaga lisan dan sikap
إذا رمت أن تحيا سليماً من الردى
ودينك موفور وعرضك صين
فلا ينطقن منك اللسان بسوأةٍ
فكلك سوؤات وللناس السن
وعيناك إن أبدت إليك معايباً         فدعها وقل يا عين للناس أعين
وعاشر بمعروفٍ وسامح من اعتدى
ودافع ولكن بالتي هي أحسن

 ديوان الإمام الشافعي / 114
 المخلاة / 130
Jika engkau ingin hidup tanpa kehinaan…
Agama dan kehormatanmu senantiasa terjaga.
Maka janganlah terucap darimu keburukan seseorang...
Karena setiap yg ada padamu adalah aib dan manusia memiliki lisan.
Jika matamu menampakkan padamu aib-aib orang lain…
Tinggalkanlah… dan katakan pada dirimu mereka juga punya mata.
Bergaullah engkau dengan baik, serta maafkan orang yg dzalim pdmu….
Boleh engkau hentikan  orang dzalim itu namun dengan cara yg bijak..

www.abu-riyadl.blogspot.com

Shalat Istikharah

*Abu Riyadl*

SHALAT ISTIKHARAH

Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua rakaat, kemudian bacalah doa ini:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau -Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: …di dunia atau akhirat- sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.” HR. Al-Bukhari 7/162.

Tidak menyesal orang yang beristikharah kepada Al-Khaliq dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani persoalannya. Allah Ta’ala berfirman:
 “… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” (Ali Imran, 3: 159)

Kunjungi www.abu-riyadl.blogspot.com

Jagalah Auratmu

*Abu Riyadl*

Jagalah Aurotmu wahai hamba Allah
Sebagai rasa syukurmu atas nikmat kecantikanmu..

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” HR. Muslim no. 2128
Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ,(berpakaian tetapi telanjang)

Makna pertama : wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
Makna kedua : wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.
Makna ketiga : wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, dan sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud denga wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Makna keempat : wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang.
Syarh Muslim, 9/240

Mari kita ta'ati pencipta kita seperti  ketaatan para shohabiyah..

Firman Allah  ta’ala
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab : 59)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan berkata: “Allah Ta’ala menyuruh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam agar dia menyuruh wanita-wanita mukmin , istri-istri ,dan anak-anak perempuan beliau agar mengulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka. Sebab cara berpakaian yang demikian membedakan mereka dari kaum wanita jahiliah(kafiroh) dan budak-budak perempuan.”

Apakah yg mereka lakukan wahai saudariku..??!

Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31) Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.”

Subhanallah.. Ketaatan pada agama Allah..

Dikutip dari kitab “Al Hijab” Departemen Agama Arab Saudi, Penerbit : Darul Qasim

http://www.abu-riyadl.blogspot.com/2012/01/wahai-kaum-hawa-jagalah-aurotmu.html?m=1

12 Faedah Iman kepada Takdir

*Abu Riyadl*

12 FAEDAH IMAN KEPADA TAQDIR

Ketika seoarang benar-benar beriman kepada Taqdir Allah Azza wa Jalla maka ia akan menikmati beberapa kenikmatan  didunia maupun  akhirat yang mana hal tersebut terangkum dalam 12 faedah berikut ini:

Buka linknya di :

http://www.abu-riyadl.blogspot.com/2012/01/12-faedah-iman-kepada-taqdir.html?m=1

Surat An Nisa'

*Abu Riyadl*

Bismillah..
Sungguh sangat disayangkan ada sebuah desertasi hasil fikiran manusia melawan surat an nisa' ayat 11-12
Innalillah..
Semoga dibukakan baginya jalan yg benar.. آميـن اللّـهُمَّ آميـــــن
-----------
Bapak yg kami hormati  semoga anda mendapat jalan kembali kepada Allah Ta'ala.
Dari perkataan beliau yang telah menyamakan perwarisan setiap laki dan perempuan dalam warisan
mohohon maaf jika perkataan ini kami sampaikan,  ini untuk mereka yg tidak puasa atas pembagian dari Allah ta’ala...

permasalahan waris dalam islam telah Allah Ta’ala sampaikan langsung dengan perinciannya dalam Alqur'an
sehingga dalam masalah pembagiannya tidak bisa dirubah dengan akal belaka.
Maslahat  yang anda sampaikan tidak bisa mengalahkan dalil qot'iy dan qot'iy dilalah..
dalam alqur'an jarang sekali kita dapatkan hukum secara rinci pada permasalahan fiqh namun ternyata kita dapati bahwa masalah waris telah dirinci sedemikian rupa dalam surat an nisa ayat 11-12 dan 176,  Ini pembagian langsung dari Allah melaluai FirmanNya
Sebagai orang yg beriman hendaknya  berkata sami'na wa atho'na.
jika seperti yg anda katakan semua hal diukur dengan maslahah mursalah maka lama kelamaan anda bisa menghalalkan zina asal suka sama suka, karena toh larangan ini bisa anda argumenkan sebagai alasan jalan keluar dari pada perkosaan dan penyakit menular. dengan berpatokan pada maslahah ini  tentu anda akan mengatakan asal setia maka boleh boleh saja berzina... subhanallah.
mari saya ajak dari hati nurani saudara saudaraku seiman dan seaqidah untuk berfikir : “apakah bisa kita sederajatkan  antara desertasi cumlaude dengan ayat Allah Ta’ala..?
siapakah yg menaqdirkan si mayit diambil ruhnya? anda ataukah Allah?
Berita tentang penyelewengan ajaran islam tersebut bisa anda buka di

http://www.unpad.ac.id/archives/50705

http://badilag.net/component/content/article/315-berita-kegiatan/9463-drsh-mukhtar-zamzami-sh-mh-meraih-predikat-cumlaude-09012012.html

untuk melihat pembagian sesuai qur’an bisa dilihat di
silahkan kunjugi blog saya. www.abu-riyadl.blogspot.com
walaupun masih dalam bentuk tabel dg rujukan surat annisa’ ayat 11-12
dan 176 serta hadits hadits shohih