*Kholid Syamhudi*
Bentuk keberkahan.
Diantara bentuk keberkahan adala
1. Berkah dalam keturunan, dengan lahirnya generasi yang shaleh. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya, luas ilmunya dan banyak amal shalehnya, ini merupakan sesuatu yang amat penting, apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh .
Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat, memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak, bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh, sehat dan cerdas, tapi juga Ishak dan Ya'qub.
Di dalam Al-Qur'an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya :"Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub. Isterinya berkata: Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak, padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh. Para Malaikat itu berkata: Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkahan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah". (QS 11: 71-73).
Bentuk berkah 2.
2. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib, hal ini karena ulama ahli tafsir, misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-A'raaf : 96 di atas adalah rizki makanan. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya, sehingga bagi orang yang diberkahi Allah, dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah.
Disamping itu, makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib, yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang thayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai- nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah SWT, Allah berfirman yang artinya : "Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya". (QS 5 : 88).
Karena itu, agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi, meskipun sudah halal dan thayyib, makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya, hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum, Allah SWT berfirman yang artinya : "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (QS 7 : 31).
3. Keberkahan dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan, baik dalam bentuk mencari harta, memperluas ilmu maupun memperbanyak amal shaleh, karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu, baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam, tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien.
Sudah begitu banyak manusia yang mengalami kerugian dalam hidup karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik, sementara salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi, Allah berfirman yang artinya :"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran". (QS 103 : 1-3).
Karena itu, bagi seorang muslim yang diberkahi Allah, waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah". (QS 92 : 1-7).
End.
Monday, August 20, 2012
Keberkahan Hidup
*Kholid Syamhudi*
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo'a dan meminta orang lain mendo'akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah. Secara harfiah, berkah berarti an-nama' waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah hanya akan memberikan keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firma-Nya yang artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo'a dan meminta orang lain mendo'akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah. Secara harfiah, berkah berarti an-nama' waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah hanya akan memberikan keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firma-Nya yang artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.
Anak Shalih
*Kholid Syamhudi*
Anak shalih 1
Anak shalih yang senantiasa beribadah kepada Allah dan menunaikan hak-hak yang diwajibkan atasnya adalah salah satu karunia agung dari Allah. Demikianlah Allah jelaskan dalam beberapa ayat al-Qur`an, seperti dalam firmanNya:
وَاللهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللهِ هُمْ يَكْفُرُونَ
Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka Mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" (QS. an-Nahl :72). Juga firmanNya:
لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ يَخْلُقُ مَايَشَآءُ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ الذُّكُورَ أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. asy-Syuura : 49-50)
Allah juga mengizinkan orang yang menginginkan anak yang shalih untuk memohon kepadaNya. Allah berfirman menceritakan kisah Nabi Ibrohim :
وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلاَمٍ حَلِيمٍ
Dan Ibrahim berkata:"Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar [Ash-shaffat 99-101]
Anak shalih 2
Demikian juga menceritakan tentang Nabi Zakariya dalam firmanNya:
هُنَالِكَ دَعَازَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَآءِ فَنَادَتْهُ الْمَلاَئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمُُ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِّنَ الصَّالِحِينَ
Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi Termasuk keturunan orang-orang saleh".(QS Alimron 38-39)
Serta berbicara tentang mukminin dalam firmanNya:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-furqaan 74)
Demikian anak shalih adalah anugerah Allah yg seharusnya diminta setiap dari kita semua.
Anak shalih 3
Kewajiban membina anak-anak adalah kewajiban dan tanggung jawab bersama setiap muslim.
Kewajiban dan hak-hak anak-anak terbagi tanggung jawabnya kepada negara, masyarakat, sekolah dan rumah. Semua memiliki kewajiban dan tanggung jawab atas hal ini dihadapan Allah, sebagaimana sabda Rasululah:
أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Ketahuilah seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. (Muttafaqun ‘alaihi).
Kewajiban dan hak-hak yang menjadi tanggung jawab dipundak setiap muslim terhadap pemuda adalah pembinaan mereka dengan pembinaan yang sempurna dan baik dan memberikan perhatian dan pemeliharaan yang menyeluruh pada mereka. Juga mempersiapkan sarana prasarana kebaikan, keistiqamahan dan kesuksesan serta kebahagiaan dalam agama dan dunianya. Demikian juga mempersiapkan dan mempermudah jalan yang mengantar mereka kepada target manfaat untuk mereka dan masyarakatnya dan menjadi penghalang antara para pemuda dengan penyimpangan pemikiran, dekadensi moral dan sifat-sifat jelek serta teman-teman jelek. Ditambah dengan adanya pengaruh informasi dan komunikasi modern yang merusak dengan segala jenisnya.
Apabila kewajiban-kewajiban tersebut terbagi-bagi atas setiap individu masyarakat sesuai dengan tanggung jawabnya dan sikapnya terhadap generasi sekarang dan akan datang.
Anak shalih 4
Sisi generasi shalih sebagai nikmat Allah
1.Generasi shalih beribadah kepada Allah tanpa berbuat kesyirikan. Ini merupakan nikmat karena Allah tidak menciptakan jin dan Manusia kecuali untuk ibadah.
2. Dunia akan aman dan tentram dengan ibadah kepada Allah tanpa adanya kesyirikan dan kerusakan dunia terjadi karena berpaling dari ibadah dan perbuatan syirik.
3. Anak-anak adalah generasi penerus perjuangan kedua orang tua mereka yang membawa sifat kedua orang tuanya dan sifat keturunannya serta yang dapat memperbaharui nama baik mereka.
Anak shalih 5
4. Generasi shalih menjadi nikmat dari sisi mereka adalah generasi pengganti dalam memakmurkan dunia dan memperbaikinya sesuai dengan tuntutan syariat islam yang mulia. Mereka juga yang menyiapkan penggunaan dunia ini dalam ketaatan kepada Allah dan memeliharanya dari kerusakan dan kehancuran serta kesyirikan. Allah berfirman:
Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-An’am 165)
Juga firmanNya:
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (Yunus 14 )
5. Anak keturunan (generasi penerus) adalah nikmat dari sisi mereka adalah kekuatan umat yang akan membela agama dan melindungi kaum muslimin dan islam dari serangan musuh-musuhnya dan perbuatan bodoh serta rusak orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Apabila sudah jelas demikian besarnya nikmat Allah yang dianugerahkan kepada para hambaNya dengan pemberian anak-anak keturunan ini. Sudha menjadi kewajiban untuk mensyukurinya dengan sungguh-sungguh menunaikan hak-hak anak dan menjaga kemaslahan mereka serta perhatian yang besar terhadap pendidikan mereka secara baik dan sempurna. Agar kemudian mereka menjadi batu-bata yang kuat dan kokoh untuk membangun masyarakat islam.
Semoga kita dianugerahkan anak2 shalih dan shalihah.
Anak shalih 1
Anak shalih yang senantiasa beribadah kepada Allah dan menunaikan hak-hak yang diwajibkan atasnya adalah salah satu karunia agung dari Allah. Demikianlah Allah jelaskan dalam beberapa ayat al-Qur`an, seperti dalam firmanNya:
وَاللهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللهِ هُمْ يَكْفُرُونَ
Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka Mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" (QS. an-Nahl :72). Juga firmanNya:
لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ يَخْلُقُ مَايَشَآءُ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ الذُّكُورَ أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. asy-Syuura : 49-50)
Allah juga mengizinkan orang yang menginginkan anak yang shalih untuk memohon kepadaNya. Allah berfirman menceritakan kisah Nabi Ibrohim :
وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلاَمٍ حَلِيمٍ
Dan Ibrahim berkata:"Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar [Ash-shaffat 99-101]
Anak shalih 2
Demikian juga menceritakan tentang Nabi Zakariya dalam firmanNya:
هُنَالِكَ دَعَازَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَآءِ فَنَادَتْهُ الْمَلاَئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمُُ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِّنَ الصَّالِحِينَ
Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi Termasuk keturunan orang-orang saleh".(QS Alimron 38-39)
Serta berbicara tentang mukminin dalam firmanNya:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-furqaan 74)
Demikian anak shalih adalah anugerah Allah yg seharusnya diminta setiap dari kita semua.
Anak shalih 3
Kewajiban membina anak-anak adalah kewajiban dan tanggung jawab bersama setiap muslim.
Kewajiban dan hak-hak anak-anak terbagi tanggung jawabnya kepada negara, masyarakat, sekolah dan rumah. Semua memiliki kewajiban dan tanggung jawab atas hal ini dihadapan Allah, sebagaimana sabda Rasululah:
أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Ketahuilah seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. (Muttafaqun ‘alaihi).
Kewajiban dan hak-hak yang menjadi tanggung jawab dipundak setiap muslim terhadap pemuda adalah pembinaan mereka dengan pembinaan yang sempurna dan baik dan memberikan perhatian dan pemeliharaan yang menyeluruh pada mereka. Juga mempersiapkan sarana prasarana kebaikan, keistiqamahan dan kesuksesan serta kebahagiaan dalam agama dan dunianya. Demikian juga mempersiapkan dan mempermudah jalan yang mengantar mereka kepada target manfaat untuk mereka dan masyarakatnya dan menjadi penghalang antara para pemuda dengan penyimpangan pemikiran, dekadensi moral dan sifat-sifat jelek serta teman-teman jelek. Ditambah dengan adanya pengaruh informasi dan komunikasi modern yang merusak dengan segala jenisnya.
Apabila kewajiban-kewajiban tersebut terbagi-bagi atas setiap individu masyarakat sesuai dengan tanggung jawabnya dan sikapnya terhadap generasi sekarang dan akan datang.
Anak shalih 4
Sisi generasi shalih sebagai nikmat Allah
1.Generasi shalih beribadah kepada Allah tanpa berbuat kesyirikan. Ini merupakan nikmat karena Allah tidak menciptakan jin dan Manusia kecuali untuk ibadah.
2. Dunia akan aman dan tentram dengan ibadah kepada Allah tanpa adanya kesyirikan dan kerusakan dunia terjadi karena berpaling dari ibadah dan perbuatan syirik.
3. Anak-anak adalah generasi penerus perjuangan kedua orang tua mereka yang membawa sifat kedua orang tuanya dan sifat keturunannya serta yang dapat memperbaharui nama baik mereka.
Anak shalih 5
4. Generasi shalih menjadi nikmat dari sisi mereka adalah generasi pengganti dalam memakmurkan dunia dan memperbaikinya sesuai dengan tuntutan syariat islam yang mulia. Mereka juga yang menyiapkan penggunaan dunia ini dalam ketaatan kepada Allah dan memeliharanya dari kerusakan dan kehancuran serta kesyirikan. Allah berfirman:
Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-An’am 165)
Juga firmanNya:
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (Yunus 14 )
5. Anak keturunan (generasi penerus) adalah nikmat dari sisi mereka adalah kekuatan umat yang akan membela agama dan melindungi kaum muslimin dan islam dari serangan musuh-musuhnya dan perbuatan bodoh serta rusak orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Apabila sudah jelas demikian besarnya nikmat Allah yang dianugerahkan kepada para hambaNya dengan pemberian anak-anak keturunan ini. Sudha menjadi kewajiban untuk mensyukurinya dengan sungguh-sungguh menunaikan hak-hak anak dan menjaga kemaslahan mereka serta perhatian yang besar terhadap pendidikan mereka secara baik dan sempurna. Agar kemudian mereka menjadi batu-bata yang kuat dan kokoh untuk membangun masyarakat islam.
Semoga kita dianugerahkan anak2 shalih dan shalihah.
Harta Barokah?
*Kholid Syamhudi*
Tidak dipungkiri lagi semua orang menginginkan harta yang penuh berkah, namun banyak yang tidak mengerti apakah itu keberkahan.
Ar-Raaghib al-Ashfahani menjelaskan pengertian baraokah :
" البركة هي ثبوت الخير الألهي في الشيء " .
Barokah adalah adanya kebaikan ilahi dalam sesuatu. Allah berfirman: (Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi). Dinamakan demikian karena adanya kebaikan padanya seperti adanya air dalam kolam. Dan al-Mubaarak adalah yang berisi kebaikan tersebut. (Mufradaat 1/83).
Sedangkan ibnu al-Qayyim menjelaskan : البركة حقيقتها الثبوت واللزوم والاستقرار (hakekat barokah adalah ada, kokoh dan terus menerus) (Jalaa’ al-Afhaam 347).
Beliau juga menyatakan ketika menjelaskan pengertian barokah dalam shalawat Nabi :
" فهذا الدعاء يتضمن إعطاءه من الخير ما أعطاه لآل إبراهيم وإدامته وثبوته له ، ومضاعفته له وزيادته ، هذا حقيقة البركة"
Doa ini berisi pemberian Allah dari kebaikan seperti yang diberikan kepada keluarga Ibrohim dan kelanggengan, adanya dan pelipat gandaan serta pertambahannya. Inilah hakekat barokah. (Jalaa’ al-Afhaam 354)
Keberkahan dapat disimpulkan adalah ada dan lenggengnya kebaikan atau banyak dan bertambahnya kebaikan atau kedua-duanya. ( attabarruk, Anwa’uhu wa Ahkaamuhu, Al-Judaiyi’ 37-38).
Dengan demikian harta yang barokah adalah harta yang banyak dan terus berkembang serta membawa pemiliknya menjadi hamba Allah yang bertakwa.
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊
Mengapa Mencari Barokah?
Jawabnya karena:
1. Pengertian barokah sebagai kebaikan ilahi yang ada pada sesuatu dengan adanya perkembangan dan pertambahan. Apabila keberkahan ada pada sesuatu, maka jangan tanya kemanfaatan, banyak dan kelanggengannya. Bahkan tidak ada nilainya usaha yang hilang barokahnya dan waktu yang tidak berkah. Apa faedahnya banyak istri tidak ada barokahnya, banyak anak tidak ada barokahnya atau banyak kerjaan tidak ada berkahnya.
2. Allah telah menganugerahkan keberkahan kepada makhlukNya. Hal ini menunjukkan agungnya keutamaan barakah dan banyaknya faedah serta kemanfaatannya. Lihatlah Allah berfirman:
Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari kami." (Huud :48).
3. Nabi dan orang shalih memohon kepada Allah keberkahan dan mereka tidak memintanya kecuali karena manfaatnya besar sekali.
Imam al-bukhori meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari hadits Ibnu Abbas bahwa nabi Ibrohim ketika mengunjungi ismail dan tidak menemukannya dan hanya menemukan istrinya saja. Maka beliau bertanya: Apa makanan kalian? Dan apa minuman kalian? Istri ismail menjawab: Makanan kami adalah daging dan minuman kami adalah air. Maka beliau berdoa:
اللهم بارك لهم في طعامهم ، وشرابهم
Ya Allah berkahilah mereka dalam makanan dan minuman mereka.
Lalu Rasulullah bersabda:
بركة بدعوة إبراهيم
Diberkahi dengan sebab doa Nabi Ibrohim. (no.3365).
4. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk memohon kepada Allah keberkahan dalam doa-doa kita dan bersemangat menggapai sesuatu yang barokah. Sebagaimana diajarkan beliau dalam hadits Hasan bin Ali:
علمني رسول الله r كلمات أقولهن في الوتر : {اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ،وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ،وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي ولاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ،تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ }
Rasulullah mengajariku doa yang aku ucapkan dalam witir:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ،وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ،وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي ولاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ،تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
(HSR at-Tirmidzi 1/144 no. 411 dan dishahihkan al-Albani dalam shahih sunan at-Tirmidzi).
Demikian juga memberitahukan kita sesuatu yang diberkati, seperti dalam sabda beliau:
{اتَّخِذِوا الغَنَم فَإِنَّ فِيهَا بَرَكَةً }
Ambilah kambing karena padanya ada barokah. (HSR Ahmad no. 27381 dengan sanad yang shahih).
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊
Banyak = Barokah?
Jumlah banyak tidak menunjukkan terbaik; bahkan kebaikan ada pada harta barokah walaupun sedikit. Sesuatu yang barokah yang kecil dalam pandangan manusia lebih utama dari yang banyak dalam pandangan mata apabila tidak barokah. Walau tidak dipungkiri jumlah yang banyak menakjubkan namun kedua hal ini tidak sama, seperti difirmankan Allah:
Katakanlah: "tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, Maka bertakwalah kepada Allah Hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan." (al-Maaidah: 100)
Inilah hakekat yang tidak diketahui dan bermanfaat kecuali pemilik ilmu manfaat dan keyakinan yang kokoh. Sebab keberkahan dalam waktu adalah banyaknya amalan shalih yang dikerjakan. Keberkahan dalam ilmu adalah pengamalan dan manfaatnya yang menyeluruh. Keberkahan dalam harta adalah kecukupan dan sikap qana’ah padanya. Keberkahan pada kesehatan adalah kesempuranaan dan keselamatannya. Keberkahan pada anak-anak adalah pada keshalihan dan bakti mereka. Keberkahan pada istri adalah keshalihan dan patuhnya kepada suami serta pembinaannya kepada anak-anak, bagusnya pergaulan dan pengaturan rumah tangga.
Imam Ibnu al-Qayyim menjelaskan seputar barokah ini:
Dahulu bijian dari gandum dan selainnya lebih besar dari yang ada di hari ini, sebagaimana barokah waktu itu lebih besar. Ahmad bin hambal meriwayatkan dengan sanadnya bahwa beliau mendapati di gudang sebagian bani Umayyah kantong berisi gandum besarnya seperti biji kurma tertulis dalam kantong tersebut : Inilah dulu yang tumbuh di hari-hari keadilan. (zaad al-Ma’aad 4/333). Oleh karena itu beliau berkata:
Setiap waktu berisi kemaksiatan atau harta yang digunakan utk maksiat atau kedudukan atau ilmu atau amalan bermaksidat kepada Allah maka menjadi bencana bagi pelakunya dan bukan maslahat. Karena tidak lah ia mendapatkan barokah pada umur, harta, kekuatan, kedudukan, ilmu dan amalannya kecuali dalam ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu sebagian orang yang hidup di dunia ini seratus tahun atau sekitarnya dan (sebenarnya) umurnya tidak lebih dari dua puluh tahun atau sekitarnya. Sebagaimana sebagian mereka yang memiliki banyak sekali harta emas dan perak dan hartanya pada hakekatnya tidak lebih dari seribu dirham atau sekitarnya. Demikian juga kedudukan dan ilmu. Dalam sunan at-Tirmidzi Rasulullah bersadab: Ketahuilah sungguh dunia ini terlaknat dan terlaknat isinya kecuali dzikir kepada Allah dan alim atau muta’alim. (al-Jawab al-Kafi 75-76)
Hakim bin Hizam berkata:
Aku bertanya kepada Rasulullah lalu beliau memberi kemudian aku meminta lagi lalu beliau memberi kemudian aku meminta lagi dan beliau memberi. Kemudian bersabda: Wahai Hakim sesungguhnya harta ini indah dan manis maka siapa yang mengambilnya dengan kelonggaran hati maka diberkati dan siapa yang mengambilnya dengan ambisius maka tidak diberkati seperti orang yang makan dan tidak kenyang-kenyang. (muttafaqun ‘Alaihi).
Hakim bin Hizam berkata:
Aku bertanya kepada Rasulullah lalu beliau memberi kemudian aku meminta lagi lalu beliau memberi kemudian aku meminta lagi dan beliau memberi. Kemudian bersabda: Wahai Hakim sesungguhnya harta ini indah dan manis maka siapa yang mengambilnya dengan kelonggaran hati maka diberkati dan siapa yang mengambilnya dengan ambisius maka tidak diberkati seperti orang yang makan dan tidak kenyang-kenyang. (muttafaqun ‘Alaihi).
Ibnu Hajar berkata:
Berisi perumpamaan pada sesuatu yang sulit difahami akal pada pendengar; karena umumnya orang tidak mengetahui barokah kecuali disesuatu yang banyak. Maka beliau menjelaskan dengan perumpamaan tadi bahwa barokah adalah ciptaan Allah dan memberikan permilasalan yang sudah biasa ada pada mereka. Orang yang makan hanyalah makan untuk kenyang, apabila ia makan dan tidak kenyang-kenyang maka itu beban kesulitan padanya tanpa faedah. Demikian juga harta tidaklah faedahnya ada pada dzatnya namun ada pada manfaat yang didapatkan darinya. Apabila seorang memiliki banyak harta tanpa mengambil manfaatnya maka keberadaannya seperti tidak ada. (Fathul Baari 3/337).
Pernyataan beliau ini dikuatkan dengan kisah Anas bin Malik yang didoakan memiliki banyak ana dan harta ditambah dengan keberkahannya. End.
Tanggapan atas tanggapan
Ada banyak pertanyaan dan ketidakfahaman ttg banyak tdk sama dgn barokah. Keberkahan memiliki unsur mudah, banyak, berkembang dan membawa pemiliknya kepada ketakwaan. Sehingga klo hanya banyak saja tidak mesti barookah. Sehingga tinjauannya keberkahan tdk hanya banyak saja. Sedikit bila membawa pemiliknya tambah takwa, berkembang dan mudah bisa jadi lbh berkah daripada banyak. Coba baca ulang kembali postingan ana ttg pengertian berkah dan banyak tdk mesti berkah. Qarun memiliki harta yg banyak ternyata tidak barokah bahkan menyebabkannya sombong dan akhirnya hancur.
Coba difahami banyak tdk mesti barokah tapi bisa jadi barokah ada pada yg lbh sedikit namun membuat pelakunya tambah iman dan takwanya. Walaupun banyak menjadi salah satu ciri keberkahan. sehingga jelas postingan saya tidak bertentangan sebab saya nukil hal2 tsbt dari penyataan para ulama.
Semoga dapat difahami.
Kholid syamhudi
Ponpes ibnu Abbas, masaran sragen, jawa tengah.
Tidak dipungkiri lagi semua orang menginginkan harta yang penuh berkah, namun banyak yang tidak mengerti apakah itu keberkahan.
Ar-Raaghib al-Ashfahani menjelaskan pengertian baraokah :
" البركة هي ثبوت الخير الألهي في الشيء " .
Barokah adalah adanya kebaikan ilahi dalam sesuatu. Allah berfirman: (Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi). Dinamakan demikian karena adanya kebaikan padanya seperti adanya air dalam kolam. Dan al-Mubaarak adalah yang berisi kebaikan tersebut. (Mufradaat 1/83).
Sedangkan ibnu al-Qayyim menjelaskan : البركة حقيقتها الثبوت واللزوم والاستقرار (hakekat barokah adalah ada, kokoh dan terus menerus) (Jalaa’ al-Afhaam 347).
Beliau juga menyatakan ketika menjelaskan pengertian barokah dalam shalawat Nabi :
" فهذا الدعاء يتضمن إعطاءه من الخير ما أعطاه لآل إبراهيم وإدامته وثبوته له ، ومضاعفته له وزيادته ، هذا حقيقة البركة"
Doa ini berisi pemberian Allah dari kebaikan seperti yang diberikan kepada keluarga Ibrohim dan kelanggengan, adanya dan pelipat gandaan serta pertambahannya. Inilah hakekat barokah. (Jalaa’ al-Afhaam 354)
Keberkahan dapat disimpulkan adalah ada dan lenggengnya kebaikan atau banyak dan bertambahnya kebaikan atau kedua-duanya. ( attabarruk, Anwa’uhu wa Ahkaamuhu, Al-Judaiyi’ 37-38).
Dengan demikian harta yang barokah adalah harta yang banyak dan terus berkembang serta membawa pemiliknya menjadi hamba Allah yang bertakwa.
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊
Mengapa Mencari Barokah?
Jawabnya karena:
1. Pengertian barokah sebagai kebaikan ilahi yang ada pada sesuatu dengan adanya perkembangan dan pertambahan. Apabila keberkahan ada pada sesuatu, maka jangan tanya kemanfaatan, banyak dan kelanggengannya. Bahkan tidak ada nilainya usaha yang hilang barokahnya dan waktu yang tidak berkah. Apa faedahnya banyak istri tidak ada barokahnya, banyak anak tidak ada barokahnya atau banyak kerjaan tidak ada berkahnya.
2. Allah telah menganugerahkan keberkahan kepada makhlukNya. Hal ini menunjukkan agungnya keutamaan barakah dan banyaknya faedah serta kemanfaatannya. Lihatlah Allah berfirman:
Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari kami." (Huud :48).
3. Nabi dan orang shalih memohon kepada Allah keberkahan dan mereka tidak memintanya kecuali karena manfaatnya besar sekali.
Imam al-bukhori meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari hadits Ibnu Abbas bahwa nabi Ibrohim ketika mengunjungi ismail dan tidak menemukannya dan hanya menemukan istrinya saja. Maka beliau bertanya: Apa makanan kalian? Dan apa minuman kalian? Istri ismail menjawab: Makanan kami adalah daging dan minuman kami adalah air. Maka beliau berdoa:
اللهم بارك لهم في طعامهم ، وشرابهم
Ya Allah berkahilah mereka dalam makanan dan minuman mereka.
Lalu Rasulullah bersabda:
بركة بدعوة إبراهيم
Diberkahi dengan sebab doa Nabi Ibrohim. (no.3365).
4. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk memohon kepada Allah keberkahan dalam doa-doa kita dan bersemangat menggapai sesuatu yang barokah. Sebagaimana diajarkan beliau dalam hadits Hasan bin Ali:
علمني رسول الله r كلمات أقولهن في الوتر : {اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ،وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ،وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي ولاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ،تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ }
Rasulullah mengajariku doa yang aku ucapkan dalam witir:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ،وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ،وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي ولاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ،تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
(HSR at-Tirmidzi 1/144 no. 411 dan dishahihkan al-Albani dalam shahih sunan at-Tirmidzi).
Demikian juga memberitahukan kita sesuatu yang diberkati, seperti dalam sabda beliau:
{اتَّخِذِوا الغَنَم فَإِنَّ فِيهَا بَرَكَةً }
Ambilah kambing karena padanya ada barokah. (HSR Ahmad no. 27381 dengan sanad yang shahih).
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊
Banyak = Barokah?
Jumlah banyak tidak menunjukkan terbaik; bahkan kebaikan ada pada harta barokah walaupun sedikit. Sesuatu yang barokah yang kecil dalam pandangan manusia lebih utama dari yang banyak dalam pandangan mata apabila tidak barokah. Walau tidak dipungkiri jumlah yang banyak menakjubkan namun kedua hal ini tidak sama, seperti difirmankan Allah:
Katakanlah: "tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, Maka bertakwalah kepada Allah Hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan." (al-Maaidah: 100)
Inilah hakekat yang tidak diketahui dan bermanfaat kecuali pemilik ilmu manfaat dan keyakinan yang kokoh. Sebab keberkahan dalam waktu adalah banyaknya amalan shalih yang dikerjakan. Keberkahan dalam ilmu adalah pengamalan dan manfaatnya yang menyeluruh. Keberkahan dalam harta adalah kecukupan dan sikap qana’ah padanya. Keberkahan pada kesehatan adalah kesempuranaan dan keselamatannya. Keberkahan pada anak-anak adalah pada keshalihan dan bakti mereka. Keberkahan pada istri adalah keshalihan dan patuhnya kepada suami serta pembinaannya kepada anak-anak, bagusnya pergaulan dan pengaturan rumah tangga.
Imam Ibnu al-Qayyim menjelaskan seputar barokah ini:
Dahulu bijian dari gandum dan selainnya lebih besar dari yang ada di hari ini, sebagaimana barokah waktu itu lebih besar. Ahmad bin hambal meriwayatkan dengan sanadnya bahwa beliau mendapati di gudang sebagian bani Umayyah kantong berisi gandum besarnya seperti biji kurma tertulis dalam kantong tersebut : Inilah dulu yang tumbuh di hari-hari keadilan. (zaad al-Ma’aad 4/333). Oleh karena itu beliau berkata:
Setiap waktu berisi kemaksiatan atau harta yang digunakan utk maksiat atau kedudukan atau ilmu atau amalan bermaksidat kepada Allah maka menjadi bencana bagi pelakunya dan bukan maslahat. Karena tidak lah ia mendapatkan barokah pada umur, harta, kekuatan, kedudukan, ilmu dan amalannya kecuali dalam ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu sebagian orang yang hidup di dunia ini seratus tahun atau sekitarnya dan (sebenarnya) umurnya tidak lebih dari dua puluh tahun atau sekitarnya. Sebagaimana sebagian mereka yang memiliki banyak sekali harta emas dan perak dan hartanya pada hakekatnya tidak lebih dari seribu dirham atau sekitarnya. Demikian juga kedudukan dan ilmu. Dalam sunan at-Tirmidzi Rasulullah bersadab: Ketahuilah sungguh dunia ini terlaknat dan terlaknat isinya kecuali dzikir kepada Allah dan alim atau muta’alim. (al-Jawab al-Kafi 75-76)
Hakim bin Hizam berkata:
Aku bertanya kepada Rasulullah lalu beliau memberi kemudian aku meminta lagi lalu beliau memberi kemudian aku meminta lagi dan beliau memberi. Kemudian bersabda: Wahai Hakim sesungguhnya harta ini indah dan manis maka siapa yang mengambilnya dengan kelonggaran hati maka diberkati dan siapa yang mengambilnya dengan ambisius maka tidak diberkati seperti orang yang makan dan tidak kenyang-kenyang. (muttafaqun ‘Alaihi).
Hakim bin Hizam berkata:
Aku bertanya kepada Rasulullah lalu beliau memberi kemudian aku meminta lagi lalu beliau memberi kemudian aku meminta lagi dan beliau memberi. Kemudian bersabda: Wahai Hakim sesungguhnya harta ini indah dan manis maka siapa yang mengambilnya dengan kelonggaran hati maka diberkati dan siapa yang mengambilnya dengan ambisius maka tidak diberkati seperti orang yang makan dan tidak kenyang-kenyang. (muttafaqun ‘Alaihi).
Ibnu Hajar berkata:
Berisi perumpamaan pada sesuatu yang sulit difahami akal pada pendengar; karena umumnya orang tidak mengetahui barokah kecuali disesuatu yang banyak. Maka beliau menjelaskan dengan perumpamaan tadi bahwa barokah adalah ciptaan Allah dan memberikan permilasalan yang sudah biasa ada pada mereka. Orang yang makan hanyalah makan untuk kenyang, apabila ia makan dan tidak kenyang-kenyang maka itu beban kesulitan padanya tanpa faedah. Demikian juga harta tidaklah faedahnya ada pada dzatnya namun ada pada manfaat yang didapatkan darinya. Apabila seorang memiliki banyak harta tanpa mengambil manfaatnya maka keberadaannya seperti tidak ada. (Fathul Baari 3/337).
Pernyataan beliau ini dikuatkan dengan kisah Anas bin Malik yang didoakan memiliki banyak ana dan harta ditambah dengan keberkahannya. End.
Tanggapan atas tanggapan
Ada banyak pertanyaan dan ketidakfahaman ttg banyak tdk sama dgn barokah. Keberkahan memiliki unsur mudah, banyak, berkembang dan membawa pemiliknya kepada ketakwaan. Sehingga klo hanya banyak saja tidak mesti barookah. Sehingga tinjauannya keberkahan tdk hanya banyak saja. Sedikit bila membawa pemiliknya tambah takwa, berkembang dan mudah bisa jadi lbh berkah daripada banyak. Coba baca ulang kembali postingan ana ttg pengertian berkah dan banyak tdk mesti berkah. Qarun memiliki harta yg banyak ternyata tidak barokah bahkan menyebabkannya sombong dan akhirnya hancur.
Coba difahami banyak tdk mesti barokah tapi bisa jadi barokah ada pada yg lbh sedikit namun membuat pelakunya tambah iman dan takwanya. Walaupun banyak menjadi salah satu ciri keberkahan. sehingga jelas postingan saya tidak bertentangan sebab saya nukil hal2 tsbt dari penyataan para ulama.
Semoga dapat difahami.
Kholid syamhudi
Ponpes ibnu Abbas, masaran sragen, jawa tengah.
Satu Kepastian
*Kholid Syamhudi*
Rezeki dan Harta Datangnya dari Allah yang maha kaya dan pemberi rezeki
Semua mukmin beriman dengan penuh bahwa rezeki semua makhluk ada dikekuasaan Allah yang maha pemberi rezeki.
Allah hanya memerintahkan kita untuk mewujudkan ibadah dan menanggung semua rezeki dan makanan, sehingga tidak akan meninggalkan dunia ini sampai kita mendapatkan rezeki dengan sempurna. Namun untuk memperolehnya ternyata harus dengan usaha.
Inilah yang dijelaskan Rasulullah n dalam sabdanya:
لَيْسَ مِنْ عَمَلٍ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ إِلاَّ قَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ وَلاَ عَمَلٍ يُقَرِّبُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ وَقَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَلاَ يَسْتَبْطِئَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ رِزْقَهُ فَإِنَّ جِبْرِيْلَ أَلْقَى فِيْ رَوْعِيْ أَنَّ أَحَدًا مِنْكُمْ لَنْ يَخْرُجَ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ فَاتَّقُوْا اللهَ أَيُّهَا النَّاسُ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ فَإِنِ اسْتَبْطَأَ أَحَدٌ مِنْكُمْ رِزْقَهُ فَلاَ يَطْلُبْهُ بِمَعْصِيَةِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُنَالُ فَضْلُهُ بِمَعْصِيَتِهِ
Tidak ada satu amalan pun yang mendekatkan kepada syurga kecuali telah aku perintahkan kepada kalian, dan tidak pula satu amalan yang mendekatkan kepada neraka kecuali aku peringatkan kalian darinya. Maka janganlah salah seorang di antara kalian menganggap lambat rezekinya, karena Jibrîl telah menyampaikan ke hatiku bahwa seorang dari kalian tidak akan meninggalkan dunia ini hingga sempurna rezekinya. Hendaknya kalian bertakwa kepada Allah k dan memperbagus dalam mencarinya, karena siapa saja dari kalian yang mengganggap lambat rezekinya maka jangan sampai mencarinya dengan berbuat maksiat kepada Allah, karena keutamaan Allah tidak didapat dengan kemaksiatan.
Demikianlah Allah membagi-bagi rezeki kepada hamba-hambaNya dengan memberikan kepada mereka sebab-sebab materi dan sebab-sebab agamis (spritual).
Semoga bermanfaat dan tdk mengganggu.
Rezeki dan Harta Datangnya dari Allah yang maha kaya dan pemberi rezeki
Semua mukmin beriman dengan penuh bahwa rezeki semua makhluk ada dikekuasaan Allah yang maha pemberi rezeki.
Allah hanya memerintahkan kita untuk mewujudkan ibadah dan menanggung semua rezeki dan makanan, sehingga tidak akan meninggalkan dunia ini sampai kita mendapatkan rezeki dengan sempurna. Namun untuk memperolehnya ternyata harus dengan usaha.
Inilah yang dijelaskan Rasulullah n dalam sabdanya:
لَيْسَ مِنْ عَمَلٍ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ إِلاَّ قَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ وَلاَ عَمَلٍ يُقَرِّبُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ وَقَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَلاَ يَسْتَبْطِئَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ رِزْقَهُ فَإِنَّ جِبْرِيْلَ أَلْقَى فِيْ رَوْعِيْ أَنَّ أَحَدًا مِنْكُمْ لَنْ يَخْرُجَ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ فَاتَّقُوْا اللهَ أَيُّهَا النَّاسُ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ فَإِنِ اسْتَبْطَأَ أَحَدٌ مِنْكُمْ رِزْقَهُ فَلاَ يَطْلُبْهُ بِمَعْصِيَةِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُنَالُ فَضْلُهُ بِمَعْصِيَتِهِ
Tidak ada satu amalan pun yang mendekatkan kepada syurga kecuali telah aku perintahkan kepada kalian, dan tidak pula satu amalan yang mendekatkan kepada neraka kecuali aku peringatkan kalian darinya. Maka janganlah salah seorang di antara kalian menganggap lambat rezekinya, karena Jibrîl telah menyampaikan ke hatiku bahwa seorang dari kalian tidak akan meninggalkan dunia ini hingga sempurna rezekinya. Hendaknya kalian bertakwa kepada Allah k dan memperbagus dalam mencarinya, karena siapa saja dari kalian yang mengganggap lambat rezekinya maka jangan sampai mencarinya dengan berbuat maksiat kepada Allah, karena keutamaan Allah tidak didapat dengan kemaksiatan.
Demikianlah Allah membagi-bagi rezeki kepada hamba-hambaNya dengan memberikan kepada mereka sebab-sebab materi dan sebab-sebab agamis (spritual).
Semoga bermanfaat dan tdk mengganggu.
Dalam Bimbingan Islam
*Kholid Syamhudi*
Hendaknya setiap orang berusaha sekuat tenaga untuk MEMPERTAJAM INTROSPEKSI atas dirinya, memperbanyak mempelajari ilmu dien, dan memberikan peringatan kpd manusia. Setiap manusia akan memasuki medan perang yang dahsyat. Maka hendaknya dia memiliki kewaspadaan terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi.
Pusatkan perhatian untuk membersihkan jiwa, menyucikan batin, dan memperbaiki kesalahan-kesalahannya dgn taubat dan istighfar. Karena jika ternyata ia ditarik oleh Sang Pemilik Hidup, maka cukuplah niatnya menjadi "tabungan", karena niat seorang mukmin bisa jadi lebih baik dari pada amalnya.
"Dan orang-orang yg berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukan kpd mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya ALLAH benar-benar beserta orang yg berbuat baik."
(Al-Ankabuut: 69)
Ibnul Jauzi berkata, "Barangsiapa mengingat akhir dunia pasti akan berhati-hati, demikian pula barangsiapa yg mengetahui panjangnya jalan yg hrs ditempuh pasti ia akan giat utk berangkat."
Sufyan ats-Tsauri mengatakan, "Barangsiapa yang telah mencapai umur seperti Rasulullah, maka hendaklah ia mempersiapkan kain kafannya."
Namun ada juga ulama yg dikaruniai umur mencapai 70 th spt Imam Ahmad. Jika seseorang mencapai umur sekian, hendaklah ia menyadari bahwa ia sedang berada ditepi kuburnya. Jika usia mencapai 80 th, hendaklah ia mempersiapkan diri lebih matang lagi untuk menyambut perjalanannya yg panjang.
Manusia yg dikaruniai hikmah, kebaikan dan petunjuk, akan mengumpulkan ilmu yg berserakan, merapikan apa yang belum teratur dlm kehidupannya serta senantiasa meluruskan dan memperbaiki niatnya.
MARILAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA UNTUK,,,
MENGGORESKAN TINTA EMAS AMAL SHALIH ..
BERBAGI ILMU DIEN ..
MENGINFAQKAN KITAB-KITAB, serta MENAFKAHKAN HARTA DI JALAN ALLAH ..
SEMOGA ALLAH MUDAHKAN ...
-donasi perpustakaan ponpes ibnu Abbas, Sragen liat www.binabbas.org atau www.ustadzkholid.com
Hendaknya setiap orang berusaha sekuat tenaga untuk MEMPERTAJAM INTROSPEKSI atas dirinya, memperbanyak mempelajari ilmu dien, dan memberikan peringatan kpd manusia. Setiap manusia akan memasuki medan perang yang dahsyat. Maka hendaknya dia memiliki kewaspadaan terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi.
Pusatkan perhatian untuk membersihkan jiwa, menyucikan batin, dan memperbaiki kesalahan-kesalahannya dgn taubat dan istighfar. Karena jika ternyata ia ditarik oleh Sang Pemilik Hidup, maka cukuplah niatnya menjadi "tabungan", karena niat seorang mukmin bisa jadi lebih baik dari pada amalnya.
"Dan orang-orang yg berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukan kpd mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya ALLAH benar-benar beserta orang yg berbuat baik."
(Al-Ankabuut: 69)
Ibnul Jauzi berkata, "Barangsiapa mengingat akhir dunia pasti akan berhati-hati, demikian pula barangsiapa yg mengetahui panjangnya jalan yg hrs ditempuh pasti ia akan giat utk berangkat."
Sufyan ats-Tsauri mengatakan, "Barangsiapa yang telah mencapai umur seperti Rasulullah, maka hendaklah ia mempersiapkan kain kafannya."
Namun ada juga ulama yg dikaruniai umur mencapai 70 th spt Imam Ahmad. Jika seseorang mencapai umur sekian, hendaklah ia menyadari bahwa ia sedang berada ditepi kuburnya. Jika usia mencapai 80 th, hendaklah ia mempersiapkan diri lebih matang lagi untuk menyambut perjalanannya yg panjang.
Manusia yg dikaruniai hikmah, kebaikan dan petunjuk, akan mengumpulkan ilmu yg berserakan, merapikan apa yang belum teratur dlm kehidupannya serta senantiasa meluruskan dan memperbaiki niatnya.
MARILAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA UNTUK,,,
MENGGORESKAN TINTA EMAS AMAL SHALIH ..
BERBAGI ILMU DIEN ..
MENGINFAQKAN KITAB-KITAB, serta MENAFKAHKAN HARTA DI JALAN ALLAH ..
SEMOGA ALLAH MUDAHKAN ...
-donasi perpustakaan ponpes ibnu Abbas, Sragen liat www.binabbas.org atau www.ustadzkholid.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
