Wednesday, January 9, 2013

Keutamaan Shalat Isyraq

*Abu Riyadl*

Keutamaan Shalat Isyraq

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ ».
Dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang shalat subuh berjama'ah, kemudian duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala haji dan umrah." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menambahkan: "Sempurna..sempurna..sempurna..." (HR. At Turmudzi 589 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

Syaikh Mukhtar As Sinqithi memberikan penjelasan hadis ini, bahwa keutamaan ini hanya dapat diraih jika terpenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:
Pertama, Shalat subuh secara berjama'ah. Sehingga tidak tercakup di dalamnya orang yang shalat sendirian. Dlahir kalimat jama'ah di hadis ini, mencakup jama'ah di masjid, jama'ah di perjalanan, atau di rumah bagi yang tidak wajib jama'ah di masjid karena udzur.
Kedua, duduk berdzikir. Jika duduk tertidur, atau ngantuk maka tidak mendapatkan fadlilah ini. Termasuk berdzikir adalah membaca Al Qur'an, beristighfar, membaca buku-buku agama, memebrikan nasehat, diskusi masalah agama, atau amar ma'ruf nahi mungkar.
Ketiga, duduk di tempat shalatnya sampai terbit matahari. Tidak boleh pindah dari tempat shalatnya. Sehingga, jika dia pindah untuk mengambil mushaf Al Qur'an atau untuk kepentingan lainnya maka tidak mendapatkan keutamaan ini. Karena keutamaan (untuk amalan ini) sangat besar, pahala haji dan umrah sempurna..sempurna. sedangkan maksud (duduk di tempat shalatnya di sini) adalah dalam rangka Ar Ribath (menjaga ikatan satu amal dengan amal yang lain), dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kemudian duduk di tempat shalatnya." Kalimat ini menunjukkan bahwa dia tidak boleh meninggalkan tempat shalatnya. Dan sekali lagi, untuk mendapatkan fadlilah yang besar ini, orang harus memberikan banyak perhatian dan usaha yang keras, sehingga seorang hamba harus memaksakan dirinya untuk sebisa mungkin menyesuaikan amal ini sebagaimana teks hadis.
Keempat, shalat dua rakaat. Shalat ini dikenal dengan shalat isyraq. Shalat ini dikerjakan setelah terbitnya matahari setinggi tombak.
(lih. Syarh Zaadul Mustaqni' oleh Syaikh Syinqithi 3/68).

Tp perlu diingat, kitajuga mempertimbangkan hal hal yg lebih wajib dari itu, dari mengurus keluarga.dll. Karena amalan sunah tidak kita menangkan diatas kwajiaban sebagai kepala rumah tangga.
Maka menunggu suruq ini hendaknya dilakukan jika ada waktu. Smg sunah ini tetap hidup.

Pahala Berdzikir Setelah Subuh Hingga Matahari Terbit

*Abu Riyadl*

PAHALA ORANG YANG DUDUK DITEMPAT SHALATNYA SETELAH SHALAT SUBUH, BERDZIKIR KEPADA ALLAH HINGGA MATAHARI TERBIT.

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : مَنْ صَلَّى اْلفَجْرَ فِيْ جَماَعَةٍ ثُمَّ تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ  قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : تَامَّةً تَامَّةً تَامَّةً.( حسن بشواهده : رواه الترمذي ( 586).
عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَسْنَاءَ  (صحيح: رواه مسلم ( 670)، ورواية الطبراني (2/150)، ضعفها الألباني في (( ضعيف الترغيب)) .(371).
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  ع لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً ( حسن: رواه أبو داود (3667)، وخرجه الألباني في (( الصحيحة)) 2916).س

Artinya:
Dari Anas bin malik berkata: Rasulullah telah bersabda: Barangsiapa shalat subuh berjaah kemudian dia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit lalu dia shalat dua rakaat maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan umrah, Rasulullah sholallahu alaihi wasalam bersabda ” sempurna, sempurna, sempurna,” (Hadits Hasan: HR at-Tirmidzi:586 )

Dari Jabir bin Samrah telah berkata: Dahulu Nabi sholallahu alaihi wasalam  apabila shalat shubuh duduk (dalam keadaaan menyilang) sampai matahari terbit dengan sangat baik.” (HR. Muslim (670), Thabrani(II/150), Imam al-Bani mendhai`fkannya di “ Dha`if at-Tarhib” (371)).

Dari Anas bin Malik telah berkata; Rasulullah telah bersabda: “Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat shubuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat budak dari keturunan bani Israil, dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat ashar hingga terbenamnya matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat budak” (Hasan, diriwayatkan Abu Dawud (3667), dan Imam al-Bani mengeluarkannya di “as-Shahihah” (2916).)Pa

Hati-hati Menyebarkan Info Agama

*Abu Riyadl*

HATI HATILAH DALAM MENYEBARKAN INFO AGAMA

Jangan terburu buru kita menyebutnya sebagai amalan yang berpahala
Bisa jadi apa yang kita sebutkan itu hanyalah karangan manusia belaka, bukan dari wahyu dari Allah Ta’ala
Padahal agama ini adalah HA
K milik Allah, bagaimana bisa  manusia mengarangnya tanpa  wahyu!
Sering kita dapat broadchast yang demikian:
amalan ini dapat ini, amalan ini dan itu jika dibaca sekian ribu akan mendapat ini dan itu....

subhanallah begitu mudahnya kita menjanjikan sesuatu. Padahal itu adalah HAK ALLAH Ta’ala

Allah Ta’ala berfirman:
وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ
“Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta atas nama Allah, wajah-wajah mereka menjadi hitam.” (QS. Az-Zumar: 60)

Dalam hadits mutawatir disebutkan:
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 107 dan Muslim no. 3)

Dalam hadits lain Al-Mughirah radhiallahu anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta atas nama orang lain. Karena barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 1209 dan Muslim no. 4)

Mari kita berhati hati dalam bertindak..
Niat yang baik perlu diluruskan teori amalannya begitu juga perbuatan baik perlu diluruskan teori niatnya..

Mari kita beramal dg dasar yg tepat.

www.abu-riyadl.blogspot.com
Semoga bermanfa’at..

Hak Saudara Seiman

*Abu Riyadl*

Hak Saudara kita seiman.

Di antara hak muslim atas muslim yang lainnya adalah tidak mengganggu mereka. Karena mengganggu kaum muslimin adalah dosa besar. Allah Ta'ala  berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
“Dan orang-orang yang mengganggu kaum mukminin dan mukminat tanpa adanya sebab yang mereka kerjakan maka sungguh dia telah memikul kedustaan dan dosa yang nyata.”  (QS. Al Ahzab : 58)

Dan biasanya, orang yang mengganggu saudaranya maka Allah Ta'ala akan membalas perbuatan tersebut langsung di dunia sebelum balasan di akherat. Naudzubillah...

Demikian pula, Rasulullah sholallahu alaihi wasalam telah bersabda:
لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
 “Janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling membelakangi(BUANG MUKA), dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak boleh menghina dan merendahkannya. Cukup bagi seseorang dikatakan sebagai orang jahat jika merendahkan saudaranya sesama muslim. Seluruh muslim atas muslim yang lain adalah haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”  (HR. Muslim)

Hak saudara kita muslim sebenarnya sangatlah banyak, namun barangkali makna itu telah terangkum  dalam sabda nabi :
 الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ
“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain.”

Maka konsekuensi persaudaraan tersebut, adalah kita akan mengusahakan segala kebaikan, dan menjauhkan segala hal yang membahayakan dari saudara.
Dan kemudian tiada  lagi permusuhan diantara kita.

Semoga Allah ta'ala melunakkan hati kita untuk selalu berbuat baik kpd sesama dan saling berlapang dada.

آميـن اللّـهُمَّ آميـــــن
Semoga bermanfaat.

Nifaq

*Abu Riyadl*

Nifaq ada dua macam: nifaq i’tiqadi dan nifaq ‘amali.

1. Nifaq i’tiqadi(keyakinan):
Telah disebutkan di dalam Al Qur’an di beberapa tempat. Dan Allah Ta'ala akan memasukkan pelakunya dengan sebab nifaq ini ke dasar neraka yang paling bawah.

2.Nifaq ‘amali(perbuatan):
sebagaimana yang telah disebutkan di dalam sabda Nabi shalallahu alaihi wasalam:
((  أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا , وَمَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ , وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ ))   (رواه البخاري ومسلم)
“Empat hal apabila terdapat pada diri seseorang maka dia menjadi seorang munafiq tulen, dan jika terdapat padanya satu di antara empat hal tersebut, maka pada dirinya terdapat satu tanda  kemunafikan hingga dia meninggalkannya: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji mengingkari, jika berselisih dia berbuat curang, dan jika dipercaya  berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sebagaimana sabda beliau:
((  آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ ))  (رواه البخاري)

“Tanda seorang munafik ada tiga: jika berbicara maka dia berdusta, jika berjanji maka dia mengingkari, dan jika dipercaya maka dia berkhianat.”   (HR Bukhari.

By. www.abu-riyadl.blogspot.com

Adapun nifaq I'tiqodi maka ia telah dikeluarkan dari agama islam.

Namun nifaq 'amali ia merupakan dosa besar, yg mana orang yg terjangkitinya akan lemah imannya. Dan urusannya diakhirat kelak ditangan Allah ta'ala, jika Allah mengampuninya maka ia langsung masuk surga namun jika Allah berkehendak mengadzabnya maka Allah akan memasukkannya ke neraka. Naudzubillah min dzalik

Wudhu Dengan Air Dingin

*Abu Riyadl*

PAHALA MENYEMPURNAKAN WUDHU
DENGAN AIR YANG DINGIN
عَنْ جابر بن عبد الله قال : قال رسول الله : أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا  ويكفر الذنوب؟ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكروهاتِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاة)) < رواه ابن حبان في (( صحيحه)) (1036), وأصله عند مسلم ( 152)

Dari Jabir bin `Abdillah telah berkata: Rasulullah shalallhu alaihi wasalam telah bersabda: “Tidakkah kalian mau aku tunjukkan apa-apa yang Allah menghilangkan dengannya kesalahan-kesalahan dan menghapuskan dosa-dosa?, Mereka menjawab: Tentu wahai Rasulullah, Rasulullah shalallhu alaihi wasalam menjawab: Menyempurnakan wudhu atas hal yang makruhat (yang dibenci), memperbanyak jalan menuju masjid, menunggu shalat setelah shalat”.  (HR Ibnu Hibban: 1036 dan Muslim :251)

Semoga dapat menambah kekuatan kita dalam mendekatkan diri kpd Allah.

Menyempurnakan wudhu atas hal yang makruhat (yang dibenci),

Masudnya : tetap kita menyempurnakan wudhu kita walaupun air dingin itu kita benci memakainnya di cuaca dingin. Selama tidak membayakan diri kita temtunya.

Pahala Shalat Isya dan Subuh Berjama'ah

*Abu Riyadl*

Allah ta'ala  berfirman yang artinya :
وَقُرْءَانَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْءَانَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا {78}
“Dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. al-Isra` :78)
Ahli tafsir berkata maksudnya adalah shalat shubuh yang disaksikan oleh malaikat malam hari dan siang hari.

 عن عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ  قال سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ. رواه مسلم و أبو داود و الترمذي و لفظهما مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ  كقيام نصف ليلة ، ومن صل العشاء والفجر في جماعة كان كقيام ليلة
Dari Utsman bin `Affan telah berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: “ Barang siapa yang menegakkan shalat isya secara berjamaah maka seakan-akan dia mengerjakan shalat semalam penuh. (HR Muslim dan Abu Dawud dan Tirmidzi, dan lafadz dari keduanya adalah: Barang siapa yang mengerjakan shalat isya secara berjamaah seakan-akan dia menegakkan shalat separuh malam, dan barangsiapa yang mengerjakan shalat isya dan shalat subuh secara berjamaah seakan-akan dia mengerjakan shalat malam semalam suntuk ( HR Muslim : 656, Abu Dawud :555, Tirmidzi :221).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوا......... ( رواه البخاري (657), و مسلم (651))
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah besabda: Shalat yang memberatkan bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat shubuh, seandainya mereka mengetahui pahala pada keduanya pasti akan mendatanginya walaupun harus merangkak...HR. Bukhori&Muslim.

Subhanallah.. Wahai saudaraku.. Jangan engkau lewatkan kesempatan emas ini.

Oleh:
www. abu-riyadl.blogspot.com