Sunday, February 3, 2013

Poligami

*fb Orcela Puspita*

Cukup menikahi seorang wanita saja
▬▬►bila khawatir tidak dapat berlaku adil secara lahiriah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
“Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki.” (An-Nisa`: 3)

Yang dimaksud dengan adil di sini adalah dalam perkara LAHIRIAH seperti adil dalam :
▬ pemberian nafkah,
▬ tempat tinggal,
▬ dan giliran.

Adapun
dalam perkara BATIN seperti rasa cinta dan kecenderungan hati tidaklah dituntut untuk adil,
▬▬► karena hal ini di luar kesanggupan seorang hamba.

Dalam Al-Qur`anul Karim dinyatakan:

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ

“Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian, walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kalian terlalu cenderung kepada istri yang kalian cintai sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” (An-Nisa`: 129)

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ketika menafsirkan ayat di atas,
“Maksudnya, kalian wahai manusia, tidak akan mampu berlaku sama di antara istri-istri kalian dari segala sisi. Karena walaupun bisa terjadi pembagian giliran malam per malam, namun mesti ada perbedaan dalam hal cinta, syahwat, dan jima’. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma, ‘Abidah As-Salmani, Mujahid, Al-Hasan Al-Bashri, dan Adh-Dhahhak bin Muzahim rahimahumullah.”

Setelah menyebutkan sejumlah kalimat, Ibnu Katsir rahimahullah melanjutkan pada tafsir ayat: فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ maksudnya apabila kalian cenderung kepada salah seorang dari istri kalian, janganlah kalian berlebih-lebihan dengan cenderung secara total padanya, فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ “sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” Maksudnya istri yang lain menjadi terkatung-katung. Kata Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Al-Hasan, Adh Dhahhak, Ar-Rabi` bin Anas, As-Suddi, dan Muqatil bin Hayyan, “Makna كَالْمُعَلَّقَةِ, seperti tidak punya suami dan tidak pula ditalak.” (Tafsir Al-Qur`anil Azhim, 2/317)

Bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka :
▬►dituntunkan kepadanya untuk hanya menikahi satu wanita.
▬▬►Dan ini termasuk pemuliaan pada wanita di mana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam.

Dinukil dr.
http://www.alquran-sunnah.com/artikel/niswah/246-surat-an-nisa-satu-bukti-islam-memuliakan-wanita.html

Sunday, January 20, 2013

Jilbab - Bantahan thd Quraish Shihab

*fb Majalah Qiblati*

Bantahan terhadap Prof. Quraish Shihab tentang Jilbab dan Aurat

Seorang ibu dalam acara talk show di Metro TV yang menghadirkan Bapak Prof. Dr. Quraish Shihab bertanya kepada beliau tentang hukum jilbab dan penerapannya pada keluarga bapak Prof. Dr. Quraish Shihab.

Namun tidak disangka-sangka bapak Prof. Dr. Quraish Shihab justru menjawab dengan pernyataan yang membuat sang Ibu tadi menjadi bingung dan umat yang menyaksikan talk show juga dibuatnya menjadi bingung.

============================

Kritik terhadap Prof. DR. Quraish Shihab atas pendapatnya tentang Jilbab dan Aurat

Oleh:

DR. Ahmad Zain An-Najah (www.ahmadzain.com)

Riwayat Pendidikan:

S1: Fakultas Syari'ah, Universitas Islam, Madinah Al-Munawwarah, tahun 1996

S2: Fakultas Syari'ah Universitas Al-Azhar, Kairo, tahun 2001

S3: Jurusan Syari'ah Fakultas Studi Islam, Universitas Al-Azhar, Kairo, tahun 2007, lulus dengan predikat "Summa Cum Laude"

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah Washshalatu wassalamu 'ala Rasulillah wa ba'd,

Pada kesempatan ini saya hendak menyampaikan tanggapan terhadap apa yang disampaikan oleh Bapak Quraish Shihab tentang masalah jilbab. Mudah-mudahan tanggapan ini diridhai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dan dapat meluruskan pemahaman yang salah.

(berikutnya adalah tanya-jawab antara seorang ibu terhadap Bapak. Quraish Shihab dalam acara Talk Show di Metro TV dan juga tanggapan dari DR. Ahmad Zain An-Najah)

Ibu: Ingin bertanya kepada Bapak Quraish. Jilbab adalah pakaian wanita Islam dan wajib dikenakan. Bagaimana pendapat Bapak mengenai jilbab dan penterapannya dalam keluarga Bapak sendiri. Terima kasih

Quraish Shihab: Kita mau tanya ibu, apa sih artinya jilbab?

Ibu: Jilbab itu adalah penutup aurat seluruh badan

Quraish Shihab: Ah...Bukan itu.

Ibu: Termasuk kepala juga

Quraish Shihab: Ah justru kita baru memulai membahas apa itu jilbab ulama sudah beda pendapat. Ada yang mengatakan kerudung, ada yang mengatakan baju lebar dan sebagainya.

(tanggapan di luar acara Talk Show di atas)

Zain An-Najah: Pernyataan itu tidak benar. karena tidak kita dapatkan dalam buku-buku literatur fikih yang tidak mewajibkan berjilbab. Seluruh ulama telah mewajibkan berjilbab. Maka perlu kita tanyakan kepada Bapak Quraish Shihab bahwa siapa ulama, namanya siapa, di buku mana dan kapan mengatakan jilbab itu tidak wajib?

Karena perbedaan ulama hanya terbatas pada dua hal saja, yaitu wajib bercadar ataupn wajib berjilbab dengan boleh membuka wajah dan kedua telapak tangan.

***

Quraish Shihab: Saya mau tanya ibu. Ibu Sudah menutup aurat atau belum?

Ibu: (sambil melihat busana yang dikenakannya) Kalau saya rasa dengan busana begini, saya rasa sudah. (Ibu tersebut memakai jilbab mentup selurh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, meskipun tidak memakai jilbab besar)

Quraish Shihab: Oh, masih ada ulama yang mengatakan ibu belum menutup aurat! Mestinya pakai cadar. Itu kan sudah beda pendapat.

(Si Ibu sambil mengangguk-ngangguk)

Ah, ada juga ulama yang berkata, 'yang penting itu pakaian terhormat'

(tanggapan)

Zain An-Najah: pernyataan 'yang penting itu pakaian terhormat atau sopan' pernyataan itu tidak tepat dan tidak benar. Karena tidak mempunyai kriteria yang jelas. Boleh jadi orang yang menggunakan pakaian atau wanita yang memakai pakaian di atas lutut yang kelihatan betisnya oleh sebagian kalangan dinyatakan terhormat.

Bisa saja ada orang yang mengatakan bahwa pakaian renang itu adalah pakaian yang terhormat ketika ada lomba renang. Jadi kalau dikatakan ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa yang terpenting dari pakaian itu adalah terhormat. Itu tidak benar. Karena tidak ada satupun ulama yang mengatakan demikian.

Dan masalah terhormat ini tidak mempunyai batasan sehingga mengacaukan pandangan dan mengacaukan pemahaman.

***

Quraish Shihab: Kalau ibu tanya bagaimana dengan keluarga saya. Istri saya pakai jilbab. Anak saya yang tertua pakai jilbab atas kesadarannya. Bukan karena saya pilih-pilih. Anak saya itu yang paling kecil itu, yang dikedokteran itu (sambil menunjuk anaknya yang hadir dalam acara tersebut. keluarga Shihab hadir semua dalam acara itu) sdah mau pakai jilbab. Tapi saya bilang yang penting sadar. Saya beranggapan jilbab baik. Tetapi jangan paksakan orang pakai jilbab karena ada ulama yang berpendapat bahwa jilbab tidak wajib. Ada ulama yang berkata wajib menutup aurat. Sedangkan aurat diperselisihkan oleh ulama apa itu aurat.

(tanggapan)

Zain An-Najah: Pernyataan Bapak Quraish Shihab bahwa sebagian ulama ada yang mengatakan jilbab itu tidak wajib. Pernyataannya tidak benar. Karena seluruh ulama mengatakan bahwa jilbab itu wajib. Mereka hanya berbeda apakah seluruh anggota tubuh wanita itu ditutup, artinya mereka mewajibkan cadar atau pendapat kedua, semua anggota tubuh wanita itu ditutup kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Perbedaannya hanya pada dua masalah tersebut. Dan tidak ada satupun yang mengatakan bahwa jilbab tidak wajib!

Bapak Quraish Shihab mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat di dalam menentukan batasan aurat. Kita katakan, memang benar para ulama berbeda dalam menentukan batas aurat perempuan.

Tetapi sekali lagi perbedaannya hanya pada apakah wajah dan kedua telapak tangan itu aurat atau tidak. Kalau yang mengatakan itu adalah aurat, mereka mengatakan bahwa cadar wajib. Yang mengatakan wajah dan telapak tangan tidak aurat berarti mengatakan jilbab itu wajib tetapi boleh dibukan wajah dan kedua telapak tangannya.

Tidak ada satupun ulama yang mengatakan bahwa rambut bukan aurat. Tidak ada satupun ulama yang mengatakan bahwa bagian terdalam wanita seperti payudara dan sebagainya bukan aurat. Tidak ada satupun ulama yang mengatakan betispun bukan aurat. Tidak ada yang mengatakan seperti itu. Jadi perbedaannya hanya apakah wajah dan kedua telapak tangan itu aurat atau tidak.

***

Quraish Shihab: Eh ini orang pakai jilbab sejak tahun berapa toh ini? kira-kira 20-30 tahun belakangan ini.

Ibu: Di Indonesia

Quraish Shihab: Ya di Indonesia. Dulu itu istrinya Buya Hamka pakai jilbab atau tidak?

Ibu: Tidak

Quraish Shihab: Aisyiyyah (Muhammadiyah) pakai jilbab atau tidak? Muslimat (NU) pakai jilbab atau tidak? Itu pertanda bahwa sebenarnya ulama beda pendapat. Nah kita ingin orang memakai jilbab itu dengan penuh kesadaran.

(tanggapan)

Zain An-Najah: Pernyataan Bapak Quraish Shihab bahwa di Indonesia ini baru muncul 20 tahun terakhir ini. Kemudian sebagian tokoh muslim Indonesia seperti Buya Hamka, istrinya tidak pakai jilbab. Kemudian juga Muslimat Nahdlatul Ulama tidak pakai jilbab, itu kemudian dijadikan dalil bahwa ternyata para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, pernyataan seperti itu tidak benar.

Karena di dalam mengambil sebuah hukum, tidak boleh menggunakan sikap perorang. Tidak boleh menggunakan perilaku perorangan.

Kalau dikatakan bahwa istrinya Buya Hamka tidak pakai jilbab maka dari itu kita boleh meniru istrinya buya Hamka, kita katakan kepada Bapak Quraish Shihab, Istrinya Nabi Nuh itu kafir. Apakah terus dengan begitu kita boleh kafir karena istrinya Nabi Nuh kafir? Kemudian istrinya Nabi Luth itu juga kafir. Apakah kemudian kita membolehkan kita kafir karena merujuk kepada istrinya Nabi Luth? Sebagian paman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam itu juga menentang Islam. Apakah kemudian kita menyatakan bahwa boleh menentang Islam karena sebagian paman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam itu menentang Islam. Begitu juga anaknya Nabi Nuh, itu juga tidak mengikuti ajaran Nabi Nuh, tidak mengikuti ajaran Islam. Apakah terus kita boleh mengatakan kepada anaka kita, wahai anak kau boleh menentang Islam karena anaknya Nabi Nuh juga menentang Islam.

Tentunya ini tidak bisa diterima. Jadi intinya tidak boleh menjadikan perilaku seorang tokoh atau perilaku masyarakat sebagai dasar daripada pengambilan hukum.

Yang benar dasarnya dalam mengambil hukum adalah Al-Qur'an dan Sunnah serta beberapa kaidah yang telah diletakkan oleh para ulama. Dan tidak ada satupun dalam kaidah tersebut bahwa perilaku seseorang, perilaku tokoh bisa menjadi sumber pengambilan hukum.

Perlu saya tambahi di sini, bahwa bisa saja ulama tersebut, tokoh masyarakat tersebut yang istrinya tidak pakai jilbab atau anaknya tidak pakai jilbab, barangkali ulama tersebut meyakini bahwa berjilbab wajib. Hanya saja istrinya membangkang, atau tokoh tersebut, orang tua tersebut telah menasehati anaknya, tetapi anaknya tidak mau mendengar nasehat bapaknya. Jadi sekali lagi, perbuatan sekeluarga dari para ulama itu tidak bisa dijadikan dasar untuk pengambilan hukum.

***

Quraish Shihab: Yang penting begini bu, pakaian terhormat. Itu menurut hemat saya.

(tanggapan)

Zain An-Najah: Perkataan Bapak Quraish Shihab yang penting adalah pakaian terhormat. Ini adalah pernyataan yang sangat naif. Karena pakaian terhormat, sekali lagi tidak mempunyai batasan yang jelas. Pakaian terhormat menurut Quraish Shihab berbeda dengan pakaian terhormat menurut artis. Dan berbeda pula pakaian tehormat menurut orang-orang yang lain.

Sehingga pernyataan pakaian yang terhormat adalah pernyataan yang sangat naif yang jauh dari dasar-dasar agama.

***

Quraish Shihab: Jadi berjilbab baik, bagus. Tetapi boleh jadi sudah melebihi apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

(tanggapan)

Zain An-Najah: Pernyataan Bapak Quraish Shihab bahwa jilbab itu bagus tetapi boleh jadi orang yang memakai jilbab itu sudah melebihi apa yang dikehendaki oleh Tuhan adalah pernyataan yang sangat gegabah. Karena kalimat berlebihan itu menunjukkan negatif.

Allah Subhanah wa ta'ala sendiri melarang kaum Muslimin untuk berlebih-lebihan di dalam mengamalkan ajaran Islam. Karena orang yang berlebihan dalam mengamalkan ajaran itu maknanya adalah negatif, sesat dan menyesatkan.

Oleh karena itu kalimat orang yang menggunakan jilbab itu berlebih-lebihan dalam mengamalkan Islam dan boleh jadi sudah melebihi apa yang dikehendaki Tuhan adalah pernyataan yang sangat sembrono dan itu menyatakan bahwa yang memakai jilbab telah melanggar pesan-pesan Allah untuk beragama Islam secara wajar.

Kemudian yang perlu saya tekankan di sini bahwasanya memang kita harus menghormati perbedaan pendapat di dalam agama Islam ini. Tetapi yang kita hormati itu adalah pendapat-pendapat yang memang masih dalam koridor ajaran Islam dan menggunakan metode yang telah diletakkan oleh para ulama. Sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang ulama, tidak semua perbedaan pendapat bisa diterima, kecuali perbedaan pendapat yang masih berada dalam koridor syariah. Adapun pendapat dari sebagian orang yang tidak mempunyai background syariah, maka itu tidak bisa diterima. Apalagi tidak menggunakan metodologi yang telah diletakkan oleh para ulama.

Demikian apa yang saya sampaikan ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kaum Muslimin di mana pun juga berada. Wabillahi taufiq wal hidayah. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

http://www.lppimakassar.com/2013/01/video-bantahan-terhadap-prof-quraish.html

http://www.ahmadzain.com/

Wednesday, January 9, 2013

Wahabi Sesat?

*Mamoadi*

WAHABI sesat !

simak penjelasan Ust Badrusalam,Lc.

Klik 
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/ada-apa-dengan-wahabi-.html


Dibalik Ketegaran Imam Ahmad

*Mamoadi*

#Dibalik ketegaran imam Ahmad#

Imam Ahmad disiksa selam dua tahun lebih oleh khalifah al Mu'tashim billah, karena beliau dipaksa untuk mengatakan bahwa alqur'an adalah makhluk. Beliau begitu tegar dan sabar menghadapinya, sehingga beliau dijuluki sebagai imam Ahlussunnah.
Tahukah anda diantara sebab yang membuat imam Ahmad tegar???
Abdullah anak imam Ahmad berkisah:
"Aku seringkali mendengar ayahku berkata, "Semoga Allah merahmati Abul Haitsam, semoga Allah mengampuni dan memaafkan Abul Haitsam."
Aku berkata, "Hai ayah, siapakah Abul Haitsam ??
Imam Ahmad berkata, "Ketika aku hendak disiksa, tiba tiba ada seorang pemuda menarik bajuku dari belakang dan berkata, "Kamu tahu siapa aku?"
Aku berkata, "Tidak."
Ia berkata, "Aku adalah Abul Haitsam, pencuri paling jahat, tertulis di dewan amirul mukminin bahwa aku dicambuk delapan belas ribu kali cambukan, namun aku sabar untuk mentaati setan dan meraih dunia, maka sabarlah kamu untuk mentaati Ar Rahman membela agama."
(Sifatushofwah 2/351 karya ibnul Jauzi).

Langkah2 Setan Dan Perisai Dari Godaan Setan

*Mamoadi*

#LANGKAH2 SETAN&PERISAI MANUSIA DARI GODAAN SETAN#

Oleh:ust Abdussalam Busyro Lc.

Pintu masuk yg dilalui setan utk menggoda manusia ada 3:
1.Syahwat&subhat
2.Emosi
3.Hawa nafsu

Kebanyakan dosa yg diperbuat mnusia bersumber dari syahwat krn setan tdk mampu lgs masuk melalui dua pintu lainnya (emosi&hawa nafsu),shg mereka masuk dari pintu syahwat kemudian merambah masuk ke pintu2 lainnya.

Langkah2 setan dlm menggoda manusia:

1.Kekufuran&kesyirikan

2.Jika mrk putus asa dr target.  pertma,ia beralih kpd penciptaan kejahtan bid'ah

3.Jika tdk mampu pd target kedua ia segera pindah kpd penciptaan kejahatan dosa2 besar sesuai tingktannya

4.Jika mrk lemah dr target ketiga,ia beralih pd penciptaan kejhatan dosa besar

5.Jika tdk mmpu,maka ia berusaha menyibukkannya dgn perkara2 mubah yg tdk mendptkan pahala&jg tdk ada siksanya agar manusia  lalai dr ketaatan&kewajiban

6.Jika tdk mampu jg,ia menyibukkan manusia dgn amalan yg kurang penting,spt menyibukkn dgn amalan sunnah hingga luput dr ibadah wajib

7.Jika tdk mampu dgn semua cara maka manusia akan diserang golongn setan baik dr jenis manusia&jin dgn berbagai mcm gangguan utk melalaikannya&mengacaukannya.
---------------------------

Sikap Muslim Thd Gelas Rasulullah

*Mamoadi*

Masalah 50: SIKAP MUSLIM TERHADAP GELAS RASULULLAH

Tanya:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Gelas Rasulullah SAW diarak di kota Chechn [22/11/2011], setelah tertahan di kota London, Inggris karena tidak diperkenankan disebar luaskan.
Liputan ini resmi ditayangkan di chanel Televisi Chechn dan chanel TV Rusia.
Sebagai muslim, layak sekali kita buka link ini. Bagaimana mereka gegap gempita menyambut kehadiran gelas yg digunakan Rasul SAW untuk beliau minum.
Bandingkan dengan bagaimana piala dunia sepak bola diarak setelah berhasil diperebutkan sekian banyak negara.
Liputan ini membuat seluruh bulu kuduk berdiri dan membuat berlinang air mata siapapun yg pertama kali melihat cangkir ini.
Allahuakbar.. Allahuakbar..
Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammad.

http://s1400.vuclip.com/89/63/89634481f727887e44a9f35f82be831c/ba123207/ProtocolRespect_8963_w_2.3gp?c=385537949&u=1281298103&s=BNFZJ7.PIN:211CCCF.

Ini betull tidak ya pak? KhwTr jd syirik
جَزَاك اللّهُ خَيْرًا pak Ustad

Jawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Terlepas dari benar atau tidaknya gelas itu yg dipakai minum oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sikap kita seorang muslim yg benar dlm mencintai dan menghormati Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bukan berdasarkan melihat atau menyentuh gelas tsb, tetapi kecintaan n kesetiaan yg sejati adalah dengan senantiasa mengimani dan membenarkan apa sj yg dikabarkan oleh Nabi, mengamalkan apa sj yg beliau perintahkan dan menjauhi apa sj yg beliau larang serta tidak beribadah kpd Allah kecuali dengan mengikuti tuntunannya. Apalagi gelas yg diklaim sbgai gelasnya Nabi tsb blm ada yg bisa memastikan keotentikan n kevalidannya dari Nabi secara yakin. Wallahu a'lam bish-showab.

Angan2 Manusia Lebih Panjang Dari Umurnya

*Mamoadi*

Renungan pagi ini:

¤Angan-Angan Manusia Lebih Panjang Dr Umurnya¤

Dari Abdullah Bin Mas'ud Radiallahu'anhu dia berkata: Nabi صلی الله عليه وسلم pernah membuat garis persegi empat. Lalu beliau membuat garis lurus ditengahnya sampai keluar dari kotak persegi empat tersebut. Kemudian beliau membuat lagi beberapa garis kecil yg berada di tengah dimulai dr pinggirnya. Kemudian beliau bersabda: "Ini adalah manusia, dan ini adalah ajalnya yg telah mengepungnya. Sedangkan garis lurus yg sampai keluar (dr persegi empat itu) adalah angan-angannya. Sedangkan garis2 kecil ini (yg berada ditengah kotak persegi empat) adalah berbagai macam rintangan manusia). Maka jika dia terhindar dri salah satu rintangan, maka rintangan yg lain akan menggigitnya. Maka jika dia terhindar dr salah satu rintangan yg lainnya akan menggigitnya". (HR Bukhari No. 6417). [Kitab Zuhud Bab 7, Al Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat).

-