Tuesday, March 19, 2013

BBM Anti Jilbab

*SBY*
(bbm Ustadz Salim Qibas pagi tadi)


Bismillah. Saya dapat BBM dari orang yang anti jilbab:
 Allah tdk mengutus nabiNya utk ngurusi fashion. Namun lebih dari itu. Mengurusi pikiran dan hati anda, agar roh anda bertumbuh kepada kesempurnaan. Mau pakai jilbab, silahkan. Tidak mau pakai jilbab, silahkan. Namun hiduplah dlm kehidupan spiritual yang baik. InsyaAllah, hdp dlm kedamaian di hati. “Selamat jalankan sholat subuh”.

Jawaban saya (Ustadz Salim Qibas):
Bismillah. Bertobatlah kepada Allah, org yg mengatakan: “Allah tdk mengutus NabiNya utk mengurusi Fashion. Demi  Allah ini dusta sedusta-dustanya ucapan. Ucapan ini tdk pantas diucapkan oleh org yg mengaku beriman, kecuali org yg jahil ttg agama atau bermaksud utk menghina Allah dan Rasulnya.
(1). Bagaimana bisa org itu mengatakan Allah dan NabiNya, tdk mengurus fashion / pakaian sementara dalam QS. 24:31, 33:59 dan hadits2 Nabi yg banyak menjelaskan ttg cara berpakaian bagi laki2 & wanita muslim.
(2). Bagaimana dia mengaku hidup dalam spiritual yg baik, kalau dia tdk menjadikan Al Qur’an & Sunnah Nabi sebagai pedoman? QS. 2:151, 33:36, 4:65&80, 24:51. Apakah dia penganut spiritual semua agama?
(3). Bagaimana dia berkata: ‘hidup damai kalau dia tdk menjadikan Syariat islam sebagai The Way of Life? QS. 6:125-127.
(4). Kata-kata sinis org itu sangat2 menghina Allah dan RasulNya serta org2 Islam yg ingin menjalankan agamanya dgn baik. QS. 33:57-58.
(5). Bagi saudara2 yg sudah tau ingin berjilbab jgn tertipu oleh lidah sinis org yg bermimpi hidup lurus ttp tdk menjadi Al Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup, kecuali memahami sesuai hawa nafsunya. Jgn peduli dgn celaan org yg sinis yg mencela. QS. 5:54. Krn Allah berjanji kpd orang yg teguh di atas agamanya dgn janji yg indah. QS. 33:47.

(Hamba Allah Salim bin Yahya Qibas)

Sunday, March 17, 2013

Broadcast Amalan Bid'ah Tanpa Dalil

*Abu Ayaz*

HATI2, JIKA ANDA MENDAPAT BROADCAST DIBAWAH INI, MAKA AMALAN INI ADALAH BID'AH. TIDAK ADA DALIL NYA!!
---------------------------
-AMALAN JUM'AT TERAKHIR BULAN RAJAB-

Hari jum'at 15 juni 2012 merupakan jum'at terakhir di bulan Rajab,

Syeikh Ali Al-Ajhuri RA, sebagaimana disebutkan oleh Syeikh Abdul Hamid Kudus RA, dalam kitabnya yg berjudul. "KANZ AN-NAJAH WA AS-SURUR" mengatakan, barang siapa yang pada jum'at terakhir bulan Rajab membaca :

"AHMADU ROSULULLOH MUHAMMADUR ROSULULLOH" 35x

di hari jum'at terakhir bulan Rajab, saat khotib sedang berada diatas mimbar, maka niscaya rezekinya tidak akan terputus selama satu tahun itu.
---------------------

Maka sekali lagi diingatkan, bahwa amalan diatas adalah mengada2 dalam agama, BID'AH, tidak ada dalilnya, dan hanya karangan ulama2 su' (jelek) dari kalangan ahlul bid'ah.

Allahul musta'an.

Semoga bermanfaat.

Hukum Imsak

*Abu Ayaz*

# HUKUM IMSAK #

Bismillah,
Menjadi kebiasaan kaum muslimin terutama di negeri kita menahan diri sekitar 10 menit sebelum fajar menyingsing, dgn alasan kehati-hatian.

Benarkah kehati-hatian seperti ini?
Bila kita memperhatikan dalil2 dan perkataan ulama, akan kita dapati bhw pengadaan imsak ini bertabrakan dgn dalil dan kaidah fiqih.

Adapun dalil, Abu Dawud meriwayatkan dalam sunannya dgn sanad yg hasan, Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Jika kamu mendengar adzan, sementara gelas masih di tangan, janganlah ia meletakkannya sampai ia menyelesaikan hajatnya."

Dalam Riwayat Ahmad, "Dan Muadzin adzan ketika fajar menyingsing."

Hadits ini tegas menunjukkan tdk adanya imsakiyah, sebab kalau ada, tentu Nabi shallallahu'alaihi wasallam menyuruh utk menahan sebelum adzan sebagai kehati-hatian.

Adapun kaidah fiqih, sebuah kaidah yang masyhur berkata, "Al Ashlu baqoo maa kaana 'ala ma kaana." Artinya pada asalnya sesuatu itu masih pada keadaan yang terdahulu.

Bila seseorang ragu apakah fajar sudah terbit atau belum lalu ia sahuur, dan ternyata fajar telah terbit, maka puasanya sah.

Inilah yang difahami oleh ibnu Abbas, beliau berkata, "Allah menghalalkan bagimu makan dan minum sahur selama kamu masih ragu sampai kamu tidak merasa ragu." [HR Abdurrazaq dalam mushannafnya dan di shahihkan oleh ibnu Hajar dalam fathul bari].

Ibnul Mundzir berkata, "Ini adalah pendapat mayoritas ulama." [Fathul bari].

Jadi kehati-hatian yang diklaim itu sebetulnya adalah was-was belaka.

Ya, berhati-hati memang baik selama tidak terjerat dalam was-was dan menyelisihi sunnah.

Cukup dulu ya.. Barakallahu fiikum

[Ust. Badrusalam Lc]


Semoga bermanfaat.

Sunnah Dan Bid'ah Sesudah Sholat

*Abu Ayaz*

#Sunnah Dan Bid'ah Sesudah Sholat#

Pertanyaan:
Apakah hal2 berikut yg dilakukan setelah salam ada dasarnya?

a. Mengusap muka.
b. Mengucapkan “alhamdulillah”.
c. Berjabat tangan.
d. Doa berjamaah dipimpin imam.
e. Zikir dengan alat berupa tasbih.

Jawaban:
a. Sepengetahuan kami, mengusap wajah setelah shalat tdk ada dasarnya dari al-Quran dan as-Sunnah, sehingga tdk disunnahkan (tdk dituntunkan dlm Islam).

b. Mengucapkan “alhamdulillah” setelah salam pun sama dgn masalah mengusap wajah (tdk ada dasarnya dari al-Quran dan as-Sunnah).

c. Bersalaman langsung seusai shalat juga tdk ada dasarnya dlm agama Islam. Bersalaman disunnahkan ketika berjumpa dgn sesama muslim setelah terpisah. Tidak pernah pula diketahui dari Rasulullah, para sahabatnya, dan para salafus shalih tentang bersalam2an seusai shalat. Seandainya mereka melakukan hal itu, pasti hal itu akan sampai kepada kita.

Banyak di antara ulama yg menyatakan itu adalah bid’ah yg mungkar, seperti Al-Iz Ibnu Abdus Salam, Al-Laknawi, Al-Albani, dan Abdullah al-Jibrin. Akan tetapi apabila seorang bersalaman dgn yg ada di sampingnya usai shalat lantaran baru berjumpa dgn saudaranya yg telah terpisah, maka hal ini disunnahkan, karena dia bersalaman bukan semata2 karena usai shalat, tetapi karena berjumpa dgn saudaranya.

D. Adapun berzikir menggunakan alat tasbih (berupa biji2an), maka hal ini menyelisihi sunnah Rasul karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertasbih dgn ujung jari2nya, dan beliau memerintahkan hal itu dlm sabdanya :

“Hitunglah (tasbih kalian) dengan ujung jari-jemari, karena dia akan dijadikan (oleh Allah) dapat berbicara (di hari Kiamat).”

Syaikh Ibnu Baz berlata, “Bertasbih dgn alat lebih utama utk ditinggalkan, dan sebagian ulama memakruhkannya. Yg afdhol (lebih utama) adalah menggunakan jari-jemari, sebagaimana dilakukan Nabi.” (Fatawa Bin Baz: 1/76)

[Majalah Al-Furqon, edisi 10, tahun ke-6, 1428 H/2007 M]

Semoga bermanfaat.

Hadits Dusta - Tanggung Dosa Tdk Sholat Dan Tutup Aurat

*Abu Ayaz*

#HATI2 DENGAN HADITS DUSTA INI#

Bismillah,
Akhir2 ini beredar melalui broadcast   dan yg lainnya, hadits dusta seperti ini :

''Aku terima nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya ,,,,,,,''
Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna "perjanjian/ikrar'' tersebut ?

''Maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yg berhubungan dgn si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yg menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku''.

Jika aku GAGAL?
''Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku''.
(HR. Muslim)

Maka dijawab oleh Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz :

Setelah saya baca BM ini Dari awal hingga akhir, tampak jelas bagi kita bhwa lafazh kalimat2 yg tercantum di dalamnya bukanlah hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dan saya menduga, yg menyusunnya dan menisbatkannya kepada imam Muslim secara dusta adalah orang2 yg iseng dan PENDUSTA.

Lafaz tsb diatas  bukan hadits, dan tidak ada di kitab Shahih Muslim.
Wallahu a'lam

Allahul musta'an.


Semoga bermanfaat.

Jangan Gegabah Forward BB Dakwah

*Abu Ayaz*


#JANGAN GEGABAH FORWARD  ВВ DAKWAH#

Bismillah,
Jangan gegabah dalam memberi info Agama sebelum kita yakini kebenarannya.

Sering kita menyebutnya sebagai amalan yg berpahala.

Bisa jadi apa yg kita sebutkan itu hanyalah karangan manusia, bukan wahyu dari اللّه Ta'ala.

Padahal Agama ini adalah hak-milik اللّه, bagaimana manusia bisa mengarangnya?

Sering kita dapat broadcast yg bentukanya: amalan ini dapat ini, amalan ini & itu jika dibaca sekian kali akan mendapat pahala ini & itu. Atau amalan dosa ini akan dapat siksa ini & itu.

Tanpa "dalil/dalil yg shahih" maupun "dasar kuat", atau malah membuat hadits palsu atau pernyataan sendiri & berbohong atas nama Agama.

سُبْحَانَ اللّهُ

Begitu mudahnya kita menjanjikan sesuatu tanpa dalil. Padahal itu adalah hak اللّه Ta'ala!

إنا لله

Lihat firman اللّه Ta'ala:

وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ

"Dan pada hari Kiamat kamu akan melihat orang² yg berbuat dusta atas nama اللّه, wajah² mereka menjadi hitam" [QS 39:60].

Dari Abu Hurairah رضي اللّه عنه berkata: "Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Barang siapa yg berdusta atas namaku dg sengaja, maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di Neraka" [HR Bukhari #107; Muslim #3].

Al-Mughirah رضي اللّه عنه berkata: "Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dg berdusta atas nama orang lain. Karena barang siapa yg berdusta atas namaku dg sengaja, maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dari Neraka" [HR Bukhari #1209; Muslim #4].

Mari kita berhati². Jangan sampai tangan kita menjerumuskan diri kita  maupun orang lain ke dalam kesalahan.

Semoga bermanfaat.

[www.abu-riyadl.blogspot.com]

Hadits Palsu - Suara Huru Hara Saat Ramadhan

*Abu Ayaz*

#HADITS PALSU INI BEREDAR LAGI DI  #

Ternyata sampai sekarang masih sering beredar juga di  вв hadits Nu'aim bin Hammad ttg huru-hara yg akan terjadi di bulan ramadhan 2012 nanti.

Kalau kita tdk tahu ilmunya dan tdk tahu perawinya, ya tidak usah memforward dan ikut menyebarkan hadits tsb, biar kita tidak masuk dlm golongan pendusta.

Takutlah dengan ancaman hadits ini :

عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَكْذِبُوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ يَكْذِبُ عَلَيَّ فَلْيَلِجِ النَّارَ.

"Dari ‘Ali, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah , ‘Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku, karena se-sungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka tempatnya di Neraka.’” [HSR. Ahmad (I/83), al-Bukhari (no. 106), Muslim (I/9) dan at-Tirmidzi (no. 2660)]


Inilah hadits PALSU yg masih beredar tsb :

Dari Nu'aim bin Hammad, Telah menceritakan kpd kami Abu Umar dari Ibnu Lahi'ah berkata telah menceritakan kepadaku Abdul Waahhab bin Husain dari Muhammad bin Tsaabit Al Bunaani dari Ayahku dari Al Harits Al Hamdaani dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam  bersabda: "Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan itu...".
Kami bertanya: "Suara apakah, ya Rasulullah..? "
Beliau menjawab: "Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan pada malam Jum'at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jum'at di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jum'at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga2 kalian Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kpd allah SWT.

Siapa perawi hadits ini? Dan ada dikitab mana hadits ini? Dan bagaimana penilaian para ulama ahli hadits ttg hadits ini?

Ini penjelasan lengkapnya :

"Hadits ini dikeluarkan oleh Nu’aim bin Hammad (نعيم بن حماد) di dalam kitab al-Fitan (الفتن) dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه [Al Fitan 1/228 No. 738].

Juga terdapat dalam Riwayat Al Haitsam Asy Syaasyi dalam Musnad Asy Syaasyi 2/45 No. 826.

Di dalam sanadnya ada Ibn Lahi’ah (ابن لهيعة), dan ia adalah seorang yang lemah/dhaif, di dalam sanadnya juga ada ‘Abd al-Wahhab bin Husain (عبد الواب بن حسين), dan ia seorang majhul seperti yang dinyatakan oleh al-Hakim dan Ibn Hajar.

Ada juga di dalam sanadnya rawi bernama Muhammad bin Thabit al-Banani (محمد بن ثابت البناني), beliau di lemahkan oleh Ibn Hibban dan Ibn ‘Adiy (ابن عدي), di dalamnya juga ada al-Harith al-A’war al-Hamdaniy (الحارث الأعور الهمداني ) dia termasuk pendusta hadith seperti yang dijelaskan oleh al-Sya’biy, Abu Hatim dan Ibn al-Madiniy.

Abu Zur’ah berkata: “Tidak dijadikan hujjah dengan haditsnya.”

Ringkasan kedudukan hadits:

1. Al-Hakim mengatakan hadits ini teksnya ganjil.

2. Adz-Dzahabi berkata: (Hadits ini) PALSU.

Adz-Dzahabi juga berkomentar tentang Nu’aim bin Hammad ini :
“Nu’aim memang termasuk salah seorang yang banyak ilmunya, tetapi hati kita tidak tenang menerima hadits yang diriwayatkannya.”
Ini menandakan bahwa sosok Nu’aim, meskipun menguasai banyak hadits, namun tidak mendapat tempat di kalangan para ulama hadits.  Dan banyak hadits yang ia riwayatkan bukan hanya lemah (dhaif), tetapi bahkan palsu. Termasuk hadits diatas.

3. Ibn al-Jauzi menjelaskan hadits ini sebagai hadits palsu di dalam kitabnya Al-Maudhu'aat.

4. Ibnu Hajar berkata tentang Nu'aim bin Hammad, sebagai perawi yg hafalan haditsnya lemah, sehingga hadits yg dikemukakan tdk layak dijadikan hujjah..
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Ia benar, akan tetapi banyak salah.” (Lihat Taqriibut Tahdziib II/250 no. 7192)

Dan hadits ini Maudhu' sebagaimana terdapat dalam Kitab Silsilah Adh Dha'iifah 13/1058-1061 No. 6471 oleh Syaikh Al Albani.

Wallahu a’lam.