Tuesday, April 9, 2013

Do'a Untuk Ahlussunnah Di Suriah

*fb Orcela Puspita*
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4859787615043&set=a.1653325175486.2085068.1307751853&type=1



DOA UNTUK AHLUSSUNNAH DI SURIAH !


Kejadian dan tragedi di Suriah mungkin hampir tak terdengar oleh muslim Indonesia. Kalau pun tahu, hanya sebatas berita dan sumber katanya. Padahal hakekat yang terjadi di Suriah berupa kekejaman atas muslim Ahlus Sunnah sangat menyayat hati.

Alhamdulillah, pada Sabtu malam (25/02/2012), Syaikh dari Suriah, Syaikh Ghayyats Abdul Baqi Ibrahim, berkunjung ke Islamic Center Al-Islam, Jl. Kampung Sawah 39 A Pondok Melati Bekasi, Jawa Barat memberikan kuliah di Masjid Al-Islam tentang perihal situasi dan kondisi umat Islam Suriah. Selain kaum muslimin Bekasi dan sekitarnya, Majelis ini dihadiri dan diberi sambutan oleh Ustadz Farid Ahmad Okbah, Lc dan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz.


▓░ Syaikh Ghayyats berbicara dalam 2 permasalahan.

►Pertama,
tentang penguasa di Suriah yang menganut aqidah Syi’ah Nusairiyah. Pada sesi ini beliau menjelaskan tentang kesesatan-kesesatan sekte Syi’ah Nusairiyah. Termasuk dari kesesatan sekte Nusairi adalah meyakini tidak wajibnya sholat 5 waktu, puasa, zakat dan halalnya khamer serta zina. Tidak hanya itu, sekte Nusairi juga punya permusuhan dengan Ahlus Sunnah.

Perlakuan kejam pun dilakukan mereka terhadap Ahlus Sunnah ketika mereka mendapatkan kesempatan. Bahkan sejarah menyaksikan bahwa mereka senantisa berdiri bersama orang kafir memerangi ummat Islam.

►Kedua,
beliau menyampaikan tentang keadaan kaum muslimin dan penduduk Suriah. Penduduk Suriah berjumlah sekitar 20 juta jiwa. 80% adalah muslim Ahlus Sunnah, 10% sekte Syi’ah Nusairiyah, 5% Nasrani dan 5% penganut paham bathiniyyah (sempalan Syi’ah).

Namun
▬►dengan jumlah yang minoritas ini (yaitu 5%), kaum Nusairi mampu menempati tempat strategis dipemerintahan.


Kekejaman Kaum Syi’ah Nusairiyah Terhadap Ahlus Sunnah Saat Mereka Berkuasa
―――――――――――――――――――――――――――――――――――――
Ratusan jamaah yang hadir mendengarkan penjelasan Syaikh Ghayyats dengan penuh khidmat. Jamaah yang datang dari luar Bekasi pun begitu antusias.

Syaikh Ghayyats malam itu menceritakan kekejaman rezim Asad yang amat kelewat batas terhadap Ahlus Sunnah. Sampai-sampai beliau mengambil pernyataan HAM bahwa apa yang dilakukan pemerintah Asad lebih kejam daripada binatang buas.

► “Pada 1975 si Penjahat Hafizh Asad menghancurkan masjid-masjid di Damaskus dan Hama, menangkap para ulama Suriah dan menutup sekolah-sekolah islam dan pesantren pesantren di Suriah. Dan pada tahun 1980 M dia melakukan kejahatan besar, memenjarakan banyak kalangan baik dari para ulama besar, wartawan, dokter, arsitek, orang-orang universitas, jurnalistik, dan pejabat. Si penjahat ini mengirim pasukan berupa polisi khusus dibawah pimpinan saudaranya Rif’at Asad kemudian ia membunuh para tahanan. Dalam sehari yang mati 1200 orang tahanan” tegas ulama yang saat ini berkewarganegaraan Saudi.

► Kemudian beliau melanjutkan penjelasannya tentang kejahatan Nusairi yang berkuasa.
Beliau berkata; “Pada tahun 1982 M, tentara Suriah yang dipimpin oleh si Rif’at Asad dibawah pengawasan langsung Hafizh Asad (ayah Bashar Al Asad), menyerang kota Hama. Kota Hama di Suriah adalah kota para ulama, kota ilmu syar’i dan banyak masjid-masjid.

Didalamnya, masya Allah, ada ribuan masjid, ratusan sekolah-sekolah. Dan orang-orang sana adalah orang yang komitmen dengan dinul Islam, wanitanya senantiasa menjaga hijab. Maka dia menginginkan kota ini agar rusak. Karena beberapa saudara kami Ahlus Sunnah disana mengangkat panji jihad. Maka si penjahat itu mengirim pasukan. Selama 2 minggu kota ini diserang dengan meriam, tank, rudal dan pesawat tempur. Dan kejahatan ini telah menjatuhkkan korban 50 ribu dari penduduk Hama yang Ahlus Sunnah” paparnya dengan nada meninggi.

Syaikh Ghayyats mengatakan bahwa pasukan Rif’at Asad memperlakukan kota Hama dengan seenaknya, sebagaimana Tartar memperlakukan Baghdad.

Pasukan tersebut memasuki kota kemudian mereka memperkosa wanita-wanitanya, mengeluarkan janin dari tubuh wanita hamil, mereka mengumpulkan para ulama dan keluarga mereka kemudian menggiringnya kejalan dan membunuh mereka dengan peluru panas secara massal. Tidak Cuma itu, mereka juga menghancurkan madrasah-madrasah, masjid-masjid, gudang makanan dan penampungan air.

Mereka juga mengeluarkan wanita-wanita yang menjaga kehormatan mereka ke jalan-jalan dalam keadaan telanjang, wal ‘iyadzu billah. Mereka memenjarakan 30 puluh ribu warga Hama dan yang 20 ribu mati karena penyiksaan tentara.

Ternyata kejahatan terhadapa Ahlus Sunnah ini tidak hanya terbatas di Suriah. Pemerintahan Asad dengan pasukannya juga membunuh ribuan pengungsi Palestina di Lebanon dan juga warga Lebanon muslim Ahlus Sunnah. Mereka membunuh warga Palestina lebih banyak daripada orang Yahudi Israel membunuh warga Palestina. Laa haula wala Quwwata Illa Billah.

Makanya beliau mengatakan bahwa :
▬►Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- memvonis mereka lebih jahat dari Yahudi dan Nasara.

Sumber: http://www.voa-islam.com/news/islamic-world/2012/02/26/17917/kekejaman-rezim-syiah-suriah-wanita-sunni-diperkosa-ditelanjangi/


~*~

Bagai Firaun,
Rezim Syiah Suriah Paksa Tahanan Sujud Pada Foto Presiden

Kekejaman rezim Asad penganut Syi’ah Nusairiyah sungguh kelewat batas. Sang anak, Bashar Al Asad yang awalnya diharapkan bisa memimpin lebih baik dari ayahnya Hafizh Al Asad ternyata justru lebih kejam.

Hal itu diungkapkan oleh Syaikh Ghayyats saat menyampaikan kuliah tentang kondisi umat Islam Ahlus Sunnah di Suriah, Sabtu (25/2/2012) di Islamic Center Al Islam, Bekasi.

Ratusan hadirin datang dari berbagai tempat memenuhi masjid, tak ketinggalan para tokoh seperti ustadz Hartono Ahmad Jaiz, Ustadz Abu Jibril dan Ustadz Farid Ahmad Okbah turut mendengarkan paparan Syaikh Ghayyats.

Syaikh Ghayyats yang saat itu didampingi ustadz Anung Al Hamat sebagai penerjemah menjelaskan bahwa sudah 40 tahun berlalu kekuasaan negara Suriah berada dalam genggaman Syi’ah Nushairiyah, baik militer, pendidikan dan lain sebagainya.

Rakyat Suriah sudah habis kesabaran mereka atas penindasan dan kekejaman rezim Asad. Bulan Maret tahun lalu terjadilah gelombang revolusi. Rezim Asad menghadapi gelombang revolusi itu dengan pembantaian.

Bahkan rezim Bashar Al Asad sang penganut Syi’ah Nusairiyah selain kejam juga mengaku dirinya sebagai tuhan layaknya Fir’aun.

“Puluhan kota diserang tentara rezim Asad, ribuan nyawa melayang, masjid-masjid dihancurkan, mushaf Al Qur’an dibakar, orang-orang muslim Ahlus Sunnah yang sedang shalat dibunuh bahkan di dinding-dinding masjid ditulis laa ilaaha illa bashar al asad (tiada tuhan selain Bashar Al Asad),” ungkap ulama asal Suriah ini.

Tentara Suriah juga memaksa para tahanan untuk mengakui Bashar Al Asad sebagai tuhan dan jika mereka menolak maka akan disiksa.

“Kemudian yang sering dilakukan tentara Asad terhadap orang-orang yang ada di dalam penjara, mereka dipaksa mengakui bahwa tiada tuhan selain Bashar Al Asad. Kemudian ketika ditanya; siapa Tuhanmu? Maka jawabannya harus mengatakan Tuhan saya adalah Bashar, tidak boleh mengatakan Tuhan saya adalah Allah, kalau ada yang mengatakan bahwa tuhan saya adalah Allah maka akan disiksa dengan setrum listrik atau dipukul dengan besi. Di antara mereka juga ada yang disuruh bersujud kepada foto atau gambar Bashar Al Asad,” jelasnya.

Syaikh Ghayyats menegaskan bahwa apa yang ia katakan bukanlah karangan atau khayalan beliau, tetapi ini resmi, dimuat di internet dan ada dokumen-dokumen tersebut. Beliau menambahkan bahwa apa yang ia beritakan itu di lapangan ternyata jauh lebih dahsyat.

Semoga Allah menolong kaum muslimin di Suriah dan membinasakan rezim Syi’ah Nusairiyah Bashar Al Asad.

Sumber: http://www.***-islam.com/news/islamic-world/2012/02/26/17918/bagai-firaun-rezim-syiah-suriah-paksa-tahanan-sujud-pada-foto-presiden/

http://moslemsunnah.wordpress.com/2012/03/03/doa-untuk-ahlussunnah-di-suriah/

Monday, April 8, 2013

Tanggapan2 Orcela Puspita

Akun Orcela Puspita banyak mendakwahkan bahayanya paham2 sesat dan ritual2 ibadah yg tdk sesuai tuntunan Rasulullah. Dalam status2nya, selalu saja ada org2 yg berkomentar tanpa ilmu, namun OP selalu dapat menjawabnya. Berikut sanggahan2nya yg saya kumpulkan.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Tgl 08 April 2013

Statusnya untuk mewaspadai lagu hadad alwi dan sulis yg berbau syi'ah.
Ada yg berkomentar untuk menjaga hubungan baik dgn manusia.
Berikut sanggahan OP.

Simak ya ...

JIKA ENGKAU DIAM DAN AKUPUN JUGA DIAM MAKA KAPAN ORANG AWAM TAHU MANA YANG BENAR DAN MANA YANG SALAH !!!
.
>>>

Sering kita mendengar celotehan sebagian orang jika dia menyaksikan seseorang membantah/menyingkap kesesatan kelompok-kelompok/dai-dai yang menyelisihi al-Qur’an dan Sunnah serta manhaj salaf (ahli sunnah wal jama’ah), dia mengatakan (entah dimimbar-mimbar jum’at atau dimajlis-majlisnya) :

“Jagalah lisanmu, janganlah engkau mengghibah (ngrasani) saudaramu sendiri sesama muslim, bukankah Allah berfirman : ‘Janganlah sebagian kamu menghibah (menggunjing) sebagian yang lain sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?’”. (QS. Al-Hujurat : 12).

▬ Apakah benar celotehan mereka ini??

Mari kita simak ucapan emas ulama ahlus sunnah dalam masalah ini.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullah- berkata dalam “majmu’ fatawa” 28/225-232 :

Menyebut manusia dengan apa-apa yang mereka benci ada dua macam :


1•►Menyebut jenis (golongan), setiap golongan yang dicela Allah dan Rasul-Nya maka wajib untuk mencela mereka, hal ini bukan termasuk ghibah.

2•►Menyebut perorangan BAIK yang MASIH HIDUP ATAU YANG TELAH MENINGGAL DUNIA.

Boleh menyebutkan kejelekan orang tersebut dalam beberapa keadaan, diantaranya dalam rangka :
▬ menasehati kaum muslimin tentang agama dan dunia mereka.
▬ Menasehati umat dalam kemaslahatan agama yang khusus dan umum adalah suatu kewajiban.

Seperti menjelaskan perowi hadits yang salah atau berdusta sebagaimana yang dikatakan oleh Yahya bin Said serta Al-Auza’i tentang seseorang yang tertuduh (memalsukan) hadits dan dia tidak hafal, maka mereka mengatakan: “jelaskan hakekat dan jati dirinya!”.

Pernah seseorang berkata kepada Imam Ahmad rahimahullah :
“Aku merasa berat jika mengatakan si fulan itu demikian dan demikian (dari kesesatannya-pent).

Maka Imam Ahmad mengatakan:
“jika engkau diam dan akupun juga diam maka kapan orang bodoh/awam tahu mana yang benar dan mana yang salah!!!

Seperti imam-imam ahli bid’ah yang memiliki pendapat-pendapat yang menyelisihi al-Qur’an dan Sunnah atau beribadah tapi menyelisihi al-Qur’an dan Sunnah maka mereka ini wajib (menurut ijma kaum muslimin) dijelaskan kesesatannya dan diperingatkan umat dari bahayanya.

Sampai-sampai pernah ditanyakan kepada Imam Ahmad rahimahullah :
“Ada seseorang yang puasa, sholat, I’tikaf dan ada orang lain yang membantah ahli bid’ah, manakah yang lebih anda sukai?

Beliau menjawab :
apabila orang itu sholat, i’tikaf maka hal itu manfaatnya untuk dia sendiri tapi apabila dia membantah ahli bid’ah maka manfaatnya bagi kaum muslimin dan inilah yang lebih afdhol/lebih utama.

Beliau menjelaskan bahwa manfaatnya lebih luas bagi kaum muslimin di dalam agama mereka, yang hal tersebut termasuk jihad fi sabilillah. Menjernihkan jalan Allah, agama, manhaj serta syari’at-Nya dari kesesatan dan permusuhan mereka (ahli bid’ah) merupakan suatu kewajiban yang kifayah menurut kesepakatan kaum muslimin.

Seandainya
tidak ada yang menolak/membantah bahaya (bid’ah) nya mereka maka akan rusaklah agama ini. Dan kerusakan yang ditumbuhkan nya (bid’ah) lebih dahsyat daripada penjajahan.

Karena
mereka (para penjajah) jika merusak tidaklah merusak hati pertama kali tapi mereka (ahli bid’ah) pertama kali yang dilakukan adalah merusak hati

______

Dinukil dr.
Tulisan : Abu Abdirrahman bin Thoyyib as-Salafy
http://www.majalahislami.com/2009/01/antara-bantahan-dan-ghibah/



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Statusnya untuk mewaspadai lagu hadad alwi dan sulis yg berbau syi'ah.Akun 'Singa Padang Pasir' komentar begini: wahabi otaknya boleh mungut dari sampah makanya bego ga bisa mikir..he..he..he...


Tanggapan Orcela Puspita:

Otaknya ....

Simak ya ....

PENGERTIAN WAHABI

Musuh-musuh tauhid memberi gelar wahabi kepada :
►setiap MUWAHHID (yang mengesakan Allah),
►nisbat kepada Muhammad bin Abdul Wahab,

Jika mereka jujur,
mestinya mereka mengatakan Muhammadi nisbat kepada namanya yaitu Muhammad.

Betapapun begitu,

ternyata
▬►Allah menghendaki nama wahabi sebagai nisbat kepada Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi), yaitu salah satu dari nama-nama Allah yang paling baik (Asmaa’ul Husnaa).

Jika
shufi menisbatkan namanya kepada jama’ah yang memakai shuf (kain wol)

maka sesungguhnya
▬►Wahabi menisbatkan diri mereka dengan Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi), yaitu Allah yang memberikan tauhid dan meneguhkannya untuk berdakwah kepada tauhid.

Dinukil dr.
Pengertian Wahabi Dan Siapa Muhammad Bin Abdul Wahhab
Oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/03/30/pengertian-wahabi-dan-siapa-muhammad-bin-abdul-wahhab/


KESESATAN SYI'AH

Sebenarnya kalau orang tahu kesesatan syiah niscaya tidak banyak orang suni yg tertipu dan mau masuk ke dalam agama yg sangat menjijikkan.

Apalagi bagi sunni Jatim setelah ada fatwa MUI Jatim dan pergub Jatim:

Diantara kekejian ajaran Syiah itu adalah :
▬▬►keyakinan bahwa kencing dan kotoran imam adalah suci,

dan
memiliki fadhilah yaitu siapa yang meminumnya maka akan masuk surga!!!

Lalu ditayangkan buktinya yaitu:

Kitab anwarul wilayah :
“makan kencing dan tahi para imam memasukkan ke surga dan menyelamatkan dari api neraka”

- أكل بول وغائط الأئمة يدخل الجنة وينجي من النار :
ليس في بول الأئمة وغائطهم استخباث ولا نتن ولا قذارة بل هما كالمسك الأذفر (الجيد)، بل من شرب بولهم وغائطهم ودمهم يحرم الله عليه النار واستوجب دخول الجنة) (أنوار الولاية للعلامة الحجة آية الله الآخوند ملا زين العابدين الكلبايكاني 1409هـ – ص 440 انظر ترجمته في أعيان الشيعة – السيد محسن الأمين – ج 7 -

Kitab al-Kafi-Kulaini :
“Kentut para imam seperti minyak kesturi”

– فساء وضراط الأئمة كريح المسك :
قال أبو جعفر ” للإمام عشر علامات: يولد مطهرا مختونا وإذا وقع على الأرض وقع على راحته رافعا صوته بالشهادتين ولا يجنب، وتنام عينه ولا ينام قلبه، ولا يتثاءب ولا يتمطى ويرى من خلفه كما يرى من أمامه، ونجوه (فساؤه وضراطه وغائطه) كريح المسك (الكافي 1/319 كتاب الحجة – باب مواليد الأئمة)

Video berjudul

فضيحة عالمية – شاهد أقذر فضيحة عرفتها البشرية

Tabarruk dengan kotoran imam yang dikumpulkan setahun, di acara asyura`
Suara orang syiah yang merasa bangga dengan minum dan makan kotoran imam!

>

Wahai kaum muslimin yang cerdik!
Agama apakah syiah ini,

yang akidahnya:
1•►Menajiskan sahabat Nabi, para istri Nabi dan kaum muslimin
2•► Mensucikan kencing dan kotoran imam mereka

Yang amalannya:
1•►Melaknat dan mencaci sahabat Nabi, para istri nabi dan kaum mulimin
2•►Meminum dan memakan kencing dan kotoran para imam mereka?

Siapakah gerangan yang membuat agama syiah?!!!
Na’udzu billah

Dinukil dr.
GEN SYI'AH
Membongkar Kejahatan Syi'ah



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tragedi Suriah (Antara Syi'ah dan Ahlussunnah)

*fb Orcela Puspita*
http://www.facebook.com/Orcela/posts/129998303855153


TRAGEDI SURIAH
[ Antara SYI'AH dan AHLUSSUNAH ]

SYAIKH MUHAMMAD HASAN -hafidzohullah-

Lihat : http://alqiyamah.wordpress.com/2012/03/17/video-seseorang-dipaksa-bersujud-tetapi-tetap-menolak-bahkan-meludahi-foto-tersebut-sekalipun-dia-tahu-akan-menderita-disiksa-terbunuh/



Siapa Basyar al Asad dan Mengapa Ia Membunuh Ahlussunnah?

Basyar al Asad adalah pemimpin partai Bath di Suriah yang berideologi sosialis. Namun secara pribadi ia berideologi Syiah Nushiariyah, salah satu sekte Syiah yang ekstrim.

Dengan demikian
•►tidak heran Rusia yang berpaham komunis dan Iran yang merupakan manifestasi ajaran Syiah, membantu pemerintahan Baysar al Asad memerangi umat Islam dan para oposisi,

tujuannya
•••►agar Baysar al Asad tetap langgeng di tanah Arab dan cita-cita revolusi Iran untuk MENSYIAHKAN ARAB pun tercapai.

▌Ajaran SYIAH ini dicetuskan oleh :
Abdullah bin Saba, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam untuk memecah belah Islam dari dalam. Keberadaan mereka di tengah kaum mulimin selalu menimbulkan kerugian dan pertumpahan darah.

Bagi orang-orang yang mempelajari sejarah tentunya akan tahu apa yang menyebabkan jutaan umat Islam tewas di Baghdad oleh tentara Mongol dan mengapa pula Timur Lang membantai sekian banyak umat Islam pada masanya berkuasa.
•••►Semua itu karena pengaruh Syiah.

Lalu
•►apa ideologi Basyar al Asad dan Timur Lang yang membuat mereka yakin mengobarkan peperangan dan tega untuk membunuh melakukan pembantaian.

█▌Berikut ini kami kutipkan dari BUKU-BUKU SYIAH, bagaimana mereka memandang Ahlussunnah.

•►Dari Daud bin Farqad, dia berkata, saya berkata kepada bapakku, Abdullah ‘alaihissalam “Apa pendapatmu tentang pembunuhan terhadap pembangkang?” Dia menjawab, “Halal darahnya, tetapi saya merasa khawatir kepadamu. Jika kamu mampu menimpakan dinding atau menenggelamkannya ke dalam air agar tak ada seorang pun yang melihatnya, maka lakukanlah.” (Wasail Asy Syiah, 18:436, Bihar Al Anwar, 27:231).

•►Khomeini –pemimpin revolusi Iran- mengatakan,
“Jika kamu mampu untuk mengambil hartanya, maka ambillah dan berikan kepada kami seperlimanya.”

•►Sayid Ni’matullah Al Jazairi berkata,
“Sesungguhnya Ali bin Yaqthin, pembantu Rasyid berkumpul di dalam penjara yang dihuni oleh sekelompok pembangkang (Ahlussunnah), maka dia menyuruh budak-budaknya untuk meruntuhkan atap agar menimpa orang-orang yang ada di penjara sehingga mereka semuanya mati dan jumlah mereka adalah lima ratus orang laki-laki.” (Al Anwar anNu’maniyah, 3:308)

•►Ni’matullah al Jazairi mengatakan,
“Mereka (Ahlussunnah) adalah orang-orang kafir yang najis berdasarkan kesepakatan ulama Syiah Imamiyah. Mereka lebih jahat daripada Yahudi dan Nashrani. Dari tanda orang yang membangkang adalah lebih mengutamakan selain Ali dalam imamah.” (Al Anwar an Nu’maniyah, 206-207).

Oleh karena itulah,
▌Basyar dan tentaranya tega melakukan kekejaman sedemikian rupa karena ada motivasi ideologi yang menuai pahala (jihad).

Demikian juga
▌selogan pasukan Iran ketika membantu pasukan Suriah memerangi Ahlussunnah, mereka mengatakan, “Uqtulul sunnah dakhola al jannah.” Bunuhilah orang-orang Ahlussunnah maka akan masuk surga. Ketika diwawancari di stasiun televisi, saat ditanya apakah ia (Basyar) merasa bersalah melakukan pembantaian tersebut, ia mengatakan “Saya telah melakukan hal yang terbaik untuk melindungi orang-orang (menurut dia), jadi mengapa harus merasa bersalah.”

Dijawab oleh Nurfitri Hadi (Tim Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Dinukil dr.
http://www.konsultasisyariah.com/berita-suriah/#axzz2AA6zsrzR

Sunday, April 7, 2013

Dalil2 Tentang Haramnya Musik Dan Lagu

*fb Orcela Puspita*
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4178195815674&set=a.1653325175486.2085068.1307751853&type=1

DALIL-DALIL TENTANG HARAMNYA MUSIK DAN LAGU


HARAMNYA MUSIK DAN LAGU
Kategori: Majalah AsySyariah Edisi 040


(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi)

Kontroversi tentang musik seakan tak pernah berakhir. Baik yang pro maupun kontra masing-masing menggunakan dalil. Namun bagaimana para sahabat, tabi’in, dan ulama salaf memandang serta mendudukkan perkara ini? Sudah saatnya kita mengakhiri kontroversi ini dengan merujuk kepada mereka.

Musik dan nyanyian, merupakan suatu media yang dijadikan sebagai alat penghibur oleh hampir setiap kalangan di zaman kita sekarang ini. Hampir tidak kita dapati satu ruang pun yang kosong dari musik dan nyanyian. Baik di rumah, di kantor, di warung dan toko-toko, di bus, angkutan kota ataupun mobil pribadi, di tempat-tempat umum, serta rumah sakit. Bahkan di sebagian tempat yang dikenal sebagai sebaik-baik tempat di muka bumi, yaitu masjid, juga tak luput dari pengaruh musik.

Merebaknya musik dan lagu ini disebabkan banyak dari kaum muslimin tidak mengerti dan tidak mengetahui hukumnya dalam pandangan Al-Qur`an dan As-Sunnah. Mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang mubah, halal, bahkan menjadi konsumsi setiap kali mereka membutuhkannya. Jika ada yang menasihati mereka dan mengatakan bahwa musik itu hukumnya haram, serta merta diapun dituduh dengan berbagai macam tuduhan: sesat, agama baru, ekstrem, dan segudang tuduhan lainnya.

Namun bukan berarti,
tatkala seseorang mendapat kecaman dari berbagai pihak karena menyuarakan kebenaran, lantas menjadikan dia bungkam.

Kebenaran harus disuarakan, kebatilan harus ditampakkan. Rasulullah bersabda:

لاَ يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ هَيْبَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ في حَقٍّ إِذَا رَآهُ أَوْ شَهِدَهُ أَوْ سَمِعَهُ

“Janganlah rasa segan salah seorang kalian kepada manusia, menghalanginya untuk mengucapkan kebenaran jika melihatnya, menyaksikannya, atau mendengarnya.” (HR. Ahmad, 3/50, At-Tirmidzi, no. 2191, Ibnu Majah no. 4007. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, 1/322)

Terlebih lagi, jika permasalahan yang sebenarnya dalam timbangan Al-Qur`an dan As-Sunnah adalah perkara yang telah jelas. Hanya saja semakin terkaburkan karena ada orang yang dianggap sebagai tokoh Islam berpendapat bahwa hal itu boleh-boleh saja, serta menganggapnya halal untuk dikonsumsi kaum muslimin. Di antara mereka, adalah Yusuf Al-Qaradhawi dalam kitabnya Al-Halal wal Haram, Muhammad Abu Zahrah, Muhammad Al-Ghazali Al-Mishri, dan yang lainnya dari kalangan rasionalis. Mereka menjadikan kesalahan Ibnu Hazm sebagai tameng untuk membenarkan penyimpangan tersebut.

Oleh karenanya,
berikut ini kami akan menjelaskan tentang hukum musik, lagu dan nasyid, berdasarkan Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah n, serta perkataan para ulama salaf.


•►
Definisi Musik

Musik dalam bahasa Arab disebut ma’azif, yang berasal dari kata ‘azafa yang berarti berpaling. Kalau dikatakan: Si fulan berazaf dari sesuatu, maknanya adalah berpaling dari sesuatu. Jika dikatakan laki-laki yang ‘azuf dari yang melalaikan, artinya yang berpaling darinya. Bila dikatakan laki-laki yang ‘azuf dari para wanita artinya adalah yang tidak senang kepada mereka.
Ma’azif adalah jamak dari mi’zaf (مِعْزَفٌ), dan disebut juga ‘azfun (عَزْفٌ). Mi’zaf adalah sejenis alat musik yang dipakai oleh penduduk Yaman dan selainnya, terbuat dari kayu dan dijadikan sebagai alat musik. Al-‘Azif adalah orang yang bermain dengannya.

Al-Laits berkata: “Al-ma’azif adalah alat-alat musik yang dipukul.” Al-Hafizh Ibnu Hajar t berkata: “Al-ma’azif adalah alat-alat musik.” Al-Qurthubi t meriwayatkan dari Al-Jauhari bahwa al-ma’azif adalah nyanyian. Yang terdapat dalam Shihah-nya bahwa yang dimaksud adalah alat-alat musik. Ada pula yang mengatakan maknanya adalah suara-suara yang melalaikan. Ad-Dimyathi berkata: “Al-ma’azif adalah genderang dan yang lainnya berupa sesuatu yang dipukul.” (lihat Tahdzib Al-Lughah, 2/86, Mukhtarush Shihah, hal. 181, Fathul Bari, 10/57)
Al-Imam Adz-Dzahabi t berkata: “Al-ma’azif adalah nama bagi setiap alat musik yang dimainkan, seperti seruling, gitar, dan klarinet (sejenis seruling), serta simba.” (Siyar A’lam An-Nubala`, 21/158)

Ibnul Qayyim berkata bahwa al-ma’azif adalah seluruh jenis alat musik, dan tidak ada perselisihan ahli bahasa dalam hal ini. (Ighatsatul Lahafan, 1/260-261

•►
Mengenal Macam-Macam Alat Musik

Alat-alat musik banyak macamnya. Namun dapat kita klasifikasi alat-alat tersebut ke dalam empat kelompok:

Pertama:
Alat-alat musik yang diketuk atau dipukul (perkusi).

Yaitu jenis alat musik yang mengeluarkan suara saat digoncangkan, atau dipukul dengan alat tabuh tertentu, (misal: semacam palu pada gamelan, ed.), tongkat (stik), tangan kosong, atau dengan menggesekkan sebagiannya kepada sebagian lainnya, serta yang lainnya. Alat musik jenis ini memiliki beragam bentuk, di antaranya seperti: gendang, kubah (gendang yang mirip seperti jam pasir), drum, mariba, dan yang lainnya.

Kedua:
Alat musik yang ditiup.

Yaitu alat yang dapat mengeluarkan suara dengan cara ditiup padanya atau pada sebagiannya, baik peniupan tersebut pada lubang, selembar bulu, atau yang lainnya. Termasuk jenis ini adalah alat yang mengeluarkan bunyi yang berirama dengan memainkan jari-jemari pada bagian lubangnya. Jenis ini juga beraneka ragam, di antaranya seperti qanun dan qitsar (sejenis seruling).

Ketiga:
Alat musik yang dipetik.

Yaitu alat musik yang menimbulkan suara dengan adanya gerakan berulang atau bergetar (resonansi), atau yang semisalnya. Lalu mengeluarkan bunyi saat dawai/senar dipetik dengan kekuatan tertentu menggunakan jari-jemari. Terjadi juga perbedaan irama yang muncul tergantung kerasnya petikan, dan cepat atau lambatnya gerakan/getaran yang terjadi. Di antaranya seperti gitar, kecapi, dan yang lainnya.

Keempat:
Alat musik otomatis.

Yaitu alat musik yang mengeluarkan bunyi musik dan irama dari jenis alat elektronik tertentu, baik dengan cara langsung mengeluarkan irama, atau dengan cara merekam dan menyimpannya dalam program yang telah tersedia, dalam bentuk kaset, CD, atau yang semisalnya.

(Lihat risalah Hukmu ‘Azfil Musiqa wa Sama’iha, oleh Dr. Sa’d bin Mathar Al-‘Utaibi)



DALIL-DALIL TENTANG HARAMNYA MUSIK DAN LAGU

DALIL DARI AL-QUR'AN AL-KARIM

▌1. Firman Allah (yang artinya) :

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (Luqman: 6)

Ayat Allah ini telah ditafsirkan oleh para ulama salaf bahwa yang dimaksud adalah nyanyian dan yang semisalnya. Di antara yang menafsirkan ayat dengan tafsir ini adalah:

•►Abdullah bin ‘Abbas , beliau mengatakan tentang ayat ini: “Ayat ini turun berkenaan tentang nyanyian dan yang semisalnya.” (Diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (no. 1265), Ibnu Abi Syaibah (6/310), Ibnu Jarir dalam tafsirnya (21/40), Ibnu Abid Dunya dalam Dzammul Malahi, Al-Baihaqi (10/221, 223), dan dishahihkan Al-Albani dalam kitabnya Tahrim Alat Ath-Tharb (hal. 142-143)).

•►Abdullah bin Mas’ud , tatkala beliau ditanya tentang ayat ini, beliau menjawab: “Itu adalah nyanyian, demi Allah yang tiada Ilah yang haq disembah kecuali Dia.” Beliau mengulangi ucapannya tiga kali. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya, Ibnu Abi Syaibah, Al-Hakim (2/411), dan yang lainnya. Al-Hakim mengatakan: “Sanadnya shahih,” dan disetujui Adz-Dzahabi. Juga dishahihkan oleh Al-Albani, lihat kitab Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 143)

•► ‘Ikrimah . Syu’aib bin Yasar berkata: “Aku bertanya kepada ‘Ikrimah tentang makna (lahwul hadits) dalam ayat tersebut. Maka beliau menjawab: ‘Nyanyian’.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Tarikh-nya (2/2/217), Ibnu Jarir dalam tafsirnya, dan yang lainnya. Dihasankan Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 143).

•►Mujahid bin Jabr . Beliau mengucapkan seperti apa yang dikatakan oleh ‘Ikrimah. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no. 1167, 1179, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abid Dunya dari beberapa jalan yang sebagiannya shahih).

Dan dalam riwayat Ibnu Jarir yang lain, dari jalan Ibnu Juraij, dari Mujahid, tatkala beliau menjelaskan makna al-lahwu dalam ayat tersebut, beliau berkata: “Genderang.” (Al-Albani berkata: Perawi-perawinya tepercaya, maka riwayat ini shahih jika Ibnu Juraij mendengarnya dari Mujahid. Lihat At-Tahrim hal. 144)

•► Al-Hasan Al-Bashri , beliau mengatakan: “Ayat ini turun berkenaan tentang nyanyian dan seruling.”
As-Suyuthi t menyebutkan atsar ini dalam Ad-Durrul Mantsur (5/159) dan menyandarkannya kepada riwayat Ibnu Abi Hatim. Al-Albani berkata: “Aku belum menemukan sanadnya sehingga aku bisa melihatnya.” (At-Tahrim hal. 144)

Oleh karena itu, berkata Al-Wahidi dalam tafsirnya Al-Wasith (3/441): “Kebanyakan ahli tafsir menyebutkan bahwa makna lahwul hadits adalah nyanyian. Ahli ma’ani berkata: ‘Termasuk dalam hal ini adalah semua orang yang memilih hal yang melalaikan, nyanyian, seruling, musik, dan mendahulukannya daripada Al-Qur`an.”

▌2. Firman Allah (yang artinya) :
“Maka apakah kalian merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kalian menertawakan dan tidak menangis? Sedangkan kalian ber-sumud?” (An-Najm: 59-61)

Para ulama menafsirkan “kalian bersumud” maknanya adalah bernyanyi. Termasuk yang menyebutkan tafsir ini adalah:

•►Ibnu Abbas . Beliau berkata: “Maknanya adalah nyanyian. Dahulu jika mereka mendengar Al-Qur`an, maka mereka bernyanyi dan bermain-main. Dan ini adalah bahasa penduduk Yaman (dalam riwayat lain: bahasa penduduk Himyar).” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya (27/82), Al-Baihaqi (10/223). Al-Haitsami berkata: “Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan sanadnya shahih.” (Majma’ Az-Zawa`id, 7/116)

•►‘Ikrimah . Beliau juga berkata: “Yang dimaksud adalah nyanyian, menurut bahasa Himyar.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Syaibah, 6/121)

Ada pula yang menafsirkan ayat ini dengan makna berpaling, lalai, dan yang semisalnya. Ibnul Qayyim berkata: “Ini tidaklah bertentangan dengan makna ayat sebagaimana telah disebutkan, bahwa yang dimaksud sumud adalah lalai dan lupa dari sesuatu. Al-Mubarrid mengatakan: ‘Yaitu tersibukkan dari sesuatu bersama mereka.’ Ibnul ‘Anbar mengatakan: ‘As-Samid artinya orang yang lalai, orang yang lupa, orang yang sombong, dan orang yang berdiri.’ Ibnu ‘Abbas berkata tentang ayat ini: ‘Yaitu kalian menyombongkan diri.’ Adh-Dhahhak berkata: ‘Sombong dan congkak.’ Mujahid berkata: ‘Marah dan berpaling.’ Yang lainnya berkata: ‘Lalai, luput, dan berpaling.’ Maka, nyanyian telah mengumpulkan semua itu dan mengantarkan kepadanya.” (Ighatsatul Lahafan, 1/258)

▌3. Firman Allah kepada Iblis (yang artinya) :
“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (Al-Isra`: 64)

Telah diriwayatkan dari sebagian ahli tafsir bahwa yang dimaksud “menghasung siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu” adalah melalaikan mereka dengan nyanyian. Di antara yang menyebutkan hal tersebut adalah:

•►Mujahid . Beliau berkata tentang makna “dengan suaramu”: “Yaitu melalaikannya dengan nyanyian.” (Tafsir Ath-Thabari)

Sebagian ahli tafsir ada yang menafsirkannya dengan makna ajakan untuk bermaksiat kepada Allah . Ibnu Jarir berkata: “Pendapat yang paling benar dalam hal ini adalah bahwa Allah telah mengatakan kepada Iblis: ‘Dan hasunglah dari keturunan Adam siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu,’ dan Dia tidak mengkhususkan dengan suara tertentu. Sehingga setiap suara yang dapat menjadi pendorong kepadanya, kepada amalannya dan taat kepadanya, serta menyelisihi ajakan kepada ketaatan kepada Allah , maka termasuk dalam makna suara yang Allah maksudkan dalam firman-Nya.” (Tafsir Ath-Thabari)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata tatkala menjelaskan ayat ini: “Sekelompok ulama salaf telah menafsirkannya dengan makna ‘suara nyanyian’. Hal itu mencakup suara nyanyian tersebut dan berbagai jenis suara lainnya yang menghalangi pelakunya untuk menjauh dari jalan Allah .” (Majmu’ Fatawa, 11/641-642)

Ibnul Qayyim berkata: “Satu hal yang telah dimaklumi bahwa nyanyian merupakan pendorong terbesar untuk melakukan kemaksiatan.” (Ighatsatul Lahafan, 1/255)


DALIL-DALIL DARI AS-SUNNAH

1•►Hadits Abu ‘Amir atau Abu Malik Al-Asy’ari bahwa Rasulullah bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ يَأْتِيهِمْ يَعْنِي الْفَقِيرَ لِحَاجَةٍ فَيَقُولُوا: ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا؛ فَيُبَيِّتُهُمْ اللهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Akan muncul di kalangan umatku, kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik. Dan akan ada kaum yang menuju puncak gunung kembali bersama ternak mereka, lalu ada orang miskin yang datang kepada mereka meminta satu kebutuhan, lalu mereka mengatakan: ‘Kembalilah kepada kami besok.’ Lalu Allah membinasakan mereka di malam hari dan menghancurkan bukit tersebut. Dan Allah mengubah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi, hingga hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari, 10/5590)

Hadits ini adalah hadits yang shahih. Apa yang Al-Bukhari sebutkan dalam sanad hadits tersebut: “Hisyam bin Ammar berkata…”1 tidaklah memudaratkan kesahihan hadits tersebut. Sebab Al-Imam Al-Bukhari tidak dikenal sebagai seorang mudallis (yang menggelapkan hadits), sehingga hadits ini dihukumi bersambung sanadnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “(Tentang) alat-alat (musik) yang melalaikan, telah shahih apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya secara ta’liq dengan bentuk pasti (jazm), yang masuk dalam syaratnya.” (Al-Istiqamah, 1/294, Tahrim Alat Ath-Tharb, hal. 39. Lihat pula pembahasan lengkap tentang sanad hadits ini dalam Silsilah Ash-Shahihah, Al-Albani, 1/91)

Asy-Syaikh Al-Albani berkata setelah menyebutkan panjang lebar tentang keshahihan hadits ini dan membantah pendapat yang berusaha melemahkannya: “Maka barangsiapa –setelah penjelasan ini– melemahkan hadits ini, maka dia adalah orang yang sombong dan penentang. Dia termasuk dalam sabda Nabi :

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak masuk ke dalam surga, orang yang dalam hatinya ada kesombongan walaupun seberat semut.” (HR. Muslim) [At-Tahrim, hal. 39]

Makna hadits ini adalah akan muncul dari kalangan umat ini yang menganggap halal hal-hal tersebut, padahal itu adalah perkara yang haram. Al-‘Allamah ‘Ali Al-Qari berkata: “Maknanya adalah mereka menganggap perkara-perkara ini sebagai sesuatu yang halal dengan mendatangkan berbagai syubhat dan dalil-dalil yang lemah.” (Mirqatul Mafatih, 5/106)

2•►Hadits Anas bin Malik , bahwa Rasulullah bersabda:

صَوْتَانِ مَلْعُونَانِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: مِزْمَارٌ عِنْدَ نِعْمَةٍ، وَرَنَّةٌ عِنْدَ مُصِيبَةٍ

“Dua suara yang terlaknat di dunia dan akhirat: seruling ketika mendapat nikmat, dan suara (jeritan) ketika musibah.” (HR. Al-Bazzar dalam Musnad-nya, 1/377/755, Adh-Dhiya` Al-Maqdisi dalam Al-Mukhtarah, 6/188/2200, dan dishahihkan oleh Al-Albani berdasarkan penguat-penguat yang ada. Lihat Tahrim Alat Ath-Tharb, hal. 52)

Juga dikuatkan dengan riwayat Jabir bin Abdullah , dari Abdurrahman bin ‘Auf , dia berkata: Rasulullah bersabda:

إِنَّمَا نُهِيْتُ عَنِ النَّوْحِ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ: صَوْتٍ عِنْدَ نَغْمَةِ لَهْوٍ وَلَعِبٍ وَمَزَامِيرِ شَيْطَانٍ، وَصَوْتٍ عِنْدَ مُصِيبَةٍ خَمْشِ وُجُوهٍ وَشَقِّ جُيُوبٍ وَرَنَّةِ شَيْطَانٍ

“Aku hanya dilarang dari meratap, dari dua suara yang bodoh dan fajir: Suara ketika dendangan yang melalaikan dan permainan, seruling-seruling setan, dan suara ketika musibah, mencakar wajah, merobek baju dan suara setan.” (HR. Al-Hakim, 4/40, Al-Baihaqi, 4/69, dan yang lainnya. Juga diriwayatkan At-Tirmidzi secara ringkas, no. 1005)

An-Nawawi berkata tentang makna ‘suara setan’: “Yang dimaksud adalah nyanyian dan seruling.” (Tuhfatul Ahwadzi, 4/75)

3•►Hadits Abdullah bin ‘Abbas , dia berkata: Rasulullah telah bersabda:

إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيَّ -أَوْ حُرِّمَ الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْكُوبَةُ. قَالَ: وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atasku –atau– diharamkan khamr, judi, dan al-kubah. Dan setiap yang memabukkan itu haram.” (HR. Abu Dawud no. 3696, Ahmad, 1/274, Al-Baihaqi, 10/221, Abu Ya’la dalam Musnad-nya no. 2729, dan yang lainnya.
Dishahihkan oleh Ahmad Syakir dan Al-Albani, lihat At-Tahrim hal. 56).

Kata al-kubah telah ditafsirkan oleh perawi hadits ini yang bernama ‘Ali bin Badzimah, bahwa yang dimaksud adalah gendang. (lihat riwayat Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, no. 12598)

4•►Hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash , bahwasanya Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ الْخَمْرَ وَالْمَيْسِرَ وَالْكُوبَةَ وَالْغُبَيْرَاءَ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

“Sesungguhnya Allah mengharamkan khamr, judi, al-kubah (gendang), dan al-ghubaira` (khamr yang terbuat dari bahan jagung), dan setiap yang memabukkan itu haram.” (HR. Abu Dawud no. 3685, Ahmad, 2/158, Al-Baihaqi, 10/221-222, dan yang lainnya. Hadits ini dihasankan Al-Albani dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 58)


ATSAR DARI ULAMA SALAF

1•►Abdullah bin Mas’ud berkata:

الْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِي الْقَلْبِ

“Nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati.” (Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Dzammul Malahi, 4/2, Al-Baihaqi dari jalannya, 10/223, dan Syu’abul Iman, 4/5098-5099. Dishahihkan Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 10. Diriwayatkan juga secara marfu’, namun sanadnya lemah)

2•►Ishaq bin Thabba` t berkata: Aku bertanya kepada Malik bin Anas tentang sebagian penduduk Madinah yang membolehkan nyanyian. Maka beliau mejawab: “Sesungguhnya menurut kami, orang-orang yang melakukannya adalah orang yang fasiq.” (Diriwayatkan Abu Bakr Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf: 32, dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 244, dengan sanad yang shahih)

Beliau juga ditanya: “Orang yang memukul genderang dan berseruling, lalu dia mendengarnya dan merasakan kenikmatan, baik di jalan atau di majelis?”

Beliau menjawab: “Hendaklah dia berdiri (meninggalkan majelis) jika ia merasa enak dengannya, kecuali jika ia duduk karena ada satu kebutuhan, atau dia tidak bisa berdiri. Adapun kalau di jalan, maka hendaklah dia mundur atau maju (hingga tidak mendengarnya).” (Al-Jami’, Al-Qairawani, 262)

3•►Al-Imam Al-Auza’i berkata: ‘Umar bin Abdil ‘Aziz menulis sebuah surat kepada ‘Umar bin Walid yang isinya: “… Dan engkau yang menyebarkan alat musik dan seruling, (itu) adalah perbuatan bid’ah dalam Islam.” (Diriwayatkan An-Nasa`i, 2/178, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 5/270. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 120)

4•►‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash-Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148)

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abid Dunya (45), dari Al-Qasim bin Salman, dari Asy-Sya’bi, dia berkata: “Semoga Allah melaknat biduan dan biduanita.” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 13)

5•►Ibrahim bin Al-Mundzir –seorang tsiqah (terpercaya) yang berasal dari Madinah, salah seorang guru Al-Imam Al-Bukhari – ditanya: “Apakah engkau membolehkan nyanyian?” Beliau menjawab: “Aku berlindung kepada Allah . Tidak ada yang melakukannya menurut kami kecuali orang-orang fasiq.” (Diriwayatkan Al-Khallal dengan sanad yang shahih, lihat At-Tahrim hal. 100)

6•►Ibnul Jauzi berkata: “Para tokoh dari murid-murid Al-Imam Asy-Syafi’i mengingkari nyanyian. Para pendahulu mereka, tidak diketahui ada perselisihan di antara mereka. Sementara para pembesar orang-orang belakangan, juga mengingkari hal tersebut. Di antara mereka adalah Abuth Thayyib Ath-Thabari, yang memiliki kitab yang dikarang khusus tentang tercela dan terlarangnya nyanyian.

Lalu beliau berkata: “Ini adalah ucapan para ulama Syafi’iyyah dan orang yang taat di antara mereka. Sesungguhnya yang memberi keringanan dalam hal tersebut dari mereka adalah orang-orang yang sedikit ilmunya serta didominasi oleh hawa nafsunya. Para fuqaha dari sahabat kami (para pengikut mazhab Hambali) menyatakan: ‘Tidak diterima persaksian seorang biduan dan para penari.’ Wallahul muwaffiq.” (Talbis Iblis, hal. 283-284)

7•►Ibnu Abdil Barr berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191)

8•►Ath-Thabari berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56)

9•►Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari di atas. (Majmu’ Fatawa, 11/576)

Masih banyak lagi pernyataan para ulama yang menjelaskan tentang haramnya musik beserta nyanyian.

Semoga apa yang kami sebutkan ini sudah cukup menjelaskan perkara ini.

Wallahu a’lam.

____
Footnote :
1 Yang mengesankan ada keterputusan sanad antara beliau dengan Hisyam, dan tidak mengatakan dengan tegas misalnya: “Telah mengabarkan kepadaku.”


Source :
http://asysyariah.com/haramnya-musik-dan-lagu.html

Sekali Lagi: Bukti Nyata Syi'ah Bukan Islam

*fb Dukung MUI Keluarkan Fatwa Syi'ah Sesat Dan Haram Di Indonesia*

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=519326228090516&set=pb.221268711229604.-2207520000.1365276185&type=3&theater

SEKALI LAGI :BUKTI NYATA SYI'AH BUKAN ISLAM

Dikalangan kita Banyak yang mengatakan bahwa Syiah itu bagian
dari Islam dan itu SALAH.Ternyata syiah bukan Islam, Syiah Punya agama tersendri.
Berikut ini adalah perbedaan yang sangat menonjol antara agama Islam dengan agama syi’ah, yang dengannya mudah-mudahan kaum muslimin dapat mengetahui hakekat sebenarnya ajaran agama syi’ah:

1. Pembawa Agama Islam adalah Muhammad Rasulullah.

1. Pembawa Agama Syi’ah adalah seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’ Al Himyari. [Majmu'Fatawa, 4/435]
---
2. Rukun Islam menurut agama Islam:
1. Dua Syahadat
2. Sholat
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji
[HR Muslim no. 1 dari Ibnu Umar]

2. Rukun Islam ala agama Syi’ah:
1. Sholat
2. Puasa
3. Zakat
4. Haji
5. Wilayah/Kekuasaan
[Lihat Al Kafi Fil Ushul 2/18]
---
3. Rukun Iman menurut agama Islam ada 6 perkara , yaitu:
1. Iman Kepada Allah
2. Iman Kepada Malaikat
3. Iman Kepada Kitab-Kitab
4. Iman Kepada Para Rasul
5. Iman Kepada hari qiamat
6. Iman Kepada Qadha Qadar.

3. Rukun Iman ala Agama Syi’ah ada 5 Perkara, yaitu:
1. Tauhid
2. Kenabian
3. Imamah
4. Keadilan
5. Qiamat
---
4. Kitab suci umat Islam Al Qur’an yang berjumlah 6666 ayat (menurut pendapat yang masyhur).

4. Kitab suci kaum Syi’ah Mushaf Fathimah yang berjumlah 17.000
ayat (lebih banyak tiga kali lipat dari Al Qur’an milik kaum Muslimin). [Lihat kitab mereka Ushulul Kafi karya Al Kulaini 2/634]
---
5. Adzan menurut Agama Islam:
(Allōhu akbar) 4 kali
(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali
(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
(Hayya ‘alal falāh) 2 kali
(Allōhu akbar) 2 kali
(Lā ilāha illallōh) 1 kali

Lihat Video Adzan Agama Islam

5. Adzan Ala Agama Syi’ah:
(Allōhu akbar) 4 kali
(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan
rōsulullōh) 2 kali
(Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh)2 kali
(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
(Hayya ‘alal falāh) 2 kali
(Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali
(Allōhu akbar) 2 kali
(Lā ilāha illallōh) 2 kali

Lihat Video Adzan Agama Syiah
---
6. Islam meyakini bahwa sholat diwajibkan pada 5 waktu.

6. Agama Syi’ah meyakini bahwa sholat diwajibkan hanya pada 3
waktu saja.
---
7. Islam meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya wajib. [QS Al
Jumu'ah:9]

7. Agama Syi’ah meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya tidak
wajib.
---
8. Islam menghormati seluruh sahabat Rasulullah dan meyakini
mereka orang-orang terbaik yang digelari Radhiallohu ‘Anhum oleh
Allah. [QS At Taubah:100]

8. Agama Syi’ah meyakini bahwa seluruh sahabat Rasulullah telah
kafir (Murtad) kecuali Ahlul Bait (versi mereka), salman Al Farisi, Al
Miqdad bin Al Aswad, Abu Dzar Al Ghifari. [Ar Raudhoh Minal Kafi Karya Al Kulaini 8/245-246]
---
9. Islam meyakini bahwa Abu Bakar adalah orang terbaik dari
umat ini setelah Rasulullah , kemudian setelahnya Umar bin Al
Khatthab, lalu Utsman bin ‘Affan, lalu ‘Ali bin Abi Thalib.

9. Agama Syi’ah meyakini bahwa orang terbaik setelah Rasulullah
adalah Ali bin Abi Thalib, adapun Abu Bakar dan Umar bin Al Khatthab adalah dua berhala quraisy yang terlaknat. [Ajma'ul Fadha'ih karya AlMulla Kazhim hal. 157].
---
10. Islam meyakini bahwa Abu bakar adalah orang yang paling
berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah.

10. Agama Syi’ah meyakini bahwa orang yang paling berhak menjadi
khalifah sepeninggal Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib.
---
11. Islam meyakini bahwa Abu Bakar adalah khalifah pertama
yang sah.

11. Agama Syi’ah memposisikan Abu Bakar sebagai perampas
kekhalifahan dari ‘Ali bin Abi Thalib
---
12. Islam meyakini bahwa Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Amr bin Al ‘Ash, Abu Sufyan termasuk sahabat Rasulullah

12. Agama Syi’ah meyakini bahwa mereka pengkhianat dan telah kafir (Murtad) dari Islam.
---
Perhatian: Semua yang kami sampaikan ini bersumberkan dari
kitab-kitab yang mereka jadikan rujukan dan sebagiannya dari situs
resmi mereka.

Sumber : Ust, Bachtiar Nashir Lc. MM - SEKJEN MIUMI

Memperingatkan Bahaya Kelompok Sesat

*fb Orcela Puspita*

MEMPERINGATKAN BAHAYA KELOMPOK SESAT ( contoh diatas adalah Syi'ah)
▬►adalah bukti sejati kecintaan seorang muslim kepada saudara-saudaranya kaum muslimin.

Inilah yang dipahami para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagaimana dalam atsar berikut:

¤•¤•¤

Abu Shalih Al-Farra’ -rahimahullah- berkata, “Aku menceritakan kepada Yusuf bin Asbath tentang Waki’ bahwasanya beliau terpengaruh sedikit dengan perkara fitnah (Khawarij) ini”. Maka dia ( Yusuf bin Asbath) berkata, “Dia serupa dengan gurunya –yaitu Al-Hasan bin Shalih bin Hay-” .

Aku pun berkata kepada Yusuf,
“Apakah kamu tidak takut perkataanmu ini merupakan ghibah?”

Beliau menjawab,
“Kenapa begitu wahai orang dungu, justru saya lebih baik bagi mereka dibanding ibu dan bapak mereka sendiri; saya melarang manusia dari mengamalkan kebid’ahan mereka, karena bisa mengakibatkan semakin banyaknya dosa-dosa para pengajak kepada bid’ah tersebut. Adapun yang memuji mereka, justru lebih membahayakan mereka.”

[Lihat At-Tahdzib(2/249 no. 516), sebagaimana dalam Lamud Durril Mantsur Minal Qoulil Ma’tsur, karya Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsiy. Muraja’ah: As-Syaikh Shalih Al-Fauzan –hafizhahullah-, (hal. 27)]

¤•¤•¤

Demikianlah,
para ulama tidak sama sekali menganggap pembicaraan tentang kesesatan si fulan atau suatu kelompok sebagai perbuatan ghibah yang haram.

Maka
sangat mengherankan jika ada seorang muslim, apalagi mengaku Ahlus Sunnah, pengikut sunnah Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- kemudian marah jika ada saudaranya yang memberi peringatan akan bahayanya berbagai kelompok sesat yang muncul akhir-akhir ini.

Bahkan tidak jarang disertai dengan tashnif yang batil dan tuduhan keji kepada saudaranya sebagai :
▬ kelompok “Ahlut Tahdzir wat Tabdi’”,
▬ “Mencari-cari kesalahan orang”,
▬ “Memusuhi dan mencaci sesama muslim”,
▬ “Suka membid’ahkan”,
▬ “Sedikit-sedikit bid’ah,
▬ sedikit-sedikit sesat”,
▬ “Mengkafirkan umat Islam selain mereka”,
▬ “Hanya mengambil sikap keras Salaf dan melupakan kelemahlembutan mereka”,
▬ “Tidak tahu fiqhud dakwah”
▬▬►dan berbagai macam tuduhan dusta lainnya.

Padahal,
►menjaga agama ini dari berbagai penyimpangan dan kesesatan adalah sifat orang-orang yang Allah Ta’ala anugerahkan ilmu kepada mereka.

Nabi -shallallahu’alaihi wa sallam- bersabda:

يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله ينفون عنه تحريف الغالين وانتحال المبطلين وتأويل الجاهلين

“Yang membawa ilmu agama ini pada setiap jaman adalah orang-orang terbaiknya, mereka menolak penyimpangan orang-orang yang berlebihan dalam agama, (membantah) para penghapus (agama) dan (meluruskan) tafsiran orang-orang jahil.” [HR. Al-Baihaqidari Ibrahim bin AbdirRahman Al-‘Adzri -radhiyallahu’anhu-, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykah, (no. 248)]

Selengkapnya di :
Tulisan Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray
http://abuabdurrohmanmanado.wordpress.com/2012/08/15/memperingatkan-bahaya-kelompok-sesat-antara-nasihat-dan-cacian/



Pernah seseorang berkata kepada Imam Ahmad rahimahullah :
“Aku merasa berat jika mengatakan si fulan itu demikian dan demikian (dari kesesatannya-pent).

Maka Imam Ahmad mengatakan:
“jika engkau diam dan akupun juga diam maka kapan orang bodoh/awam tahu mana yang benar dan mana yang salah!!!

______

Lihat : 
Tulisan : Abu Abdirrahman bin Thoyyib as-Salafy
http://www.majalahislami.com/2009/01/antara-bantahan-dan-ghibah/